Hanya Istri Di Atas Kertas

Hanya Istri Di Atas Kertas
Diatas Kertas #83


__ADS_3

Tok tok tok


"masuk aja,gak dikunci !" teriak Sandy dari dalam kamarnya.


El pun menurut,menuruti sedikit rasa penasarannya. Tentang seperti apa sosok Sandy. Bagi El,Sandy adalah sosok pria pekerja keras,dia selalu tampil rapi dan terlihat bersahaja di setiap suasana. Tanpa disadari El sudah merasa nyaman berada di dekat lelaki itu. Apalagi sejak kejadian malam itu,Sandy selalu protektif dalam memberi perlindungan kepadanya.


"kamar yang cukup rapi untuk seorang laki-laki" gumam El seraya melihat-lihat keadaan kamar yang disewa oleh Sandy.


"ada apa kau kesini,apa kau lapar ?"


"tunggu sebentar lagi,aku akan pesan makanan untukmu"


"atau kau mau kita makan diluar ?"


Sandy tak henti mencerca pertanyaan tanpa sempat Elsifa jawab. Gadis itu hanya terbengong melihat Sandy yang sedang bertelanjang dada tanpa baju, hanya mengenakan celana panjang saja.


Otot-otot tubuhnya tercetak sempurna,terlihat sangat kekar. Ditambah ada sedikit butiran keringat yang mungkin belum sempat diseka oleh si empunya. Tangan Elsifa terulur sendirinya mengambil handuk kecil yang diletakkan Sandy disampingnya kemudian mengelapnya. Tanpa sadar El mengagumi tubuh Sandy yang seperti itu,sambil menyeka butiran keringat yang makin membuat Sandy terlihat seksi dan menggoda di mata Elsifa.

__ADS_1


"tubuhmu bisa bikin aku candu" gumam Elsifa setengah sadar.


Sementara Sandy sudah menghentikan kegiatannya berkutat dengan pekerjaan melalui laptopnya. Dia menutup layar kemudian menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa yang empuk sambil memejamkan mata. Sedangkan Elsifa masih asyik dengan dunia khayalannya sendiri yang entah apa.


"jadi,bagaimana ?" tanya Sandy dengan mata yang masih terpejam.


Elsifa sontak tersadar dari lamunannya,ia beranjak dari tempatnya duduk. Berusaha menetralkan wajahnya yang sudah terlihat gugup. Ia pun berdiri dan mulai mengedarkan pandangannya mencari tempat air. Tapi karena kurang hati-hati gadis itu malah tersandung oleh kakinya sendiri dan malah jatuh tepat di atas tubuh Sandy.


Sandy terkejut karena tubuh Elsifa yang jatuh diatas tubuhnya. Sama halnya dengan Elsifa,dia juga cukup terkejut. Tapi entah kenapa seperti sangat nyaman berada di posisi seperti itu.


...****************...


Sementara itu,disisi lain. Alvaro membantu mengemasi barang-barang Diana. Istrinya sudah diperbolehkan pulang setelah menjalani operasi dan sudah dinyatakan dalam keadaan sehat. Hasil laboratorium juga menunjukkan kalau bakteri dalam tubuh Diana sudah bersih.


"sayang,kenapa kamu masih melamun saja,apa yang kamu pikirkan ?" Alvaro melihat istrinya yang terdiam dengan pandangan kosong.


Wanita berambut pendek itu hanya menggeleng pelan tanpa menoleh sedikitpun pada suaminya yang masih sibuk mengemasi barang-barang mereka. Sesekali,Alvaro terlihat menggelengkan kepalanya pelan melihat gurat wajah sendu istriny.

__ADS_1


"sebenarnya apa yang sedang ia fikirkan ?" gumamnya sendiri seraya menutup koper terakhir dan meletakkannya di dekat sofa yang ada di dalam ruang perawatan Diana.


Diana mengusap wajahnya seraya menghela nafas panjang. Kemudian mulai turun dari brankarnya dan berjalan mendekat ke arah suaminya.


"sayang..." panggilnya pada Alvaro.


Alvaro sedikit terkejut karena tak mengetahui kalau Diana sudah turun dari brankarnya,itu karena tadi dia menerima telepon dari Elsifa yang mengabarkan kalau mereka menunda kepulangan mereka karena ada sedikit masalah di sana.


"sayang...,ada apa ? tanyanya menarik tubuh Diana kedalam pelukannya.


Mereka kemudian duduk di sofa,Alvaro mengusap kepala Diana yang reflek saja istrinya itu memejamkan matanya.


"relaks !" ucap Alvaro lembut.


"aku minta maaf,karena aku gak akan bisa memberikan keturunan untukmu" lirihnya menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya.


Alvaro tersenyum kecil,dia sangat faham apa yang sedang dirasakan oleh istrinya itu.

__ADS_1


__ADS_2