
"papa" seru suara seorang balita berusia sekitar 3 tahun memanggil seorang pria yang baru saja turun dari mobilnya. Balita perempuan itu pun meminta turun dari gendongan baby sitternya,lalu berlari dengan tertatih ke arah pria yang dipanggilnya papa dengan diikuti oleh pengasuhnya.
"hati-hati Elda sayang !" tegur lelaki itu sambil merendahkan tubuhnya dan merentangkan tangannya untuk menyambut sang putri yabg sudah berlari ke arahnya. Dan
"hap" serunya ketika balita bernama Elda berhasil ia tangkap,balita mungil itu tergelak dan tertawa riang.
Kemudian ia menggendong balita menggemaskan itu dan membawanya masuk ke dalam rumah. Celoteh lucu langsung terdengar dari bibir mungil Elda membuat pria itu tersenyum walau dia sendiri tidak begitu faham apa yang diucapkan oleh balita yang digendongnya itu.
Di depan rumah tengah berparkir sebuah mobil sport berwarna hitam tak lama setelah si pemilik rumah masuk. Wanita dalam mobil itu menatap ke dalam rumah dan terus memperhatikan hingga pria yang ia ikuti masuk ke dalam rumah.
"anak kecil ?"
__ADS_1
"anak siapa dia ?"
"apa mungkin dia anak mas Danu ?" celoteh Elsifa sendiri tanpa keluar dari balik kemudi mobil mewahnya.
Tak lama berselang datang sebuah mobil berwarna hitam memasuki gerbang. Elsifa sudah tau itu adalah mobil Rendra dan istrinya Hanifa. Memang Rendra memutuskan untuk segera meminang psikiater berhijab itu karena ia juga tahu kalau Hanifa juga menyimpan perasaan yang sama padanya.
Tak ingin keberadaannya diketahui Elsifa pun segera pergi dari tempatnya. Dari dalam rumah seseorang memperhatikan mobil sport yang terparkir di depan rumah kembali melaju di jalanan.
"entah,mungkin orang yang akan membeli rumah di ujung jalan sana" jawab Danu sekenanya. Ya,pria yang othor maksud dari tadi adalah Danu. Lalu Elda itu anak Danu dari siapa ?
Nanti akan ada penjelasannya.
__ADS_1
Ditempat lain,Alvaro sedang duduk di dalam ruang kerjanya. Pria itu memperhatikan rekaman CCTV yang menampilkan rekaman kejadian di suatu tempat. Mata nya dengan jeli menatap setiap pergerakan yang terjadi,hingga ia menemukan satu kejadian yang menurutnya janggal. Alvaro menekan sebuah tombol di papan tuts laptopnya,seketika rekaman video dari kamera pengawas tersebut berhenti. Ia mengambil hp miliknya yang sudah ada di dalam laci meja kerjanya.
"halo,Sandy. Tanyakan ke resepsionis sekarang juga,apakah ada tamu lagi selain dari PT Sekawan Raya dan PT Jaya Semesta hari ini ?" perintahnya sesaat setelah Sandy menjawab teleponnya.
Setelah mendapat kesanggupan dari Sandy,pria yang masih mengenakan kemeja kerja lengkap itupun menutup telpon secara sepihak. Sementara Sandy segera melaksanakan apa yang menjadi perintah atasannya. Beberapa saat kemudian benda pipih milik Alvaro yang berada di atas meja bergetar dan berdering,sebuah panggilan masuk dengan nama asisten Sandy nampak di layar benda itu.
Alvaro segera mengangkat telepon
"bagaimana ?" tanpa basa-basi pria itu segera memburu asistennya dengan pertanyaan,karena sedari tadi dia sudah menunggu. Dia sudah merasa geram dan kesal atas kejadian yang hampir mencelakakan beberapa karyawannya.
Tetapi jawaban yang diharapkan oleh pengusaha muda itu sangat mengecewakan,karena Sandy mengatakan bahwa pihak yang melakukan semua kekacauan tersebut diduga adalah justru orang dalam.
__ADS_1
"saya sudah pastikan kalau hari ini tidak ada perwakilan dari perusahaan manapun yang datang berkunjung ke kantor " ungkap Sandy yakin,karena memang dia sudah memeriksa rekaman kamera pengawas di kantor dan juga sudah memeriksa catatan digital kunjungan tamu hari ini.