
Danu masih saja terpuruk dalam keadaan. Gila kerja yang dilakukannya untuk melupakan kegundahan dan kesedihan hatinya ternyata tak berefek apapun. Yang ada hanya batin nya yang semakin tersiksa,pun raganya yang merasakan pegal dimana-mana hingga ia jatuh sakit. Saat dalam keadaan sakit itu fikirannya semakin merana.
"andaikan dulu aku tak pernah menyia-nyiakanmu" kesah Danu memandangi foto Elsifa yang masih sentiasa terpajang di dinding kamarnya.
Dengan mata yang mulai sayu,perlahan Danu mulai terpejam. Mungkin juga pengaruh dari obat yang baru dia minum selepas makan.
Malam sebelumnya,
Danu ditemukan tak sadarkan diri di ruangan kerjanya oleh seorang petugas kebersihan. Awalnya petugas itu hanya mengira kalau atasannya hanya sedang tertidur,tetapi saat dia mencoba membangunkan Danu,tubuh Danu yang bersandar malah roboh ke samping. Bahkan saat di coba menggoyangkan,Danu tak juga membuka matanya.
__ADS_1
Pria bernama Amin itu pun panik dan segera menghubungi ambulan agar Danu bisa secepatnya mendapat penanganan. Karena tak ada pihak keluarga yang dapat dihubungi,dengan sangat terpaksa pak Amin pun mangkir dari pekerjaannya untuk menemani Danu di rumah sakit.
Beruntung,dokter yang menangani mengatakan kalau Danu hanya mengalami dehidrasi,tidak perlu sampai dirawat. Tetapi harus istirahat penuh untuk mengembalikan kondisi tubuhnya agar kembali sehat. Pak Amin mengangguk. Ia hanya bisa menunggu sampai ada seseorang yang membayar biaya administrasi Danu.
Tak lama kemudian,seorang wanita mengaku sebagai ART di rumah Danu datang dan menyelesaikan administrasi rumah sakit majikannya. Baru setelah Danu terbangun,wanita itu menanyakan keadaan Danu.
"aku hanya sedikit pusing,mungkin karena aku sibuk bekerja" jawab Danu dengan mata terpejam menahan rasa sakit yang mendera kepalanya.
Maka setelah beberapa jam berlalu,cairan infus juga sudah habis. Perawat segera mencabut jarum infus yang menusuk pergelangan tangan Danu. Dokter menuliskan resep obat yang harus ditebus untuk Danu minum. Setelahnya,dengan dipapah oleh ART nya Danu pun pulang ke rumah dengan menggunakan taksi online.
__ADS_1
Sesampainya dirumah,Danu bertanya siapa yang sudah membawanya ke rumah sakit. ART yang bernama Asih itu pun menjawab seadanya yaitu pak Amin. Danu mengangguk kepalanya pelan. Kemudian menyuruh bi Asih meninggalkan kamarnya. Bi Asih sedikit membungkuk hormat,lalu meninggalkan kamar majikannya tersebut.
...****************...
Elsifa dan Sandy kini berada dalam perjalanan udara mereka menuju kota asal. Baru 2 jam perjalanan,Elsifa berkali-kali menguap dilanda rasa kantuk. Tanpa melepaskan headset yang dikenakan di telinganya,gadis janda itu tertidur.
Sandy menggoyang-goyangkan tangannya di depan wajah Elsifa untuk memastikan apakah gadis di sebelahnya sudah tidur. Ternyata memang Elsifa sudah tertidur. Dengan sangat hati-hati,Sandy melepaskan headset tersebut dari telinga Elsifa.
Elsifa menggeliat sebentar lalu tidur lagi,tanpa disadarinya tangannya merangkul sebelah tangan Sandy dan mengusap-usap nyaman lalu kembali tidur dengan nyaman. Sandy melengkungkan bibirnya membentuk senyuman membiarkan lengannya dijadikan sandaran kepala oleh gadis yang ia kagumi.
__ADS_1
Keduanya lalu tertidur bersama,dengan posisi seperti itu. Tapi belum lama mereka tertidur,tiba-tiba pesawat yang mereka tumpangi bergetar hebat. Seluruh penumpang panik. Mereka berteriak histeris,sementara para pramugari dan pramugara disana sudah sigap mengamnkan situasi.
Suasana dalam pesawat begitu kacau,dalam kepanikannya El tiba-tiba memeluk Sandy dan membenamkan wajahnya di dada bidang pria itu,Sandy pun reflek menggerakkan tangannya mengelus kepala Elsifa untuk menenangkannya.