Hanya Istri Di Atas Kertas

Hanya Istri Di Atas Kertas
Diatas Kertas #63


__ADS_3

Pagi pun menjelma,Elsifa terbangun lebih dulu. Ia ingin pergi ke kamar mandi,melihat Alvaro yang masih tidur nyenyak di sofa dengan laptop yang masih terbuka,dia tak mau membangunkannya untuk meminta tolong ke kamar mandi. Dengan bersusah payah akhirnya wanita itu bisa turun dari brankar lalu berjalan perlahan dan tertatih masuk ke dalam toilet dan segera menuntaskan hasratnya.


Alvaro terbangun dari tidurnya,dan langsung panik ketika mendapati Elsifa sudah tak ada di tempatnya. Pria itu langsung meloncat dari sofa dan membuang begitu saja selimut yang menutupi sebagian tubuhnya dari ganasnya nyamuk selama dia tidur semalam. Kemudian pria itu segera mencari keberadaan sang adik kembarnya,yang pertama kali ia tuju adalah toilet. Mendengar suara gemericik dari dalam toilet Alvaro menebak kalau yang di dalam adalah Elsifa.


"El,apa kamu didalam ?" teriaknya dari depan pintu kamar.


Samar-samar Elsifa mendengar suara orang memanggilnya,ia segera mematikan keran air yang menyala karena ia baru saja membasuh mukanya,sudah 2 hari lebih kulit tubuhnya tidak bersentuhan dengan air secara langsung.


"ia,aku buang air " sahut Elsifa dari dalam sambil perlahan melangkahkan kakinya keluar dari kamar kecil.


Saat pintu terbuka,Alvaro segera mengulurkan tangannya membantu sang adik keluar dari kamar mandi. Dengan sabar ia menuntun Elsifa hingga naik ke atas brankarnya.

__ADS_1


"aku panik waktu melihatmu tak ada di tempat" ungkap Alvaro sambil membantu membenahi posisi selang infus Elsifa.


"maaf"lirih Elsifa sedikit menyesal.


Suasana menjadi canggung. Saat itu terdengar suara pintu diketuk. Alvaro mendekati pintu,ternyata ada Sandy yang datang dengan membawa parcel buah dan sebuah paper bag berwarna cokelat.


"selamat pagi,pak " sapa Sandy pada Alvaro


Alvaro melangkah masuk diikuti Sandy yang lebih dulu menutup pintu ruang rawat Elsifa. Kemudian pria itu menyapa adik kembar atasannya.


Dilain tempat,masih pagi sekali sudah terjadi keributan di dalam ruang kunjungan. Maria mengamuk dan memaki tamu yang menyambanginya. Seorang pria berambut klimis dengan perut yang sedikit membuncit karena kelebihan lemak.

__ADS_1


"aku bersedia menjadi pengacaramu,kalau kau bersedia memberiku keuntungan yang pernah kita bicarakan dulu" bisik lelaki yang merupakan pelanggan di klub nya.


"pergi kau dari sini,dan jangan berani kau menemuiku lagi,dasar ba****an g**a,PERGI !!!!!!" usir Maria yang sudah kesetanan akibat ulah pria tadi.


Maria diantar kembali ke dalam selnya oleh petugas. Wanita paruh baya itu terus mengumpat tanpa henti,bahkan sampai petugas pergi setelah mengunci sel yang ditempati oleh Maria.


"aku tidak akan pernah menyerahkan Tasya pada lelaki me**m seperti dia" lirihnya kemudian dia menjadi berfikir bagaimana keadaan Tasya.


Sementara itu,Danu yang semalam menginap di rumah sakit menemani sang mamy yang dirawat terlihat keluar dari ruang rawat dan bermaksud pergi ke kantin. Namun langkahnya terhenti di depan sebuah ruang rawat kelas VIP,matanya tak sengaja menangkap sosok perempuan yang dari beberapa hari yang lalu menghilang seolah ditelan bumi.


Saat tangannya sudah menyentuh handle pintu,saat bersamaan datang dokter dan perawat yang bertugas memeriksa kondisi kesehatan pasiennya,yaitu Elsifa. Danu pun urung masuk dan memilih segera pergi dari sana,dan beralasan salah masuk kamar.

__ADS_1


"hari ini adik anda sudah bisa pulang" tutur dokter membuat Alvaro tersenyum lega setelah dokter selesai memeriksa Elsifa.


Setelahnya dokter tersebut pun berpamitan untuk melanjutkan memeriksa pasien yang lain,sedangkan Alvaro segera menghubungi istrinya agar datang ke rumah sakit untuk membantu Elsifa berkemas.


__ADS_2