Hanya Istri Di Atas Kertas

Hanya Istri Di Atas Kertas
Diatas Kertas #77


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan udara selama lebih dari 18 jam,akhirnya pesawat yang ditumpangi oleh Sandy dan Elsifa sampai di negara destinasi mereka. Bandara Charles de Gaulle,Perancis.


Keduanya segera memesan taksi menuju apartemen milik Alvaro. Tapi sampai beberapa lama tak juga muncul taksi yang mereka tunggu.


"mana taksinya,kenapa tak ada taksi sih,aku udah capek,mau istirahat" keluh Elsifa menggerutu.


Tiba-tiba saja ada sebuah mobil hitam berhenti tepat di depan mereka. Dua orang itu pun menoleh bersamaan. Seorang pria muda turun dari mobil tersebut lalu menghampiri keduanya.


"selamat malam,dengan nona Elsifa dan tuan Sandy ?" dua orang yang disebut pun membenarkan.

__ADS_1


"perkenalkan saya Tomi,saya menggantikan ayah saya yang diperintahkan oleh tuan Alvaro untuk menjemput anda berdua di bandara malam ini" ucapnya sopan dengan menebarkan senyuman yang manis karena lesung di kedua pipinya.


"oh" sahut keduanya hampir bersamaan.


Setelah memastikan kalau lelaki yang mengaku orangnya Alvaro,baik El maupun Sandy baru mau masuk ke dalam mobil. Tomi memasukkan 2 koper besar milik Sandy juga Elsifa ke dalam bagasi mobil. Lalu masuk dan duduk di kursi kemudi dengan Sandy dan Elsifa duduk di jok yang sama. Sebenarnya Sandy agak grogi duduk berdekatan dengan adik kembar atasannya itu,tapi ia terpaksa karena kursi samping kemudi sedang rusak,begitulah yang dikatakan oleh Tomi.


Butuh waktu hampir 1 jam perjalanan dari bandara menuju kawasan penginapan strategis milik Alvaro. Kawasan tersebut dulunya hanya sebuah kampung kecil di wilayah pesisir yang hanya mengandalkan mata pencaharian mereka dari menangkap ikan. Tapi sejak kedatangan Alvaro di tempat tersebut keadaannya perlahan berubah. Penduduk juga merasa diuntungkan karena berkat pembangunan di berbagai sektor yang dilakukan oleh Alvaro membuka banyak peluang pekerjaan bagi mereka (khususnya warga lokal).


Dibelahan bumi lain.

__ADS_1


Sepasang suami istri baru saja keluar dari sebuah ruang pemeriksaan di salah satu rumah sakit. Mereka adalah pasangan Rendra dan Hanifa. Karena hari ini adalah jadwal untuk bumil itu melakukan pemeriksaan kandungan.


Pasangan suami istri itu terlihat mesra dengan selalu berjalan sambil terus bergandengan tangan. Rendra yang sangat menyayangi istrinya itu tak mau melihat istrinya yang sedang berperut buncit itu kelelahan,makanya ketika ada kursi roda calon ayah baru itu pun segera meminjam untuk Hanifa duduk disana.


Walau pada awalnya Hanifa menolak,tapi rayuan maut Rendra berhasil meluluhkan nya. Hal itu Rendra lakukan karena tak ingin kalau sampai istrinya yang tengah mengandung dari calon buah hati mereka merasa kelelahan dan akan berakibat fatal bagi keduanya.


"kita langsung pulang,atau kamu mau main kemana dulu ?" tanya Rendra setelah mendudukkan badannya di belakang setir.


"aku ingin makan nasi goreng buatan Elsifa" jawab Hanifa membuat suaminya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


"bagaimana kalau kita beli di restoran langganan mami dulu,disana nasi gorengnya enak dech " Rendra merayu istrinya,tapi malah membuat istrinya itu menggembungkan kedua pipinya sehingga bibirnya mengecil.


Bukannya tidak mau menuruti kemauan sang istri,hanya saja Rendra tak tahu bagaimana cara menghubungi mantan kekasih sekaligus mantan kakak iparnya itu.


__ADS_2