
Danu merobek sebuah kertas berisi perjanjian nikah yang dulu pernah ia sepakati dengan Elsifa. Elsifa menyaksikan Danu melakukan itu didepan matanya. Ada sebuah kebahagiaan menerpa,namun di sisi hatinya yang lain dia merasa kecewa pada dirinya sendiri karena menyerah memperjuangkan perasaannya.
"kamu lihat ! aku sudah merobek kertas perjanjian ini,sebagai hukumannya aku akan mentransfer sejumlah uang sesuai yang sudah kita sepakati dulu dalam surat yang sudah sama-sama kita tanda tangani dulu" Danu sudah bersiap mentransfer sejumlah uang melalui mobile perbankan di hp nya.
Sementara Elsifa hanya terdiam tak mengerti apa yang harus ia lakukan. Wanita itu cukup syok dengan apa yang ia alami pada malam itu. Ia belum begitu yakin atas apa yang dilakukan lelaki yang telah ia cintai itu padanya. Walau Danu sudah mengatakan kalau dirinya berharap ada kesempatan untuknya.
"aku butuh waktu mas,aku belum yakin atas semua ini" ucap Elsifa mempersilakan Danu keluar dari sebuah ruangan di dalam cafe.
Dengan langkah berat Danu mengiyakan ucapan Elsifa dan menuruti permintaan wanita itu walau bibirnya tak mengatakan. Untuk kemudian pintu ruangan kembali menutup,Danu berjalan semakin menjauh meninggalkan ruangan tersebut kemudian keluar dari cafe. Sedangkan Elsifa,kini tubuhnya lunglai merosot duduk di lantai masih berada di ruangan cafe.
__ADS_1
Dilain tempat Alvaro sedang dibakar amarah karena seorang laki-laki yang menyamar menjadi tenaga kebersihan didalam kantornya. Setelah diselidiki ternyata dia adalah mata-mata yang sengaja di perintah seseorang untuk menyerang perusahaannya secara interen.
"katakan siapa yang membayarmu ? aku akan memberimu imbalan 10x lipat dari bayaran yang kamu terima " Alvaro masih menahan amarahnya untuk tidak memukul laki-laki berseragam OB yang ada di hadapannya. Didekatnya Sandy sudah siap sedia dengan segala kemungkinan yang akan terjadi bila nantinya OB tersebut tak juga mau mengaku.
Bertahun-tahun menjadi asisten Alvaro menjadikan pria berlesung pipi itu cukup mengenal atasannya. Yang bisa berubah bak monster yang diusik ketenangannya ketika apa yang diinginkannya tak tercapai,atau ketika amarahnya sudah benar-benar mencapai puncak.
"aku tidak akan mengatakan pada anda,walaupun bayarannya lebih besar " lelaki itu bersikukuh, hal itu dia lakukan karena keluarganya bisa terancam bahaya jika dia mengaku pada Alvaro siapa orang yang menyuruhnya.
Alvaro mengangkat tangannya memberi kode pada Sandy,sang asisten pun faham dengan kode dari atasannya dan segera mendekat ke Alvaro. Asisten Alvaro itu menunjukkan panggilan video yang sedang disambungkan pada seseorang.
__ADS_1
"ayaaaaaaah !!!!!" panggil seorang anak laki-laki di layar hp.
Sontak lelaki penyusup itu mendongakkan kepalanya dan menatap wajah yang muncul di layar. Seketika air mata lelaki itu mengalir deras,sudah berbulan-bulan lamanya pria itu tak bertemu dengan putranya yang sedang dirawat di rumah sakit karena mengidap suatu penyakit.
Panggilan video sengaja dimatikan oleh Alvaro,membuat pria itu kecewa.
"aku akan melakukan apapun yang kalian mau,tapi jangan apa-apakan putraku. dia sedang sakit parah" pintanya menyerah demi menyelamatkan sang putra yang sedang sekarat.
Alvaro mendekati dan memegang dengan kuat dagu pria itu,membuat pria yang terikat tangannya itu meringis kesakitan.
__ADS_1
"yang menyuruhku......"