
"saya ingin meminta bantuan anda ?" ucap El membuka keheningan.
Elsifa pun mengatakan keputusannya untuk berpisah dari Danuarta. Sudah cukup lama dia menderita menjadi istri yang tak pernah dianggap. Walaupun beberapa waktu yang lalu telinganya sempat mendengar pernyataan cinta dari mulut lelaki yang sudah menjadi suaminya. Tetapi rasanya semua sudah terlambat,ungkapan cinta yang diharapkan dari seseorang itu terdengar hambar di telinga. Hingga Elsifa meminta bantuan sang kakak agar bisa menyembunyikan identitasnya kemudian melanjutkan kuliahnya yang sempat tertunda.
"non Elsifa sudah yakin dengan keputusan anda ?" Sandy mencoba meyakinkan Elsifa.
Wanita yang kini berprofesi sebagai dosen muda itu dengan tegas mengiyakan pertanyaan Sandy. Terbesit bayangan di saat dirinya mendengar ungkapan cinta dari Danuarta dengan tubuhnya yang tak bergeming di dalam pelukan lelaki itu.
Melihat keyakinan terpancar dari wajah cantik Elsifa membuka sedikit harapan untuk Sandy mendekati perempuan yang kini ada di hadapannya.
...****************...
__ADS_1
Hari demi hari berlalu,El sudah kembali dengan kesibukannya mengajar di kampus. Dan Danu yang tiada hentinya mencari kabar keberadaan istrinya. Walau tak mendapatkan apa yang dicarinya tapi pria itu tak berputus asa.
Di rumah Danu.
Pelayan datang mengetuk pintu ruangannya,kala itu Danu yang merasakan kepalanya pusing memilih tidak pergi ke kantor dan akan memeriksa laporan dari rumah,jika ada dokumen yang perlu ditandatangani maka karyawan lah yang harus datang ke rumahnya.
Tok tok tok
Pelayan menjawab dari luar dan mengatakan keperluannya untuk mengantar surat yang baru datang yang ditujukan untuknya. Danu segera membuka pintu untuk ART nya dan menerima surat tersebut. Setelah surat berpindah tangan Danu kembali masuk dan mendudukkan tubuhnya di atas sofa lalu membuka amplop.
Jantungnya berdegup kencang ketika mendapati kenyataan kalau surat tersebut merupakan panggilan untuknya dari pengadilan agama guna keperluan mediasi dengan nama tang tertera di sana yaitu Elsifa Safira Hadinata.
__ADS_1
"tunggu,kenapa namanya menyandang marga keluarga Hadinata ? bukankah seharusnya dia menyandang nama papa Mahesa ?" gumamnya disela keterkejutan mendapat surat dari pengadilan.
"jadi El sudah tidak bisa memaafkan aku ?" terlihat raut wajahnya kini semakin menyiratkan sebuah kekecewaan yang mendalam. Bukan kecewa pada keputusan Elsifa yang memilih untuk mengakhiri hubungan dengannya tetapi lebih kecewa pada dirinya sendiri yang tak bisa menghargai ketulusan seorang istri pada suaminya.
Danu mengusap kasar wajahnya,merasakan betapa sesak dadanya. Penyesalan kini memenuhi dalam relung hatinya,air mata yang tak pernah keluar dari peraduannya tiba-tiba saja meluncur deras tak tertahankan.
Disisi lain,Rendra saat ini tengah menimang buah hatinya yang cantik dan imut. Setelah hampir 4 tahun menikahi Hanifa akhirnya mereka diberi kepercayaan dengan hadirnya seorang bayi perempuan yang cantik. Tak hanya itu,kebahagiaan pasangan suami istri itu juga ditambah dengan perusahaan kecil yang dibangun oleh Rendra seorang diri mulai dari titik terbawah perlahan terus mengalami kemajuan. Dari waktu ke waktu semakin banyak perusahaan berskala kecil maupun menengah yang mengajukan kerjasama dengan perusahaannya.
Kembali ke Elsifa.
Di sebuah ruangan yang luas seorang wanita cantik dengan setelan kemeja feminin berwarna pink berpadu padan bawahan celana jeans biru dongker. Sebuah syal berwarna pink magenta menggantung cantik di leher. Sepatu hak tinggi perpaduan warna pink,biru dan hitam dengan aksesoris pita di bagian depan sepatu mempercantik penampilan dosen muda bernama Elsifa.
__ADS_1
"penampilan anda semakin cantik saja dari hari ke hari,saya tidak yakin kalau sampai hari itu tiba anda masih akan tetap melajang"