
Suasana mendung menyelimuti hati seorang Alvaro Hadinata. Dalam waktu yang cukup berdekatan masalah terus datang bertubi-tubi seolah tiada henti menghampirinya. Belum genap 1bulan kehilangan calon buah hati mereka,lalu sekarang adik satu-satunya juga dinyatakan hilang dalam kecelakaan pesawat. Beban fikiran Alvaro terbagi-bagi,di satu sisi dia masih harus memberi perhatian ekstra kepada sang istri,tapi dia juga harus fokus di kantor,dan disisi lain dirinya juga tak mungkin tak ikut dalam usaha pencarian korban kecelakaan pesawat yang menimpa sang adik juga sang asisten. Meskipun sudah ada beberapa orang yang disewa oleh Alvaro untuk membantu melakukan pencarian.
Disisi lain,
Sandy menggendong tubuh lemah Elsifa menuju ke sebuah gubuk yang ia temukan di tengah hutan. Gubuk tersebut sepenuhnya berdinding anyaman bambu yang terdapat lubang kecil dimana mana. Dengan atap yang terbuat dari tumpukan daun kelapa kering. Sepertinya gubuk tersebut sengaja di bangun oleh para petualang yang kebetulan mampir di hutan tersebut. Karena di dalam gubuk yang terlihat masih cukup kokoh itu terdapat kaleng bekas minuman yang seperti di manfaatkan untuk tempat memasak sesuatu.
Ada sebuah dipan bambu berukuran kira-kira setinggi pinggang orang dewasa dengan lebar sekitar 1 meter dan panjang mencapai hampir 2 meter. Alvaro membaringkan tubuh lemah Elsifa disana. Ya,setelah sempat tersadar tadi Elsifa kembali tak sadarkan diri.
__ADS_1
...****************...
Maria memegangi selembar foto polaroid. Foto seorang gadis remaja yang berpose cantik menyipitkan sebelah matanya sambil membentuk 2 jari seperti huruf V yang ia tempelkan di pipi yang digembungkan dan lidah yang menjulur keluar dari bibir yang dikerucutkan. Disamping gadis itu berdiri seorang pria yang wajahnya sudah dicoret-coret dengan menggunakan tinta.
Foto mendiang Cintya bersama sang ayah saat dulu keluarga mereka masih utuh. Maria mengusap-usap foto tersebut dengan air mata yang terus berderai membasahi pipi yang terlihat berkerut karena tak lagi mendapat perawatan.
Dan kali ini Marina dan Amelia sedang berada di sebuah tempat karaoke langganan mereka. Suasana dalam tempat tersebut tampak sepi dan sunyi saat baru memasuki bagian depan,lampu di sepanjang lorong juga tak begitu terang menggunakan lampu bohlam berwarna biru dengan aksesoris lampu tumbler warna-warni.
__ADS_1
"selamat malam madam Marina" ucap seorang karyawan wanita melihat Marina datang ke klub karaoke tempatnya bekerja.
Marina dan Amelia melenggang melenggang masuk ke dalam tempat hiburan yang selalu ramai pengunjung tiap harinya. Hampir semua karyawan disana sudah tahu siapa mereka berdua.
"pesanannya sudah siap madam,ada di ruang belantara" ucap seorang pegawai senior berbisik di telinga Marina. Pria berkumis tipis itu pun mengucapkan banyak terima kasih karena tips yang diberikan oleh Marina.
"Selamat menikmati,madam,nona" ucapnya seraya membukakan pintu ruang belantara.
__ADS_1