Hanya Istri Di Atas Kertas

Hanya Istri Di Atas Kertas
Diatas Kertas #40


__ADS_3

El mencari tas miliknya, beberapa koper yang ia bawa sudah dibukanya untuk dapat menemukan benda yang ia cari,tapi nihil. Karena tas tersebut tidak ada dimana mana. Dalam tas tersebut ada beberapa surat surat penting miliknya.


Disaat seorang Elsifa kebingungan tiba-tiba saja hp miliknya berdering. Panggilan telepon dari nomor Kanada. Sedikit ragu ia menggeser ikon berwarna hijau dan menerima telepon terebut.


"helo ?"


"siapa disana ?"


Diluar dugaan,ternyata orang diseberang telepon malah terdiam tak menjawab salam yang disampaikannya. El hendak menutup teleponnya,tapi orang diseberang telepon bicara.


"kamu Elsifa ?" tanyanya


degh.....


El terpaku sejenak mendengar suara orang yang menelponnya,ia tahu persis itu suara Danu suaminya. Walau terdengar sedikit berbeda ditelinga,tapi ia tahu pasti kalau itu benar benar Danuarta.


"mas Danu ?" sedikit ragu El menyapa lebih dulu.


Diseberang telepon yang mendengar namanya disebut oleh gadis yang dirindukannya terdiam menitikkan air mata,suara seorang wanita yang selama ini hanya diam menahan perih akibat luka yang ia berikan. Suara seorang wanita yang banyak menderita karena ulahnya.

__ADS_1


"Elsifa,dimana kamu sekarang ?" Danu mulai sadar dan menghapus jejak air mata yang menetes di pipinya.


"maaf mas,aku belum bisa bilang kebaradaanku,aku masih butuh waktu untuk sendiri" ucap El mengindar.


"belum cukupkah waktu berbulan bulan kau pergi ke tempat yang begitu jauh untuk menghindariku ?" protes Danu.


"apa kau tau selama kepergianmu aku tersiksa sendiri ?"


" aku menyesal selama ini tak menganggapmu sebagai istriku,aku menyesal selama ini tak pernah membuka hati untukmu,aku menyesal selama ini hanya memberikan luka untukmu" tangis seorang Danu pecah.


Tak terasa butiran bening jatuh menetes di pipi halus Elsifa,tapi kemudian ia menghapusnya.


Danu terdiam tak tau hendak berbuat apa,ia juga merasa tak berhak memaksa untuk Elsifa mengatakan dimana keberadaannya setelah apa yang ia berikan.


Sementara itu di sebuah rumah sakit,seorang pria baru tersadar. Ia melihat ke sekeliling ruangan,lalu memperhatikan dirinya sendiri yang terbalut perban hampir di sekujur tubuh dengan satu kaki menggantung pada sebuah tiang besi penyangga. Tiba tiba bayangan peristiwa yang hampir merenggut nyawanya.


Flash back


Seorang lelaki tengah mengemudikan mobinya dengan kecepatan sedang diatas jalan raya hendak ke suatu tempat,ditengah perjalanan ia menerima telepon. Setelah telepon terputus,wajah panik mulai terpancar pada pria itu. Ia mempercepat laju mobilnya hingga tak menyadari secara tak sengaja mobil yang ia kendarai sudah keluar dari jalur yang seharusnya,sementara itu dari arah berlawanan sebuah mobil juga berjalan dengan kecepatan tinggi berada di jalur yang sama.

__ADS_1


Bruakkkkkk


Tabrakan hebat pun tak terhindarkan,sesaat sebelum tak sadarkan diri pria itu menyebutkaan sebuah nama. Karena benturan hebat yang ia alami di bagian kepala ia pun jadi tak sadarkan diri,dan ketika terbangun sudah berada di rumah sakit.


Flash back off


Tok tok tok


Suara pintu ruangan diketuk,pria itu menoleh ke arah pintu. Seorang pria masuk ke dalamnya.


"selamat pagi tuan Alvaro ?" sapa pria itu ramah pada tuannya.


"pagi Sandi" jawab pria bernama Alvaro


"apa yang terjadi ?" tanyanya ingin tau


"saya mendapat telepon dari pihak rumah sakit kalau tuan mengalami kecelakaan hebat di jalan menuju hotel tempat tuan akan menemui klien,menurut penyelidikan sementara karena tuan mengalami panik setelah menerima sebuah panggilan,sehingga tidak dapat mengandalikan diri dan berakibat pada kecelakaan ini" jelas Sandi panjaang lebar.


"lalu,apa kau sudah menemukan dimana Elsifa ?" tanya Alvaro

__ADS_1


__ADS_2