Hanya Istri Di Atas Kertas

Hanya Istri Di Atas Kertas
Diatas Kertas #57


__ADS_3

"si**l*n" umpat Maria kesal.


"benar apa yang dikatakan oleh ayah,kalau Alvaro bukanlah orang sembarangan,bahkan sekarang aku tak bisa berkutik dibuatnya" geramnya,karena Alvaro sudah bertindak lebih jauh dari yang ia perkirakan. Semua wanita penghibur di klub karaoke miliknya sudah dipulangkan oleh Alvaro, lalu menyegel tempat penuh maksiat tersebut,sehingga Maria tidak bisa melakukan transaksi.


Tak sampai disitu saja,bahkan beberapa klub malam milknya dan juga rumah bordir ditutup secara paksa dengan alasan izin yang sudah kadaluarsa dan tidak ada izin menjual minuman beralkohol. Dirinya juga terpaksa membayar biaya kompensasi kepada beberapa kliennya karena transaksi yang gagal. Mereka menuntut ganti rugi pada Maria.


Maria mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan bercahaya redup tersebut kosong,hanya deretan bangku dan meja yang masih tertata rapi ditempatnya. Tumpukan botol minuman beralkohol yang tertata rapi di raknya,dan gelas bertangkai panjang yang menggantung di atas meja dan beberapa peralatan bartender yang masih berada di tempatnya. Ruangan tersebut terlihat sepi,padahal biasanya banyak sekali orang-orang yang datang kesana dengan tujuan mereka masing-masing.


Ada yang datang dengan segala masalah di pikirannya lalu menghabiskan malam panjang dengan mabuk-mabukan bahkan tak jarang menyewa wanita panggilan untuk sekedar menemani minum atau bahkan juga "dipakai". Ada juga yang sekedar minum-minum santai bersama untuk melepas penat.

__ADS_1


...****************...


Disinilah Elsifa kini berada,sebuah gubuk kecil di tepi pantai. Gubuk yang menjadi tempatnya melewati malam bertemankan taburan cahaya bintang saat hatinya dilanda gundah dan rindu pada sosok laki-laki yang dicintainya. Gadis cantik itu duduk seorang diri di tepian sebuah kursi panjang dengan memegang sebuah foto pernikahan antara dirinya dan Danuarta. Foto itulah yang menjadi pengobat segala kerinduan di dalam hati.


"mas,harusnya kamu tahu aku masih sangat mencintaimu" butiran bening keluar dari sudut matanya yang cantik.


"aku harap kamu hadir disini,jemput aku kembali ke rumah,kita mulai lagi dari awal pernikahan kita" pintanya penuh harap seraya mendongakkan kepalanya ke langit dengan tangan yang terus mengusap foto pernikahannya.


Tiba-tiba hpnya berdering,muncul nama Danu di layar yang menyala biru. El memegang hp milinya tapi dia ragu menjawabnya. Bahkan ketika beberapa kali panggilan tersebut berulang,El hanya memeganginya tanpa sedikitpun berniat menjawab telepon tersebut.

__ADS_1


"ada apa sebenarnya mas ?" tanyanya sambil menatap ke arah benda pipih yang terus berkedip karena adanya panggilan masuk.


"apa kamu masih akan terus mempermainkan pernikahan kita?" tangisnya kembali pecah.


Disisi lain Danu terus berusaha melakukan panggilan ke nomor Elsifa walau sudah berkali-kali panggilannya tak mendapat respon. Danu sudah mencoba mencari tahu tempat tinggal Elsifa,tapi usahanya sia-sia karena tak sedikitpun informasi tentang Elsifa dia dapat. Alvaro sudah menutup semua informasi tentang adil kembarnya itu.


[ Temui aku di cafe Alamanda jam 8 malam ini ]


sebuah pesan dikirim Elsifa kepada Danu.

__ADS_1


Danu tersenyum membaca pesan tersebut.


__ADS_2