
Suara sirine mobil polisi berbunyi nyaring memecah keheningan malam yang sunyi. Berhenti di sebuah klub malam yang terlihat tidak beroperasi. Beberapa petugas berseragam warna cokelat lengkap dengan segala atributnya turun dan sigap sambil menggenggam senjata yang terselip di bagian pinggang. Mereka berlari tanpa mengeluarkan sedikitpun bunyi dan bergegas masuk ke dalam klub yang tak terkunci.
Sementara di dalam klub,Maria sedang menerima telepon dari nomor asing.
Selamat menikmati hadiah tambahan dariku.
Sambutlah kedatangan mereka dengan baik !Mereka adalah yang orang yang akan membawamu ke tempat seharusnya kau berada.
Ucap Alvaro dari telepon. Pria itu menarik sudut bibirnya melengkungkan senyum penuh kemenangan. Musuh utamanya sudah berhasil dia singkirkan dengan satu perintah.
Berdasarkan bukti yang sudah ada,dalam waktu kurang dari 48 jam pihak berwajib segera melakukan penangkapan terhadap Maria. Ditambah lagi beberapa berkas bukti penipuan yang pernah dilakukan wanita yang menyandang status janda itu.
__ADS_1
"selamat malam bu Maria Prahes" sapa seorang polisi pada Maria yang duduk sambil menundukkan kepalanya. Maria kaget dengan kedatangan aparat negara yang terkenal dengan slogan 'Melayani dan Melindungi' .
"kami datang membawa surat penangkapan terhadap anda,semua bisa anda jelaskan nanti ketika di persidangan" kata seorang polisi lain sambil memberi perintah pada anak buahnya untuk segera memborgol tangan Maria.
Maria tak lagi bisa berkutik ketika tangannya sudah terborgol. Mereka pun lalu membawa Maria keluar dari dalam klub malam miliknya lalu menggiring wanita yang dikenal licin itu untuk masuk kedalam mobil polisi. Sirine mobil polisi kembali berbunyi nyaring ketika kembali melaju di jalanan.
Kurang dari 20 menit kemudian mobil polisi yang membawa Maria sebagai tahanan mereka,telah sampai di kantor polisi. Wanita yang tangannya terborgol itu pun diminta turun dari mobil lalu segera masuk ke dalam kantor polisi.
"kali ini kerjamu benar-benar cekatan,tak percuma aku memberimu sedikit bonus" ucap Alvaro membanggakan jerih payah asistennya. Sandy mengangguk mengiyakan.
"tuan,maaf" Sandy hendak mengatakan sesuatu tapi langsung dipotong oleh Alvaro.
__ADS_1
"aku tahu kau mau minta cuti setelah ini,tenang saja !" ucapnya memotong kalimat Sandy.
"nanti setelah wanita itu benar-benar membusuk di penjara, perusahaan akan memberikanmu trip liburan ke tempat yang kau mau" tambahnya yakin kalau Sandy memang ingin mengatakan hal tersebut,padahal sebenarnya bukan itu.
Sandy pun hanya tersenyum tanpa bisa mengelak,karena ia tak mau mengusik kesenangan atasannya itu.
"padahal bukan itu yang akan aku sampaikan" gumamnya tak terdengar oleh Alvaro,karena atasannya itu sedang menerima telepon entah dari siapa.
Setelah selesai menerima telepon Alvaro meminta Sandy untuk mengantarnya pulang karena Diana sudah menunggunya dirumah.
"Sandy,sebaiknya kita pulang sekarang" ucapnya pada Sandy tapi tangannya masih sibuk mengetik pesan di benda pipih pintar miliknya. Alvaro pun berjalan dengan Sandy yang mengikutinya di belakang.
__ADS_1
Saat sampai di mobil,Sandy segera membukakan pintu mobil untuk Alvaro. Menyusul kemudian dirinya yang masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi kemudi.