Hanya Istri Di Atas Kertas

Hanya Istri Di Atas Kertas
Diatas Kertas #92


__ADS_3

Hari demi hari pun berlalu dengan cepat,tak terasa 2 bulan sudah terlewati. Pencarian yang dilakukan terhadap hilangnya Elsifa dan Sandy tak juga berbuah. Tim pencarian sudah hampir menyerah kalau saja Alvaro tidak turun tangan dan memberikan bayaran pada mereka agar melanjutkan pencarian. Sebagian anggota tim ada yang melanjutkan pencarian mereka atas dasar kemanusiaan dan juga iming-iming bayaran tinggi. Alvaro begitu yakin kalau Elsifa dan Sandy belum meninggal,dia yakin kalau dua orang tersebut pasti ada di suatu tempat dan sedang menunggu datangnya bantuan yang akan membawa mereka kembali.


Disisi lain,kini perusahaan milik Wiratama mengalami banyak keuntungan. Hal itu semakin membuat Marina semakin gencar berusaha berusaha mendekatkan Amelia pada Danu yang kini semakin sukses dalam bisnisnya. Tentunya kalau anak angkatnya bisa memikat seorang Danu maka seorang Marina akan bisa semakin memperluas jaringan meja judi yang ia miliki. Dan Amelia tidak harus membayar mahal untuk bisa mendapat kepuasan di atas ranjang,hanya tinggal duduk anteng di rumah jadi seorang nyonya Danuarta maka pundi-pundi uang pun akan tetap mengalir di rekeningnya. Kira-kira begitulah yang ada di fikiran Marina maupun Amelia.


Malam ini Marina sengaja mengundang Joseph bersama Danu untuk makan malam bersama. Wanita itu bahkan menyewa 1 lantai restoran khusus untuk menjamu calon besan dan calon menantunya. Bagi Marina ada 2 opsi. Kalau Amelia gagal bersanding dengan Danu,maka Marina sendiri yang akan maju dan menggantikan posisi mendiang Dahlia dalam keluarga Wiratama. Biar bagaimanapun Joseph masih terlihat bugar di usianya yang bisa dibilang tak lagi muda,terlebih selama ini lelaki matang itu juga terus menjaga kesehatan dan kebugaran tubuhnya agar tetap prima.


Tuan Joseph yang terhormat,saya harap anda tidak melupakan undangan makan malam dari saya. Sebuah pesan singkat dikirim Marina ke nomor Joseph.


Joseph baru ingat kalau dia sudah berjanji datang ke undangan makan malam Marina,saking banyaknya pekerjaan yang menumpuk,dia hampir lupa akan hal itu.


"halo,pi. Ada apa ?" tanya Danu menerima telepon dari papi Joseph.


"kamu temani papi makan malam nanti !!" jawab Joseph di seberang.


Belum sempat menjawab,tapi panggilan telepon sudah diputuskan sepihak oleh Joseph. Sedangkan Danu hanya bisa bergumam tak pasti.


Danu mengetik pesan di hp miliknya lalu mengirim pada Joseph.


Aku gak janji pi,pekerjaan masih cukup menumpuk. Tolak Danu dengan halus berharap Joseph tak akan memaksanya,tapi tak lama setelah Danu mengirimkan pesan itu ponsel miliknya bergetar,ada sebuah pesan masuk yang mengatakan kalau sang papi tak menerima penolakan dengan alasan apapun.

__ADS_1


Dengan terpaksa Danu pun menuruti permintaan Joseph. Padahal ia sendiri sudah ada janji makan malam dengan Elda di rumah.


"ach,daripada aku mengecewakan putri kecilku lebih baik aku mengajaknya ikut makan malam bersama papi saja " monolog Danu.


...****************...


Jam kantor sudah lewat dari beberapa jam yang lalu,tapi Alvaro masih betah berada di kantornya. Bukan tanpa alasan,tapi pekerjaan Alvaro memang cukup banyak. Terlebih sang asisten yang biasanya banyak membantu pekerjaannya sampai saat ini belum juga kembali karena masih belum ditemukan.


Tak disangka Diana datang ke kantornya dan membawa rantang berisi makanan untuk menemani suaminya makan malam nanti. Padahal Alvaro sudah melarangnya untuk datang ke kantor karena khawatir dengan keadaan sang istri. Tapi Diana yang merasa bosan seorang diri dirumah memaksa pergi ke kantor untuk membuang kejenuhannya.


"sayang,aku kan bosan di rumah sendirian cuma sama bi Ina sama bi Eni" rayu Diana coba mencegah Alvaro agar tidak memarahinya.


"kamu bawa makanan ?" tanya Alvaro melihat ada rantang di atas meja.


Diana hanya menjawab dengan anggukan kepala. Dia lalu duduk di sofa dan bermain sosial media menunggu suaminya menyelesaikan pekerjaannya.


30 menit berlalu,Alvaro sudah menyelesaikan sebagian pekerjaannya. Dia merapikan berkas dan kertas² yang tadi berserakan di meja,Diana bangkit dari duduknya dan membantu sang suami menyelesaikan pekerjaannya.


"aku siapin air hangat buat kamu ya ?" seru Diana sudah setengah berlari ke kamar mandi yang ada di dalam ruangannya.

__ADS_1


Ruang kerja Alvaro sudah layak disebut hotel,bagaimana tidak ? didalam kantor itu ada meja kerja,sofa empuk untuk bersantai ataupun menerima tamu yang datang ke kantor. Dibalik lemari berkas dan file ada ruangan khusus yang isinya terdiri dari sebuah springbed berukuran double size,lalu ada meja teater set lengkap dengan video karaoke dan mikrophone nya. Disana juga ada kamar mandi khusus yang dilengkapi dengan shower air panas juga bahtup untuk bersantai sejenak melepas penat selepas bekerja.


Setelah selesai memanaskan air untuk Alvaro,Diana memanggil suaminya dan beralih menyiapkan baju ganti untuk suaminya. Sembari menunggu Alvaro yang sedang bersih-bersih diri di kamar mandi,Diana menata makanan di atas meja. Menuang minuman ke dalam 2 gelas. Mereka makan malam bersama di kantor.


Waktu yang sama di tempat lain,Joseph dan Danu tiba di restoran. Danu menggendong seorang gadis cilik yang lucu rambut panjang di kuncir tinggi di belakang. Memakai gaun merah panjang dengan hiasan payet di sana sini.


Di dalam,Marina sudah menunggu kedatangan Joseph dan Danu,bersama Amelia yang berdandan secantik mungkin untuk dapat memikat seorang Danuarta. Ruangan dalam restoran itu dibuat lebih leluasa dengan memindahkan sebagian meja dan kursi ke ruangan lain.


"itu sepertinya mereka ma " seru Amelia melihat sebuah mobil warna hitam berhenti di depan restoran.


Marina bergegas melihat ke arah luar,ia pun mengajak putrinya turun untuk menyambut tamunya. Tapi langkah Amelia sedikit tertahan karena dia bertanya-tanya tentang siapa anak kecil yang digendong oleh Danu. Karena dirasa langkah Amelia lambat,Marina pun menyeret tangan putrinya,membuat Amelia sedikit terhuyung ke depan.


"Selamat datang,tuan Joseph dan nak Danu" sambut Marina disaat 2 orang tamunya mulai masuk di area restoran.


Danu bersikap biasa saja menerima penyambutan tersebut,dia hanya fokus ngobrol dengan putri kecilnya yang terus saja mengoceh sepanjang perjalanan. Tentu saja hal itu menjadi sebuah hiburan tersendiri untuk Danu yang memang menginginkan hadirnya buah hati dalam keluarganya. Begitupun Joseph yang sama menginginkan hadirnya seorang cucu yang akan meramaikan hari-harinya bersama sang istri. Namun semua hanya angan yang tak mungkin terwujud karena sang pujaan hati yang sudah lebih dulu berpulang.


"maaf bu Marina,kami membawa tambahan personil satu lagi" ucap Joseph sambil menangkupkan 2 tangannya di depan dada,diikuti oleh Danuarta yang turut sedikit menundukkan kepala meminta maaf.


" ach,tidak apa-apa pak...." gelak Marina seolah memaklumi tetapi dalam hati wanita itu mengumpat kesal karena itu berarti rencananya untuk mendekatkan Amelia dengan Danu akan sedikit terhambat karena kehadiran Elda disana.

__ADS_1


__ADS_2