Hanya Istri Di Atas Kertas

Hanya Istri Di Atas Kertas
Diatas Kertas #37


__ADS_3

"lalu kenapa kau sampai menangis seperti itu kalau memang tak menginginkan pertunangan diantara kalian ?" El membahas sikap Adam yang dirasa lucu


"tak mungkin aku bersikap biasa saja di hadapan pelayat yang mengenal kami sebagai calon pasangan" Adam membela diri


"tapi sikapmu terlihat lebay,apa kau tidak bisa sedikit wajar dan menangis layaknya pria ?" Elsifa menyunggingkan senyum dan itu membuat Adam sedikit gugup.


Adam menatap Elsifa yang tersenyum manis menggodanya,entah mengapa Adam merasakan sebuah perasaan aneh saat melihat ujung bibir milik sepupunya itu tertarik ke samping. Ada semacam getaran yang mengalir layaknya sengatan listrik dalam tubuh. Mengalihkan pandangannya karena pikirannya mulai ngaco.


"ada apa denganku ? tak seharusnya perasaan ini ada untuknya,tapi dari sekian banyak wanita yang hadir dalam kehidupanku belum ada satupun yang bisa menggetarkan hatiku. Mungkinkah aku sudah jatuh hati pada wanita ini ?" batin Adam enggan menatap wajah Elsifa.


...****************...


Malam hari,usai acara makan malam bersama Rendra. Danu mengajak adiknya itu mengadakan pesta kecil² an.

__ADS_1


"tak biasanya kau mengajakku minum bersama,aku merasa terhormat sekali" ungkapan terima kasih Rendra


"bukankah hubungan kita selama ini sedikit tidak baik,aku juga baru tau kalau istriku ternyata adalah gadis yang kau cintai"


Rendra mendelik ketika mendengar kakaknya mengakui Elsifa sebagai istrinya. Sedikit menggelikan kedengarannya. Sebuah perasaan yang diabaikan bahkan coba dicampakkan saat orang tersebut ada,tapi kemudian semuanya baru terasa saat dia sudah tak ada di sekitar kita.


Rendra menenggak minuman beralkohol yang dituang oleh Danu kedalam gelas kecil,rasa pahit dan sedikit panas tak ia pedulikan. Kalimat yang diucapkan oleh kakaknya membuat perasaannya kembali buruk,dia sudah berusaha menghapuskan perasaan yang tersimpan untuk gadisnya,tapi ternyata tak semudah yang ia perkirakan.


Danu terus menerus menenggak minuman beralkohol yang dipesannya pada seorang pelayan,perasaannya begitu kalut memikirkan nasib pernikahannya dengan Elsifa. Rendra melihat kakaknya seperti itu merasa sedikit iba,ia berniat mengatakan sesuatu yang mungkin akan membantu kakaknya itu.


"hentikan semua ini kak !" bentak Rendra


"aku tau ini sangat menyakitkan untukmu,tapu bukankah seharusnya ada hal lain yang harus kau lakukan untuk menyelamatkan pernikahanmu dengan Elsifa ?" Rendra begitu peduli pada kakak nya itu,walau ia tak tahu kalau diantara mereka sama sekali tak ada hubungan darah sama sekali.

__ADS_1


Danu mencoba memahami setiap perkataan yang diucapkan oleh Rendra. Dalam benaknya saat ini tak ada yang lebih penting selain bertemu dengan Elsifa untuk meminta maaf dan menebus segala kesalahan yang pernah ia lakukan pada istrinya itu. Kemudian berusaha memperbaiki hubungan mereka,dan mewujudkan cita² istrinya yang selama ini terdengar mustahil baginya.


"pergilah ke Kanada! "


"yang kau cari ada disana"


Sebelum Danu mabuk berat,Rendra mengajak kakaknya pulang . Ia sendiri yang mengantarkan kakaknya itu hingga masuk ke dalam kamar. Sebelum pergi Rendra meletakkan sebuah tiket pesawat tujuan Kanada di meja nakas. Tiket tersebut jadwal keberangkatan untuk besok malam,jadi Danu masih punya waktu untuk menetralkan kembali tubuh dan juga otaknya akibat pengaruh alkohol. Setelahnya Rendra pun meninggalkan rumah Danu setelah menyampaikan pesan kepada maid .


Sementara itu,Adam tengah berusaha membujuk Elsifa agar tak kembali ke Indonesia. Dia bahkan mengatakan akan sangat merindukan sepupunya itu kalau sampai Elsifa benar² jadi berangkat ke Indonesia. Tapi Elsifa tetap akan terbang hari itu juga.


"aku harus menyelesaikan urusanku disana,tak mungkin aku terus menghindarinya" batin El meyakinkan dirinya sendiri.


Masih ada sedikit harapan dihatinya untuk dapat memperbaiki kembali pernikahannya yang hampir kandas.

__ADS_1


Ditempat lain terlihat seseorang yang terus mengawasi Elsifa dari tempatnya dengan tatapan penuh dendam.


"kau harus membayar kematian putriku !" gumamnya melayangkan sebuah senyum penuh amarah pada Elsifa.


__ADS_2