Hanya Istri Di Atas Kertas

Hanya Istri Di Atas Kertas
Diatas Kertas #52


__ADS_3

Singkat cerita tahun demi tahun berlalu. Seorang gadis cantik dengan bodynya yang aduhai berkulit putih cerah,rambut coklat bergelombang,bibir mungil dengan lipstik merah merekah,mata setengah sipit tertutup bulu mata panjang yang lentik alami. Kaki nya yang berbalut sepatu boot panjang turun dari sebuah mobil sport berharga puluhan miliar.


Dengan satu tangannya ia menekan satu tombol yang otomatis menutup pintu mobilnya. Ia memakai sebuah kacamata hitam,kemudian dengan langkah yang panjang,gadis itu berjalan menuju sebuah universitas ternama di kota tersebut.


"Pagi miss Elsa ?"


"morning miss Elsa ?"


"pagi bu"


"pagi bu"


sapa para mahasiswa dan dosen disana ketika gadis cantik itu lewat di depan mereka.

__ADS_1


Gadis yang dipanggil miss Elsa itupun membalas sapaan mereka dengan senyuman yang sangat manis. Yang sudah pasti membuat siapa saja meleleh dengan senyuman itu. Elsa masuk ke dalam sebuah ruangan. Disana sudah ada 2 mahasiswa yang menunggunya. Ya,Elsa adalah seorang dosen muda di universitas tersebut.


Elsa berjalan mendekati meja kerjanya. Meletakkan tas yang sedari tadi diapit di lengan sebelah kiri,lalu dengan gerakan anggun membuka kacamata hitamnya. Maka nampaklah wajah ayu dengan hidung yang sedikit mancung bibir mungil merah merekah bak boneka barbie. Kemudian dia duduk di kursinya.


"ada perlu apa kalian datang kemari ?" tanyanya pada 2 mahasiswa yang sudah menunggunya entah sudah berapa lama.


"saya mohon bimbingan dari miss Elsa" salah satu dari 2 mahasiswa itu menjawab


"begitu ? lalu kamu ? apa keperluanmu menemuiku ? " Elsa mengangguk faham dan mengarahkan pandangannya ke mahasiswa yang lain.


Sejak dari awal masuk tadi mahasiswa ini sudah dibuat kagum oleh pesona Elsa yang lebih cocok disebut sebagai bidadari daripada manusia. Dia juga berpendapat kalau Elsa itu lebih cocok jadi model di atas catwalk atau penyanyi saja dibanding jadi dosen.


Elsa pun mulai memberikan sedikit pengarahan pada mahasiswa baru tersebut,dan setelahnya dia pun meninggalkan ruangan Elsa. Sedangkan mahasiswa yang satunya lagi akan diberikan jadwal bimbingan setelah melihat jadwal bimbingannya dengan mahasiswa lain.

__ADS_1


"hah...ada ada saja,hari masih pagi sudah ada 2 mahasiswa yang dengan sengaja menunggu ku" gumamnya dengan suara yang dapat didengar orang lain.


"memang sudah saatnya kamu mengganti statusmu " ucap seorang lelaki yang baru memasuki ruangannya. Elsa menatap kesal pada lelaki tersebut.


"itu sama artinya dengan aku menyerah kalah,selama ini aku menunggu bukan berarti aku mengharapkan dia,tapi jauh lebih ingin membuatnya merasakan apa yang dulu aku rasakan" ucapnya kesal.


"selama beberapa tahun melanjutkan studi di luar negeri aku selalu memantaunya, aku tau pasti kalau dia belum mau menyerah untuk mencariku dan bertekad untuk menemukanku " imbuhnya lagi.


Lelaki yang datang menemui Elsa melihat ke arloji yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Kemudian meletakkan sebuah paper bag ke atas meja Elsa. Membuat Elsa mengerutkan keningnya,heran.


"ini dari istriku,dia bilang pagi tadi kamu tak sempat sarapan karena ada urusan" ucap lelaki itu melihat raut penasaran Elsa. Elsa hanya menjawab sekenanya saja,tapi memang benar kalau yang terjadi memang seperti itu.


"terima kasih" ucap Elsa mengambil bungkusan berwarna coklat di atas mejanya.

__ADS_1


"sampaikan itu pada Diana nanti" ucap lelaki itu sambil membuka pintu ruangan Elsa yang kemudian menghilang setelah pintu ruangannya kembali tertutup.


__ADS_2