Hanya Istri Di Atas Kertas

Hanya Istri Di Atas Kertas
Diatas Kertas #45


__ADS_3

"orang suruhan saya berhasil melacak informasi tentang kehidupan nona Elsifa selama ini" Sandi meletakkan sebuah map di meja kerja Alvaro.


Alvaro melirik sekilas map tersebut untuk melanjutkan pekerjaannya,kemudian segera menutupnya dan beralih melihat isi map tersebut.


"orang tua angkatnya menetap di luar negeri dari beberapa tahun yang lalu,dan disitu juga ada beberapa bukti pernikahannya" sedikit penjelasan tersebut didengar secara seksama oleh Alvaro.


"kau tahu siapa suaminya ?" tanya Alvaro


"Danuarta Wiratama,direktur di kantor cabang pertama Wiratama grup. Wiratama grup dulunya pernah hampir bangkrut karena salah seorang karyawan kepercayaan yang telah menyelewengkan sejumlah dana dengan nominal cukup fantastis" keterangan Sandi cukup mendetail.


"Danuarta ?" Alvaro meminta penjelasan

__ADS_1


"iya,betul boss. Danuarta putra pertama dari Joseph Wiratama dengan seorang wanita di luar pernikahannya yang bernama Maria Prahes " jawab Sandi singkat


" Joseph,Prahes,Hadinata....kenapa aku menemukan sesuatu yang sepertinya janggal menurutku ?" gumam lelaki tampan itu.


"rumornya,Danuarta sendiri belum mengetahui kalau dia bukan anak kandung dari istri Joseph yaitu Dahlia Cortez" Sandi bersuara pelan di dekat telinga sang boss.


"sepertinya ini menarik" Alvaro menyunggingkan senyum miringnya,sepertinya boss muda itu sudah mempunyai sebuah rencana di dalam otak cerdasnya.


"Marah pun percuma,tak akan mengubah kenyataan kalau kamu adalah anakku Danu " ucap Maria lembut berusaha mendekati putranya,tetapi langsung ditepis oleh Danu.


"tidak mungkin,kamu pasti salah !"

__ADS_1


"Danu adalah anakku,aku yang sudah mengandungnya selama lebih dari 9 bulan,aku juga yang berjuang mempertaruhkan nyawa untuk melahirkannya,aku yang selalu mendampinginya di setiap momen tumbuh kembangnya hingga dia jadi seperti saat ini" omel Dahlia diselingi isak tangis pilu mengetahui kenyataan bahwa Danu bukanlah anak kandungnya. Wanita itu sangat emosi,tak henti-hentinya tangannya melayangkan pukulan-pukulan kecil tanda kemarahannya pada sang suami yang sudah tega menyakiti perasaannya.


"maafkan papi !" lirih Joseph mencoba menenangkan istrinya.


"kalau memang Danu bukan anakku,LALU KEMANA KAU MEMBAWA BAYI YANG KULAHIRKAN SAAT ITU,huuu huuu huuu " Dahlia histeris dalam tangisnya.


Wanita itu menggoyang goyangkan tubuh Joseph yang kini tengah menundukkan kepalanya karena merasa sangat bersalah.


"bayi kita meninggal sebelum dokter sempat melakukan tindakan,mereka bilang calon bayi kita keracunan air ketuban" penjelasan Joseph membuat tubuh Dahlia melemah seketika. Otot-otot yang menopang tubuhnya seakan tak lagi kuat menahan berat tubuhnya,wanita itu merosot tak sadarkan diri dan terjatuh begitu saja. Joseph pun segera mengangkat tubuh istrinya dan membawanya ke luar kamar.


"pak Mamat !! kita ke rumah sakit sekarang !! ayo cepat !!" perintah Joseph pada sopirnya.

__ADS_1


__ADS_2