Hanya Istri Di Atas Kertas

Hanya Istri Di Atas Kertas
Diatas Kertas #38


__ADS_3

Setelah menempuh hampir 23 jam perjalanan udara yang begitu melelahkan,Elsifa akhirnya sampai di Indonesia. Ia meminta bantuan customer care bandara untuk mencarikan sebuah kendaraan yang akan mengantarkannya ke rumahnya,karena ia sudah terlalu lelah.


"mobil untuk anda sudah siap nona,kami akan membantu membawakan barang anda dan menaikkannya ke dalam mobil" ucap seorang lelaki.


Elsifa bangkit dari duduknya lalu berjalan mengikuti pria yang mengangkut barang²nya dengan menggunakan sebuah troli menuju sebuah mobil yang sudah disediakan. Kemudian mobil pun melaju setelah Elsifa masuk ke dalamnya.


Sebuah mobil yang ditumpangi oleh Danu berpapasan dengan mobil yang membawa Elsifa didalamnya ketika mobil yang membawa Elsifa berada di jalur keluar bandara,sedangkan mobil Danu berada di jalur masuk bandara.


Tak lama berselang,mobil hitam dengan 1 penumpang pria tampan dengan pakaian kasualnya telah sampai di bandara,segera ia pun melakukan berbagai prosedur sebelum keberangkatannya. Mulai dari pemeriksaan paspor,cek tiket,boarding pass,loading,dan lain².


"ini kan kepunyaan nona yang tadi,sepertinya ketinggalan" kata seorang petugas membawa sebuah tas kecil milik seseorang.


Danu yang sudah selesai melakukan pemeriksaan memilih duduk di ruang VIP tak sengaja melihat gantungan kunci yang sama persis dengan milik istrinya. Sebuah gantungan kunci yang terbuat dari resin dengan miniatur pelaminan didalamnya. Danu pun bergegas berlari menemui petugas tersebut.

__ADS_1


"tunggu !!" ucapnya ketika baru berhasil mencegah petugas tersebut pergi.


"ada apa,apa yang bisa saya bantu ,Pak?" tanya petugas tersebut ramah menyunggingkan sebuah senyum.


"itu barang milik istriku" sambil menunjukkan sebuah gantungan kunci yang sama .


Petugas itu pun menyerahkan tas yang berada di tangannya kepada Danu,kemudian pergi meninggalkan Danu setelah mengatakan kalau pelanggannya tersebut baru keluar dari bandara sekitar 30 menit yang lalu,itu artinya belum lama.


Disisi lain Elsifa telah sampai di rumah sakit untuk menemui sahabat sekaligus dokter pribadinya yaitu Hanifa. Tapi ternyata jadwal dokter bertubuh mungil tersebut sedang kosong,sehingga El pun sedikit kecewa.


"cepat pak !!" perintahnya dengan penuh emosi. Ia yakin saat ini El sudah sampai dirumahnya.


Danu ingin segera sampai dirumah dan segera bertemu dengan wanita yang sangat dirindukannya beberapa hari terakhir ini. Lelaki itu terus saja memainkan gantungan kunci yang menggantung di tas milik istrinya.

__ADS_1


Secara tak sengaja El bertabrakan dengan seorang wanita paruh baya,setelah saling meminta maaf keduanya menuju meja yang berbeda dan duduk di tempat masing². Si wanita paruh baya sepertinya mengenali Elsifa,sedangkan El tidak.


"ada apa nyonya ?" tanya seorang lelaki yang selalu berada di sampingnya.


"kau lihat gadis itu ?" tunjuknya menggunakan dagunya.


Tampak disebuah meja tak jauh dari tempat mereka sedang ada seorang gadis duduk menikmati minuman dingin,dengan beberapa kudapan kecil menemani. Beberapa koper besar tampak berdiri didekatnya.


Lelaki berpakaian rapi dengan kemeja warna abu² itu memperhatikan Elsifa dengan seksama. Ia pun mengingat sesuatu,dan mengenali orang yang ditunjuk oleh atasannya.


"dia nona Elsifa,istri pertama tuan Danu. Dia menantu anda" bisik lelaki sedikit mendekat di samping wanita yang ternyata adalah ibu kandung Danu.


Wanita bernama Maria itu sontak menoleh ke arah Elsifa,kemudian memperhatikan setiap gerak geriknya. Terlihat sangat anggun dan cantik.

__ADS_1


"Danu sudah menikah,kenapa Joseph tak pernah bercerita tentang hal ini dariku ? itu artinya usahaku menjodohkan putraku dengan putri tunggal pengusaha kaya raya tuan Dharma terancam gagal" sungut Maria kesal.


__ADS_2