
Alvaro menepati janjinya untuk menemani Elsifa seharian. Dia bahkan membatalkan acara kencannya dengan Diana sang istri,beruntung Diana adalah istri yang sangat pengertian kepada suaminya. Tak terasa hari sudah sore,sedari tadi Alvaro belum makan. Dia hanya meminum beberapa kaleng minuman sereal untuk mengganjal perutnya. Dia tidak mau sedikitpun beranjak dari dekat saudara kembarnya. Padahal Elsifa yang sudah sadar berkali-kali bilang untuk tidak terlalu mengkhawatirkannya.
"Alvaro Hadinata,sebaiknya kau pulang saja dan temui istrimu !! kasihan dia seorang diri dirumah" ucap Elsifa dengan nada suara yang masih terdengar cukup lemah.
Tapi Alvaro enggan menuruti perkataan Elsifa.
"Diana izin padaku untuk menginap di rumah saudaranya malam ini,dia bilang rindu pada saudaranya itu" Alvaro beralasan agar tak diusir oleh nona beku tersebut.
Nona beku adalah julukan dari karyawan di kantor Alvaro yang sudah mencoba mendekati gadis itu tetapi usaha mereka tak sedikitpun membuahkan hasil,minimal direspon pun tidak sama sekali. Elsifa benar-benar menutup hatinya untuk orang lain.
Sementara itu,di sebuah cafe duduk seorang wanita cantik berbodi seksi aduhai. Disampingnya ada seorang lelaki yang melingkarkan satu tangannya di pinggang ramping si wanita.
__ADS_1
"kau cantik sekali malam ini ?" ucap si pria yang tak henti menatap penampilan wanita yang ada dihadapannya memuji.
"kau bisa saja,Adam" wajah wanita itu sudah memerah.
Tangan Adam mulai liar melancarkan aksinya. Terlebih pakaian yang dikenakan wanita itu terdapat beberapa lubang di beberapa bagian. Adam pun bisa dengan bebas mengarahkan tangannya ke lokasi yang tentu saja bisa membuat wanita itu terbawa nafsu.
Menyadari kalau teman wanitanya mulai terpancing oleh aksi nakal tangannya,Adam pun segera menghentikan aksinya lalu berbisik tepat di telinga gadis itu.
"sepertinya kita akan lanjutkan ditempat lain" wanita itu langsung faham,dia segera turun dan mengikuti langkah kaki Adam.
Dilain tempat,di dalam sel tahanan. Maria terus saja merasa marah karena sang pengacara yang tak juga menemuinya untuk membelanya.
__ADS_1
"kemana perginya lelaki bre****k itu ?" umpatnya dalam hati.
Sepanjang hari wanita itu tak henti mengumpat siapa saja,bahkan petugas yang berjaga pun tak luput dari kekesalannya karena seolah tak ada seorang pun yang peduli padanya. Sudah 2 malam dirinya tidur hanya beralaskan tikar tipis di balik jeruji besi dengan suasana yang panas. Padahal biasanya ia tidur diatas ranjang yang empuk dan nyaman dengan udara yang sejuk di dalan kamar yang bercahaya redup. Tentu saja itu membuat tubuhnya terasa sakit semua.
Kembali ke Elsifa,perempuan itu kini sudah tertidur lelap karena pengaruh obat yang tadi ia minum. Alvaro masih tetap berada di sana menemani saudari kembarnya. Menurut dokter adik kembarnya itu bisa pulang cepat kalau keadaannya semakin membaik. Dokter menyarankan agar pasien lebih banyak waktu untuk istirahat agar kondisinya segera pulih dan cepat bisa pulang.
"sayang ?" Diana masuk ke dalam kamar inap Elsifa. Dilihatnya adik iparnya itu sudah tidur,sementara suaminya duduk bersandar di sofa yang ada dalam ruangan itu dengan pandangannya yang mengarah ke langit-langit ruangan.
Alvaro sedikit terkejut ketika Diana menyenggol lengannya.
"kenapa kau kemari ?" tanya Alvaro
__ADS_1
"aku khawatir padamu,bisa jadi kamu belum makan" sahutnya mengungkapkan kekhawatirannya.
"jangan sampai kamu abai dengan kondisi kesehatanmu sendiri demi untuk menjaga adikmu yang sedang sakit,lalu kamu sakit" nasihatnya pada Alvaro.