
"sudah cukup,hentikan !"
"turun dari atas tubuhku sekarang !"
perintah seorang pria merasa jengah. Wanita yang berada di atas tubuh pria itu pun berpindah duduk di samping prianya. Kemudian membenahi pakaiannya dan merapikan penampilannya.
Si pria menyodorkan beberapa lembar uang ratusan ribu ke pada wanita yang langsung di sambut dengan senyum sumringah kemudian wanita itu keluar dari mobil dan meninggalkan pria yang hanya menutupi tubuh polosnya dengan selembar kain tipis.
"lain kali kalau kamu butuh dipuaskan,jangan sungkan untuk hubungi aku lagi sayang " ucap wanita itu sebelum menutup pintu dan berlalu pergi.
Sandy hampir kehilangan jejak Elsifa,beruntung pengemudi ojek seperti tahu arah taksi yang mereka kejar.
"sepertinya mereka ke arah pantai pak" ucap pengemudi ojek pada Sandy yang mulai frustasi karena kehilangan targetnya,Sandy pun mengikuti saja kemana arah motor yang ditumpanginya sesuai perkiraan si pengemudi.
__ADS_1
Dan benar saja,setelah melewati jalan setapak akhirnya motor mereka sampai di sebuah pantai,dan melihat Elsifa yang baru turun dari sebuah taksi. Sandy menyodorkan selembar uang berwarna biru dan menepuk pelan punda pengemudi ojek sebagai kode terima kasih dan menyuruhnya segera pergi dari sana.
Lain halnya dengan Elsifa,gadis itu segera pergi meninggalkan taksi tanpa menggubris sang supir yang terus saja memanggilnya karena gadis itu lupa belum membayar jasa taksi yang ia gunakan barusan.
"ada apa pak ?" tanya Sandy terus memperhatikan gerak-gerik Elsifa sambil memberikan selembar uang ratusan ribu pada supir taksi yang masih saja mengumpat Elsifa.
...****************...
Tak terasa hari beranjak semakin sore,tetapi tangis wanita cantik bernama Elsifa itu tak juga mereda. Entah mengapa Sandy merasa sakit melihat cucuran air mata yang terus mengalir di pipi gadis itu,hendaknya ia menghapus jejak kristal bening itu tetapi dia sadar kalau dia bukan siapa-siapa bagi Elsifa.
...****************...
Joseph tergesa pergi ke rumah sakit saat mendapat kabar dari rumah sakit kalau keadaan Dahlia semakin drop,padahal sorenya Rendra memberitahukan kalau kondisi istrinya itu sudah berangsur membaik dan kalau tidak ada masalah serius bisa cepat pulang.
__ADS_1
Jadwal meeting dengan beberapa klien terpaksa dibatalkannya,padahal itu adalah proyek penting bagi perusahaannya. Orang kantor dibuat kelimpungan karena telepon di kantor tak henti berdering karena komplain dari beberapa perusahaan yang merasa dirugikan akibat tindakan Joseph yang membatalkan pertemuan mereka secara sepihak,bahkan membatalkan rencana kerjasama mereka.
Sampai dirumah sakit,turun dari mobilnya Joseph segera berlari menuju ruangan VIP tempat istrinya dirawat. Didepan kamar ada Rendra dan Hanifa yang sudah menunggu dengan cemas saat ibu mereka dalam penanganan medis.
"mami,pi" Rendra menyambut sosok pria dewasa yang terengah itu dengan pelukan dan sedikit tepukan di punggungnya.
"bagaimana keadaan mami kalian ?" Joseph melihat ke arah kamar inap Dahlia.
"tadi......" Rendra menjelaskan bagaimana awalnya keadaan Dahlia sampai drop.
Belum sampai Rendra menyelesaikan kalimatnya,ruangan terbuka. Seorang dokter keluar dengan wajah yang lesu dan seperti penuh penyesalan.
"bagaimana kondisi istri saya,dok?" sambut Joseph tak sabar
__ADS_1
Dokter tersebut sedikit menurunkan masker yang menutupi sebagian wajahnya. Hahh,terdengar helaan nafas dari wanita yang memakai jas kedokteran.
"kami sudah berusaha sebaik mungkin,tapi yang Maha Kuasa berkehendak lain,nyonya Dahlia sudah meninggalkan kita" sontak saja tubuh gagah seorang Joseph Wiratama lunglai seakan tak bertulang.