Hanya Istri Di Atas Kertas

Hanya Istri Di Atas Kertas
Diatas Kertas #54


__ADS_3

Angin semilir berhembus menerpa,menambah kesejukan malam. Di tepi pantai,duduk bersandar seorang diri wanita cantik di sebuah kursi panjang. Matanya yang indah menatap ke atas langit malam yang bertabur bintang. Kepingan kenangan demi kenangan menghiasi benaknya. Kenangan saat dulu dia terpaksa menikah,kemudian merasakan rumah tangga yang tak semestinya. Seiring berjalan waktu,ada sebenih rasa yang tumbuh dihatinya. Namun ia harus merasakan kepedihan karena perasaannya tak berbalas. Suami yang ia sayangi dan cintai justru terus menerus menjadikannya tameng perlindungan ketika terjadi prahara. Hingga dirasa lelah melanda hati,maka dia putuskan pergi dari kehidupan lelaki yang telah menjadi suaminya.


"mungkin sudah saatnya aku meminta kejelasan pada mas Danu" El sedikit mengangkat punggungnya yang berada di sandaran. Kemudian dia mengambil hp nya dari dalam tas yang dia letakkan di kursinya.


Tangannya yang lentik dengan terampil sangat cepat mengetik huruf demi huruf yang ada di layar hp. Dalam sepersekian detik kemudian sebuah notifikasi masuk yang memberitahukan kalau pesan sudah berhasil dikirim. Baru akan memasukkan kembali hp ke dalam tas,suara seseorang memanggilnya.


"Elsifa !!"


"kamu kah itu ?"


Elsifa mengarahkan pandangannya ke arah suara. Betapa terkejutnya wanita itu melihat siapa yang dilihatnya. Belum lenyap rasa terkejutnya ditambah tubuhnya yang tiba-tiba mematung karena mendapat pelukan yang sangat erat dari lelaki yang memanggilnya.


Aku sangat merindukan pelukan ini,ini pelukan yang sangat aku inginkan dari dulu. Pelukan penuh kasih dari seorang suami kepada istrinya.

__ADS_1


Mas Danu !! apakah arti pelukan ini ?


apakah perasaanku sudah mendapat balasan darimu,apakah cintaku sudah mendapat sambutan darimu ?


hingga tanpa kau sadari alam menuntun langkahmu dan menemukanku disini ?


Tanpa sadar tangan Elsifa membalas pelukan tersebut,matanya secara reflek menutup menikmati hangatnya pelukan yang sangat dia dambakan sejak bertahun-tahun lamanya. Butiran air mata satu persatu jatuh membasahi pipi hingga melewati bibir indahnya.


Danu menatap lekat wanita yang baru saja dia peluk tadi,kemudian memberikan sebuah kecupan mesra di kening wanita itu. Tanpa disadari El memejamkan matanya meresapi kehangatan sebuah kecupan dari seorang lelaki yang menjadi cinta pertamanya. Danu lah lelaki yang sudah mengambil cinta pertama di hati Elsifa,walau bukan Elsifa cinta pertama lelaki itu. Tak cukup hanya kecupan,tubuh Elsifa meremang ketika lagi-lagi tubuhnya berhimpitan dengan tubuh Danu karena lelaki itu kembali merengkuhnya ke dalam pelukannya.


Untuk waktu yang cukup lama,keduanya sama-sama dalam posisi berpelukan,melepaskan segenap rasa yang telah lama terabaikan. Hingga El melepaskan pelukannya karena menyadari sesuatu yang tak seharusnya. Danu menatap heran perubahan raut wajah Elsifa yang seolah menyiratkan kekecewaan.


"terima kasih untuk pelukannya mas,aku rasa cukup sampai disini. Aku bukan siapa-siapa lagi bagimu. Karena aku tahu sudah ada wanita lain dihatimu" Elsifa bangkit dan berjalan menjauh.

__ADS_1


Danu tak mengerti apa maksud pembicaraan istrinya itu. Tapi kemudian ia merasakan getaran dari dalam saku celananya.


*aku menyerah atas perasaanku yang tak pernah mendapat sambutan*


*aku ikhlas dan rela berpisah dari mu*


*selamat tinggal mas Danu,selama 6 tahun bersamamu cukup membuatku bahagia*


Danu berlari mencari Elsifa yang sudah berjalan menjauh. Kemudian memeluk erat wanita yang kini sudah mencuri hatinya tanpa ia sadari sejak kapan perasaan itu muncul.


"aku gak akan melepasmu lagi setelah sekian lama aku mencari dan menanti kan mu" Danu berhasil mencegah Elsifa yang hampir akan masuk ke dalam mobilnya.


"bukankah kamu sudah bahagia bersama keluargamu ?" Elsifa memalingkan muka mengingat seorang anak kecil di rumah Danu,ia yakin betul itu adalah anak Danu, walau ia sendiri belum tahu pasti anak Danu dengan wanita mana ?

__ADS_1


__ADS_2