
Elsifa pulang ke rumah dengan suasana hati tak menentu. Diana melihat raut wajah iparnya mencoba mendekat dan berusaha untuk menenangkan.
"El...ada apa denganmu ?" tanya Diana meraih wajah Elsifa yang terlihat lesu.
"aku bertemu mas Danu" Elsifa merebahkan tubuhnya di atas sofa panjang di ruang tengah.
"Danu....Danuarta suamimu ?" Diana memastikan,dan sebuah anggukan kecil diberikan Elsifa.
"lalu ?" Diana antusias ingin mendengar kelajutan cerita adik iparnya.
Dengan malas Elsifa menceritakan dari awal sampai akhir pertemuannya yang tak terduga malam itu di pantai hingga sepakat bertemu di cafe,tak ada sedikitpun peristiwa yang terlewatkan diceritakan oleh Elsifa. Dan Diana mendengarkan dengan seksama sambil sesekali mengangguk-anggukkan kepalanya. Tanpa mereka sadari ternyata Alvaro sudah pulang.
__ADS_1
"Aku pulang !!" teriak Alvaro ketika masuk rumah. Mendapati kedua wanita yang disayangi sedang berada di ruang tengah dengan Elsifa yang tiduran di sofa,sedangkan istrinya duduk di dekat kaki adik kembarnya.
Alvaro hendak menyuruh Elsifa masuk kamar tapi dengan sigap Diana menahan langkah Alvaro agat tak menganggu adiknya itu.
"biarkan dulu dia!" Diana meraih tas kerja sang suami.
"sebaiknya kita ke kamar saja" ajaknya seraya menggandeng tangan Alvaro dengan mesra,sedangkan yang digandeng sendiri hanya pasrah dengan perlakuan wanita yang belum satu tahun yang lalu diperistrinya.
Pasangan itu pun berjalan beriringan dengan tangan yang tak lepas hingga menghilang di balik pintu kamar yang berada di lantai 2. Sedangkan Elsifa tertidur di atas sofa ruang tengah. Mungkin karena terlalu lelah dengan semua kejadian yang menimpanya hari ini,bukan raganya yang merasa lelah tapi hatinya yang letih dan mulai jenuh karena merasa memperjuangkan cinta seorang diri.
"saat Putra sadar nanti kita harus segera pergi dari sini" ucap seorang pria,ayah dari anak laki-laki yang tengah terlelap karena efek obat bius.
__ADS_1
Anak laki-laki itu adalah anak dari pria yang menyamar jadi OB di perusahaan milik Alvaro. Alvaro menjamin semua biaya operasi anaknya kalau dia mau bekerja sama dengan mengatakan siapa orang yang sudah menyuruhnya. Tak sampai disitu,Alvaro juga menjamin keselamatan mereka hingga mereka pergi ke tempat yang jauh lebih aman untuk mereka.
Disampingnya seorang wanita muda dengan rambut panjang sebahu menatap penuh iba sekaligus lega pada putra satu-satu nya yang masih belum sadarkan diri dari balik kaca yang memisahkan mereka.
"apa tidak bisa menunggu sampai besok saja ?" tanya wanita itu sudah berbalik membelakangi kaca.
"semua demi keselamatan kita bersama" jawab si pria meyakinkan
"tapi...."
"kita akan pergi ke tempat yang jauh,tempat yang akan memberikan kita kehidupan yang lebih baik" jelasnya memotong kalimat istrinya.
__ADS_1
Sedang disisi lain, seorang wanita paruh baya yang biasa dipanggil mami Maria oleh anak buahnya nampak sangat marah. Wanita dengan dandanan menornya itu mengamuk di dalam ruangan pribadinya dalam bar miliknya .
Ya,Maria adalah orang yang membayar OB gadungan untuk menghancurkan Alvaro. Tapi dia harus kecewa karena orang yang sudah dibayar mahal justru malah mengkhianatinya dan mengatakan semua pada Alvaro tentang rencana busuknya.