Hanya Istri Di Atas Kertas

Hanya Istri Di Atas Kertas
Diatas Kertas #65


__ADS_3

"kumohon,jangan kenapa-napa. Aku sudah cukup bahagia kau kembali,jadi jangan pergi lagi !" ucap Sandy sambil menggenggam erat tangan Elsifa seraya memejamkan matanya.


Pada saat itu,Elsifa terbangun. Dia merasa tangannya digenggam oleh seseorang,dia fikir orang itu mungkin Alvaro atau Danu tapi justru Sandy.


"kenapa dia menggenggam tanganku seperti ini,seperti orang baru menemukan sesuatu yang hilang" batin El bertanya-tanya.


Sandy segera membuka matanya ketika mendengar Elsifa melenguh. Dilihatnya Elsifa yang meringis kesakitan. Maka Sandy segera berlari memanggil dokter agar segera memeriksa keadaan Elsifa.


Beberapa saat kemudian dokter pun datang dan segera melakukan tugasnya. Elsifa kembali mendapatkan suntikan,sehingga gadis itu pun kembali tertidur.


"pasien baik-baik saja,tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Saya hanya menyuntikkan penenang agar pasien istirahat total. Kalau begitu saya permisi" dokter pun pergi meninggalkan Sandy juga Elsifa.


Setelah memastikan keadaan Elsifa baik-baik saja,Sandy segera meninggalkan saudara kembar atasannya sendiri di ruang perawatan.


Flashback off

__ADS_1


"ada perlu apa dengan Sandy,El ?" tanya Alvaro ketika Elsifa masuk ke dalam rumah.


"aku hanya ingin minta tolong untuk urus berkas perceraianku,tapi sepertinya pak Sandy sedang sibuk" sahut Elsifa dengan malas lalu berjalan masuk kedalam kamarnya.


Alvaro hanya bisa diam memandangi punggung adiknya yang kini sudah menghilang di balik pintu kamarnya.


Disisi lain,


Setelah mengisi perutnya yang kosong,Danu segera kembali ke kamar sang mami. Niatnya ingin menanyakan ada hubungan apa Elsifa dengan kliennya Alvaro,dan sedang apa mereka di rumah sakit tersebut. Tapi tanya dalam benak pria itu sepertinya tak akan terjawab karena saat dia kembali dari kantin ternyata kamar VIP tempat El dirawat tadi sudah dalam keadaan kosong.


Sementara itu,


Sandy sedari tadi tidak bisa fokus karena terus kefikiran Elsifa. Dia terus saja teringat tanda lahir milik Elsifa. Tanda lahir yang sama dengan milik seorang anak perempuan yang menyelamatkan nyawanya dulu.


"apa dia anak kecil waktu itu ?" monolog Sandy

__ADS_1


"kalau iya,aku berjanji akan membalas perbuatannya dulu" imbuhnya lagi.


Suara ketukan pintu membuat Sandy tersadar dari lamunannya. Sekretaris datang mengatakan kalau kliennya sudah datang dan saat ini berada di loby. Setelahnya wanita bernama Sandra itu pun keluar dari ruangan Sandy. Sandy bergegas keluar untuk menemui kliennya dari Hongkong.


Pertemuan dengan klien akhirnya selesai setelah hampir 2jam,mereka membahas proyek kerjasama diselingi candaan yang membuat pembahasan kerjasama mereka terasa sedikit lebih menyenangkan.


Tak terasa hari beranjak sore,sepulang kerja Sandy menyempatkan diri mengunjungi makam kedua orang tuanya. Ya,kedua orang tua Sandy meninggal dalam kecelakaan pesawat sewaktu dia kecil dulu.


"ma,pa. Maaf, Sandy baru mengunjungi kalian" Sandy meletakkan buket bunga diatas pusara kedua orang tuanya lalu memanjatkan doa setelah menyirami dengan air.


Asisten Alvaro itu bercerita di depan 2 makam seperti sedang mengobrol dengan 2 orang hidup,dengan sesekali menanyakan kabar dan meluapkan kerinduannya.


"sepertinya aku sudah menemukan peri kecilku dulu ma,pa." terukir sebuah senyuman di bibirnya membayangkan peristiwa masa lalu nya.


"tapi,aku jadi ragu. Apa tuan Alvaro akan setuju dengan hubungan kami ?" Sandy sedikit meragu,apalagi dia juga tahu kalau Elsifa bukan seorang single tapi dia adalah istri dari seorang lelaki.

__ADS_1


__ADS_2