
"kau sungguh yakin kalau saudara kembarku adalah gadis yang kau cari selama ini ? Alvaro mencari kebenaran dari ucapan Sandy tentang sosok Elsifa kecil yang menurut asistennya adalah sosok malaikat penolongnya dulu.
Sandy mengangguk yakin,ia bahkan menunjukkan sebuah foto anak kecil yang sedang bermain dengan boneka beruangnya di sebuah bangku taman. Alvaro mengingat foto itu adalah saat Elsifa merasa kesal karena tak diizinkan ikut mengejar layang-layang seperti dirinya,lalu sepulang dari mengejar layangan justru Alvaro mendapat marah dari kedua orang tuanya.
Sandy memang pernah bercerita pada Alvaro kalau dulu dia dan ibunya pernah hampir celaka kalau saja Elsifa tidak bertingkah yang menarik perhatian mereka. Semenjak saat itu,Sandy kecil terus mendatangi tempat tersebut untuk mengintai malaikatnya. Sampai pada suatu kecelakaan hebat yang merenggut nyawa kedua orang tuanya,membuat Sandy berduka dan sempat melupakan malaikat penolongnya.
"kalian sedang ngobrolin apa sih ?" tegur Elsifa yang baru saja pulang dari kegiatan belanjanya. Beberapa paper bag tertenteng di tangannya ia letakkan di sofa.
Alvaro dan Sandy saling pandang heran melihat belanjaan perempuan yang baru mereka omongkan sangat banyak.
"kenapa kalian menatapku seperti itu ?" tanyanya menyadari tatapan dua lelaki di depannya yang terlihat penuh tanya.
__ADS_1
"aku mau liburan untuk waktu yang lama,jadi aku harus siapkan segala sesuatunya " ucapnya sambil mendudukkan tubuhnya di atas sofa disamping barang belanjaannya.
"lagipula pengajuan cuti mengajarku sudah disetujui oleh dewan rektor"imbuhnya lagi seraya memainkan benda pipih di tangannya.
"aku rasa kau memang butuh sedikit penyegaran setelah berpeluh dengan segala masalah di kehidupanmu" ungkap Alvaro memahami.
"bagaimana kalau kalian liburan bersama ?" tambah Alvaro memancing reaksi dua orang di depannya. Sandy dan Elsifa saling pandang,kemudian El yang memicingkan mata menatap tajam ke arah Alvaro.
Sandy menggeleng pertanda tak mau,tapi Alvaro sudah lebih dulu memaksa dengan bilang tak mau ada penolakan,membuat 2 orang tersebut hanya bisa mendengus kasar.
Diwaktu yang sama,dilain tempat.
__ADS_1
Hakim baru saja menjatuhkan hukuman bagi seorang terdakwa beberapa kasus kriminal mulai dari penipuan,penyuapan,pencucian uang,sampai ke pencemaran nama baik. Maria tertunduk lesu tanpa bisa melawan apapun keputusan sang hakim.
Setelah palu diketuk,dan sidang pun berakhir. 2 orang petugas membawa Maria ke dalam ruang hukuman. Petugas mengunci ruangan yang disekat teralis besi,segera Maria merebahkan tubuhnya di atas tikar coklat yang cukup tipis.
"kembalilah kemari pa,bawa aku dari sini,aku tak mau dia merenggut mahkotaku,aku janji menuruti apapun kemauan papa,tapi jangan suruh aku melayani teman ayah ini" Maria mengigau dalam tidurnya.
Rekan satu sel Maria segera memanggil petugas yang berjaga begitu menyentuh dahi rekannya yang terasa panas.
"astaga,dia demam. Bu,tolong !!" pekiknya panik.
Tak lama petugas pun datang dan segera membawa Maria ke klinik untuk mendapat penanganan medis.
__ADS_1
Masa lalu buruk yang sudah dikuburnya dalam-dalam kembali muncul di kepalanya. Awal mula hancurnya masa depan yang sudah diuntai dengan indah dengan harapan kesuksesan dan kebahagiaan harus dibuang jauh karena ayah angkatnya. Orang yang sudah dianggapnya berjasa justru dengan tega menjatuhkan harapan dan cita-citanya dengan menjualnya kepada koleganya.