Hanya Istri Di Atas Kertas

Hanya Istri Di Atas Kertas
Diatas Kertas #93


__ADS_3

"Sial,gagal semua rencanaku" geram Marina yang dibuat kesal karena usahanya untuk mendekatkan Amelia dengan Danu di acara dinner yang ia buat gagal total,semua karena Danu tak pernah lepas sedikitpun dari putri kecilnya.


Tak hanya itu,opsi lain juga gagal ia lancarkan karena Joseph pun juga sama selalu mengajak sang cucu angkat bercanda bersama.


Amelia bisa melihat kalau sang mama sangat marah karena rencananya gagal total. Tapi,wanita muda itu tak ambil pusing karena diam-diam dia punya rencana lain untuk bisa tetap mendapat apa yang ia inginkan dengan caranya sendiri. Karena memang dari awal dirinya memang tak ingin terlibat dalam satu hubungan khusus yang membuatnya tidak bisa bebas mencari kesenangan di luar sana.


"mama ngapain sih marah-marah gak jelas gitu ?" Amelia menghisap dalam nikotin dari sebatang rokok yang diapit mulutnya lalu menghembuskan asap tebal dari hidung juga mulutnya.


Marina mendengus kesal karena putrinya itu seolah tak mengerti dengan tujuannya mengundang dua pria tadi dalam acara makan malam. Dia juga kesal karena semua rencana yang sudah ia susun sedemikian rupa tak sedikitpun bisa terlaksana.


"ini semua karena be****h kecil itu" geram Marina menggerutukkan gigi-giginya di dalam mulut yang tertutup rapat.


Sudah lebih dari 2 bulan Elsifa dan Sandy hidup di hutan dengan mengandalkan apapun yang bisa mereka temukan untuk mereka makan setiap hari. Mereka sudah sama-sama mencari cara agar bisa keluar dari hutan itu tapi usaha mereka sia-sia karena tak pernah terdengar 1 pesawat pun yang terbang di atas hutan tersebut.


"berdasarkan coretan di dinding ini,kita sudah 2 bulan lebih ada di sini,tapi kita masih belum mendapatkan cara agar kita bisa keluar dari sini. Apakah kita akan selamanya terjebak disini ?" tanya Elsifa pada Sandy yang baru selesai mengupas buah yang ia dapatkan dari hutan.


"aku ingin pulang ke rumah,bertemu dengan Alvaro dan juga Diana,apalagi yang aku dengar saat berangkat ke Perancis dulu kalau Diana sedang hamil,pasti sekarang perutnya sudah semakin membesar. Aku jadi pengen cepet pulang ke rumah" rengeknya menambahi perkataannya tadi.


"memangnya kamu gak ingin pulang ?" tanyanya dengan dagu yang terangkat.


Bukannya menjawab,Sandy malah menatap Elsifa dengan tatapan yang sangat sulit dijelaskan hingga membuat gadis itu salah tingkah sendiri. Sandy menyadari kalau gadis yang ada di hadapannya mulai tak nyaman dengan tatapan yang dia berikan,dia lalu berdiri dan meraih Elsifa dan membawa ke dalam pelukannya.

__ADS_1


Elsifa terdiam,dia tak menolak diperlakukan seperti itu oleh Sandy. Tak bisa dipungkiri ada rasa nyaman yang hadir.


"orang yang aku tunggu sejak dulu sudah ada di sini,dalam dekapanku" Sandy bicara dengan pandangan yang terarah fokus ke depan,teringat saat dulu Elsifa kecil yang harus celaka karena berusaha memperingatinya dengan almarhum ibunya dulu.


Elsifa membola,lalu mendongakkan kepalanya memandang wajah Sandy yang tepat berada di atas wajahnya. Dia baru saja mengenal laki-laki itu,tapi laki-laki itu malah bilang kalau orang yang ditunggunya sejak dulu,apa benar aku dan dia pernah berhubungan di masa lalu,kenapa aku tak bisa mendapatkan memory itu ?


Sandy menangkup wajah Elsifa kemudian mengecup kening gadis itu berkali kali dan Elsifa pun reflek memejamkan mata merasakan nyaman mendapat hujan kecupan dari sosok laki-laki yang diam-diam sudah membuatnya nyaman dan merasa terlindungi.


Rasa nyaman itu didapatkan karena Sandy yang selalu bertindak sopan dan tak banyak mengeluh dengan sikap Elsifa yang kadang suka cengeng dan menangis setiap rindu pada Alvaro dan orang-orang yang dia sayangi.


"tunggu,lepas !" Elsifa berusaha melepaskan diri dari pelukan Sandy yang dirasa semakin erat seolah tak ingin melepaskan.


"maaf" lirih Sandy perlahan melepaskan dekapannya pada Elsifa.


Elsifa masih belum mengerti maksud perkataan Sandy,seolah dia benar-benar bersyukur terdampar di sebuah hutan hanya berdua bersamanya.


"jadi kamu seneng terdampar di dalam hutan ini,gitu ?" seru Elsifa seolah tak percaya.


Didunia ini aku tak punya siapa-siapa lagi,dan gadis yang sudah menyelamatkan nyawaku dulu ada di sini,jadi tak ada lagi yang aku harapkan selain bersama dengannya. Begitulah kira-kira yang ada di fikiran Sandy saat ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Alvaro bergegas menemui seseorang yang bilang kalau sepertinya dia sudah menemukan keberadaan Elsifa dan Sandy.


"Selamat siang pak Alvaro" ucap seorang pria mengulurkan tangan pada Alvaro yang baru datang di tempat.


"ya,selamat siang pak Gani Sanjaya" Alvaro menyambut uluran tangan pria yang bernama Gani tersebut lalu duduk di depannya.


Gani pun segera memberikan sebuah rekaman video yang ia dapatkan dari sebuah kamera yang ia pasang di sebuah drone yang beberapa hari lalu diterbangkan oleh anak buahnya pada sebuah kawasan yang tak pernah terjamah oleh manusia.


Alvaro melihat dengan jeli rekaman video itu,rekaman yang memperlihatkan kegiatan dua orang yang sedang berjalan-jalan di tengah hutan. Wajah mereka tak begitu jelas kelihatan di kamera,tapi kemudian Alvaro menghentikan video yang berjalan saat rekaman tersebut menunjukkan seorang wanita mendongakkan wajahnya ke atas seperti melihat kamera yang tengah merekam kegiatan mereka.


Lalu tangannya mengutak-atik tuts keyboard untuk memperbesar tampilan gambar atau meng-zoom gambar wanita itu.


"dimana lokasi hutan ini ?" Alvaro sudah melihat kalau wanita itu adalah orang yang ia cari,ia pun lalu bertanya lokasi hutan tersebut pada pria bernama Gani yang merupakan seorang pengusaha properti yang juga sering melakukan penjelajahan ke hutan-hutan dan sering melakukan survival hidup didalam hutan kembali ke alam.


Jari-jari Gani menari di atas papan keyboard laptop mengetik titik koordinat mencari keberadaan hutan dalam video rekamannya. Alvaro dengan sabar menunggunya Gani menyelesaikan pekerjaannya.


Hingga beberapa menit kemudian,Gani berseru lalu menjelaskan lokasi hutan tersebut berada. Sambil telinganya fokus mendengarkan,tangan Alvaro merekamnya dalam bentuk catatan yang ia simpan di dalam ponsel canggihnya. Setelah itu,Alvaro memberikan sejumlah uang kepada Gani untuk informasi yang ia dapatkan.


"terima kasih atas informasinya,ini sangat membantu kami"


"sama-sama pak Alvaro,semoga adik anda cepat bisa ditemukan dan dapat kembali berkumpul bersama dengan keluarga" ucap Gani panjang lebar.

__ADS_1


Setelahnya,Alvaro pun pergi dari tempat itu dan segera kembali ke kantor. Senyum di wajah tampannya terus mengembang.


"akhirnya,tunggu aku !. aku akan menjemputmu !" gumam Alvaro sambil terus tersenyum.


__ADS_2