Hanya Istri Di Atas Kertas

Hanya Istri Di Atas Kertas
Diatas Kertas #95


__ADS_3

Diana ngambek karena tak diizinkan ikut serta mencari keberadaan Elsifa dan Sandy,walaupun begitu ia tetap berniat mengantar keberangkatan sang suaminya di bandara. Hal itu Alvaro lakukan semata-mata demi keselamatan istrinya.


Karena Alvaro sendiri juga belum tahu seberapa bahaya hutan yang akan dijelajahi kali ini. Jadi untuk mencegah sesuatu hal buruk yang mungkin akan terjadi, lebih baik dia tidak membawa serta Diana. Sebagai gantinya,Diana diberi kebebasan untuk pulang ke rumah orangtuanya yang ada di desa atau mengundang orang tuanya ke rumah mereka. Mendengar itu,mata Diana berbinar bahagia. Diana memang sudah sangat merindukan kedua orang tuanya.


Setelah menunggu selama hampir 1jam,akhirnya pesawat yang akan membawa Alvaro dan beberapa orang dari tim penyelamat akan segera mengudara. Dengan senyum mengembang,Diana melepas kepergian Alvaro sambil berpesan agar suaminya itu segera kembali ke tanah air bersama Elsifa dan Sandy dalam keadaan sehat wal afiat.


Disisi lain,Danu tengah konsentrasi di meja kerjanya dengan ditemani Elda yang bermain boneka beruang sendiri. Sepulang dari makan siang tadi,Danu membawa Elda ke kantornya karena ART nya izin sementara untuk sebuah keperluan.


Rendra sudah menceritakan perihal Amelia yang datang ke kantornya dan membuat keributan disana hingga membuat suasana sedikit agak kacau. Mendengar hal itu,Danu segera menghubungi nomer Amelia yang pernah diberikan oleh Amelia sendiri dengan dalih agar bisa lebih akrab sebagai teman.


"halo,Amelia "


Amelia dibuat over thinking karena telepon tak terduga dari Danu. Dia sudah bersiap menerima telepon tersebut dengan memperdengarkan suara yang semanja mungkin agar Danu tertarik padanya.


"ehm,iya Danu ahh, ternyata kamu. Ada apa ?" jawab Amelia dengan manja sambil agak mendesah.


Bukannya semakin tertarik,sebaliknya Danu malah memberi peringatan padanya untuk tidak lagi ke kantor dan membuat keributan disana. Hal itu tentu saja membuat seorang Amelia geram karena merasa tak dianggap oleh Danu.


"huh,awas sajah,ah ku pas ti ah kan men nah kluk kan mu,ahh yahh oh" geram Amelia terbata karena dia sedang berolah raga di atas ranjang.


Amelia membuang hpnya ke sembarang arah dan melanjutkan kegiatan panasnya berbagi peluh bersama seorang pria untuk mencari kepuasan. Bahkan kegiatan itu sudah mereka lakukan sejak kepulangannya dari kantor Danu saat makan siang tadi.

__ADS_1


Waktu berlalu dengan cepat,tak terasa perjalanan pesawat selama lebih dari 18 jam sudah terlewati. Pesawat yang membawa Alvaro dan beberapa orang lainnya lepas landas di kota tujuan mereka. Alvaro menyunggingkan senyum dan harapannya untuk dapat segera menemukan keberadaan sang adik kembarnya lalu segera membawanya pulang.


Tapi,sebelumnya tim penyelamat sudah memberitahukan kepada Alvaro akan kemungkinan yang mungkin akan terjadi selama pencarian mereka. Bukan tidak mungkin akan ada hewan buas yang bisa saja sewaktu-waktu mengancam keselamatan mereka atau bahaya lain yang mengintai.


Selama proses pencarian,tim penyelamat sudah menyiapkan tenda untuk mereka bermalam atau untuk tempat mereka beristirahat setelah menjelajah hutan yang terasa lembab tersebut. Seorang pria diperintahkan oleh Alvaro untuk menyisir hutan menemukan sebuah benda dari sebuah gubuk yang sepertinya milik seorang wanita.


Alvaro memperhatikan benda tersebut. Sebuah gantungan kunci yang terbuat dari resin berbentuk segitiga,didalamnya ada miniatur kursi pelaminan. Matanya berbinar bahagia kala tau pasti kalau benda yang ada di tangannya adalah milik Elsifa.


Segera Alvaro mengambil sebuah jaket dan memakainya lalu menyambar sebuah senter besar yang akan ia gunakan untuk penerangan. Ia sudah tak sabar kalau harus menunggu sampai hari terang. Dengan atau tanpa ditemani oleh anggota tim penyelamat Alvaro nekat menerobos kedalaman hutan ditengah malam untuk mencari keberadaan Elsifa juga Sandy.


Sementara itu saat ini Elsifa masih terlelap dalam dekapan dada Sandy yang mampu memberikan kenyamanan. Entah sejak kapan perasaan itu muncul dengan sendirinya seiring mereka berdua yang selalu bersama dalam beberapa waktu. Sandy juga merasa selalu ingin memberikan rasa nyaman dan aman untuk Elsifa.


Sandy merasa kalau lengannya saat ini sudah kebas dan terasa berat karena sedari tadi dijadikan guling oleh Elsifa yang lelap dalam tidurnya. Tapi Sandy tak mau membuat kenyamanan Elsifa tidur terganggu,sehingga ia merelakan saja tangannya jadi guling.


Perlahan Alvaro pun menuruti perkataan ketua tim tersebut. Dia juga merasa masih cukup lelah setelah berjam-jam berada di perjalanan untuk sampai di tempatnya saat ini. Ia lalu masuk ke sebuah tenda yang sudah disiapkan tersendiri oleh tim dan membaringkan tubuhnya yang letih pada sebuah kasur tipis yang menjadi alas di dalam tenda.


Tak seempuk dan senyaman kasur di kamarnya atau sofa lembut di ruang tengah dan ruang tamu,tapi Alvaro harus menepikan perasaan tak nyaman itu dan segera beristirahat agar punya tenaga saat bangun tidur esok pagi. Rasa ingin cepat menemukan keberadaan saudari kembarnya sangat besar. Ia sudah cukup frustasi setelah berpisah dengan satu-satunya keluarganya selama puluhan tahun yang kemudian dipertemukan melalui sebuah postingan gambar kalung yang berinisial A&E di sosial media.


...****************...


Didalam bangunan tua,dua orang pria yang pingsan dibangunkan secara paksa dengan cara disiram air oleh seseorang yang berbadan kekar dan berpenampilan sangar layaknya seorang pegulat pro.

__ADS_1


Dua pria itu gelagapan,mereka langsung terbangun dan begitu terkejut dengan keadaan mereka yang dalam keadaan terikat berada di tempat yang berbeda dari yang terakhir kali sebelum tak sadarkan diri.


"apa kabar?"


"bagaimana hidup kalian selama kabur dariku ?"


Lucas dan Gery yang baru sadarkan diri dengan tubuh yang sudah basah kuyup oleh guyuran air saling pandang karena merasa ngeri dan takut begitu mendengar suara seseorang yang tak asing di telinga mereka. Suara seorang wanita bernama Marina Prahes.


"kalian fikir bisa semudah itu sembunyi dari seorang Marina ?" tanya Marina memaksa Gery mendongakkan kepalanya yang tertunduk dengan sebuah pisau tajam di tangannya,akibatnya sakit dirasakan olehnya karena bagian tajam mata pisau berhasil menggores kulit lehernya.


Gery merasa agak lega ketika merasakan pisau yang tak lagi menyentuh kulit lehernya,tapi beberapa saat kemudian bapak dari 2 gadis kecil itu tak lagi berani membuka mata saat melihat Marina yang sudah mengangkat tinggi tangannya yang memegang pisau,siap untuk menancapkan pada leher Gery.


Lucas yang melihatnya ikut memejamkan mata,merasa kasihan tapi dia tak bisa berbuat apa-apa ketika benda tajam yang dipegang Marina menggorok leher Gery seperti menyembelih seekor ayam. Lucas hanya bisa menangis gemetaran mendengar erangan kesakitan yang keluar dari mulut Gery sebelum akhirnya ia menghembuskan nafas terakhirnya.


Tak menunggu lama,setelah menewaskan Gery kini giliran Lucas yang akan menyusul Gery pergi ke akhirat. Lucas sudah tak ada harapan lagi,ia hanya berharap semoga tak ada korban lain setelah Gery dan juga dirinya.


"aaaaa"


jlebbb


Lucas mengerang kesakitan ketika sebuah benda tajam menancap tepat di bagian dadanya hingga terasa sampai ke jantung,detik itu juga nyawa Lucas melayang.

__ADS_1


"bereskan mayat mereka,jangan sampai meninggalkan jejak sedikitpun" perintah Marina pada anak buahnya sebelum pergi meninggalkan tempat tersebut.


__ADS_2