Hanya Istri Di Atas Kertas

Hanya Istri Di Atas Kertas
Diatas Kertas #59


__ADS_3

"Selamat datang,nyonya Elsifa" ucap seorang pelayan ramah menyambut Elsifa di rumah Danu. Gadis itu pun tersenyum ramah dan sedikit malu-malu memasuki rumah yang sudah lama ia tinggalkan.


"kau mau langsung ke kamar atau ....." Danu tidak melanjutkan kalimatnya.


Elsifa mengedarkan pandangannya menyapu ke seluruh ruangan. Sebuah foto berukuran besar terpajang di ruang keluarga. Elsifa terpaku memandangi foto tersebut. Itu adalah foto sesaat setelah selesai mengucap ikrar janji suci pernikahan mereka.


"aku sengaja memajang foto ini,karena aku berharap istriku akan sudi kembali ke rumah ini" tanpa disadari Danu sudah berada di belakang nya.


Elsifa menyeka air mata yang menetes di pipinya.


"dan sejak saat itu statusku sudah berubah jadi istri dari lelaki bernama Danuarta Wiratama,tetapi hingga bertahun-tahun berlalu lelaki itu masih tetap tak pernah menganggap ku sebagai istri sahnya,baginya aku tak lebih dari sekedar alat agar bisa tetap bersama wanita pilihannya,yang ternyata......" kalimatnya terpotong


"aku sungguh minta maaf,aku menyesal dengan semuanya. aku kira dia wanita yang tepat,karena hanya dia yang bisa mengerti kondisiku,rupanya aku sudah dia bodohi" sesalnya memeluk tubuh Elsifa seolah tak lagi rela melepaskan wanita yang tanpa disadarinya sudah ia rindukan selama ini.

__ADS_1


Keduanya sama-sama hanyut dalam perasaan bahagia setelah sekian lamanya berpisah dan pada akhirnya dipertemukan karena sebuah ketidak sengajaan.


"sebaiknya kita istirahat sekarang,karena aku harus pergi bekerja besok pagi" Danu melepaskan dekapannya pada Elsifa.


Wanita cantik itupun mengangguk kecil mengiyakan. Danu kemudian menggandeng tangan Elsifa untuk masuk ke dalam kamar Elsifa yang dulu. El pun hanya pasrah ketika tubuhnya terhuyung oleh tarikan tangan Danu. Mungkin tak sabar,Danu menghentikan langkahnya dan melepaskan genggaman tangannya pada Elsifa kemudian naik ke kamar yang berada di lantai 2 sambil menggendong tubuh mungil Elsifa.


"kenapa tubuhmu ringan sekali ? apa kau kurang makan karena terus merindukanku ?" ledek Danu pada istrinya itu,membuat El sedikit kesal.


Kini pasangan Danu dan El sudah berada dalam kamar. Tak ada suara yang keluar dari keduanya,hanya sorot mata mereka yang terus bertemu,menyiratkan betapa rasa rindu yang terpendam selama ini. Tanpa sadar wajah mereka pun semakin dekat,hingga tak lagi berjarak. Sampai saat El memejamkan mata karena benda yang basah namun terasa hangat menyentuh bibir,keduanya sudah mengikis jarak dan terlibat dalam sebuah kecupan yang perlahan memanas.


"jangan dulu,kak Diana bilang kita harus berikrar sekali lagi. baru kita boleh 'melakukan nya' " ucap Elsifa menundukkan wajahnya yang sudah bersemu merah karena perlakuan Danu barusan.


Danu sedikit kecewa,tapi dirinya juga membenarkan apa perkataan wanita di depannya itu. Reflek,Danu pun melepaskan dekapan tangannya dari tubuh Elsifa,kemudian keduanya sama-sama membetulkan pakaian mereka yang sudah sama-sama sedikit berantakan.

__ADS_1


Suasana canggung kini melanda pasangan ini,sampai terdengar ketukan dari arah pintu.


"papa ?"


"papa udah pulang ?"


Danu pun membuka pintu kamarnya dan menemui Elda. Sesaat kemudian dia kembali ke kamar Elsifa. Ternyata Elsifa sudah menyambutnya dengan pertanyaan mengenai siapakah Elda.


"siapa anak kecil tadi ?" tanyanya tanpa basa-basi


"dia anakku" jawaban Danu membuat Elsifa terkejut


"anakmu ?" tanyanya sekali lagi tak percaya.

__ADS_1


"aku sudah sangat merindukan kehadiran seorang malaikat kecil di rumah ini. Rina yang kuharap bisa memberikan keturunan tapi justru sudah 2x keguguran karena kandungannya yang lemah. Sedangkan waktu itu aku belum ada sedikitpun perasaan padamu" Danu bercerita tentang keinginannya memiliki anak dari pernikahannya yang membuat Elsifa kembali merasakan luka di hatinya dan itu membuat air matanya menetes tanpa disadari.


__ADS_2