
Tak terasa sepekan berlalu,Sandy dan Elsifa bersiap kembali pulang setelah berlibur di mana Menara Eiffel berdiri. Selama beberapa hari disana mereka menikmati liburan mereka dengan mengunjungi banyak destinasi wisata disana.
Semenjak kejadian malam itu,dimana Elsifa yang hampir menjadi korban pelecehan yang dilakukan beberapa berandalan jalanan. Ceritanya,Sandy dan El sedang berjalan-jalan di wilayah pertokoan di salah satu komplek kota Paris,El tiba-tiba saja ingin buang air kecil. Gadis itu berpamitan pada Sandy hendak pergi ke toilet umum. Sandy pun mengiyakan dan memberi peringatan agar berhati-hati.
Toilet umum yang menjadi tujuannya berada di sebuah gang kecil hanya muat untuk pejalan kaki dan motor saja. Disana biasa dijadikan sebagai tempat beristirahat para tuna wisma dan gelandangan. Elsifa pun berjalan ke toilet dengan perasaan was-was takut diganggu. Untungnya,ketakutannya tak terbukti. Ia segera masuk ke dalam salah satu bilik toilet.
Sesudahnya,gadis itu keluar dari toilet dan berjalan ke jalan besar tempat Sandy menunggu dengan kebosanannya. Itu karena Elsifa berjalan dengan sangat perlahan saat menuju toilet. Tapi kali ini El berjalan yakin tidak akan terjadi apa-apa sampai ia bisa keluar dari gang tersebut. Langkahnya sedikit berlarian karena merasa tak enak hati pada Sandy yang sudah menunggunya sedari tadi. El melihat jam di tangannya,sudah lebih dari 30 menit sejak dia berpamitan ke toilet.
__ADS_1
Saat sudah hampir setengah jalan,tiba-tiba saja dia dihadang oleh beberapa pria. Salah satu pria itu mendekat dan langsung menoel pipi Elsifa. Awalnya wanita yang mengenakan jaket ungu motif polkadot tersebut masih membiarkan saja saat pipinya disentuh sembarangan oleh lelaki berandalan yang sedang mabuk. Tetapi kemudian,teman temannya yang lain juga ikut menoel,bahkan diantara mereka ada yang mulai memepet tubuh Elsifa hingga mepet ke dinding yang sudah dipenuhi coretan tangan-tangan tak bertanggung jawab.
Elsifa semakin gemetaran dan ketakutan. Gadis itu merapalkan doa,berharap Sandy melihat ke arahnya dan segera menolongnya untuk lepas dari gangguan para lelaki yang kini semakin merapatkan tubuh mereka berusaha mencari kepuasan pada tubuh Elsifa yang masih terbalut jaket tebal.
Matanya terpejam rapat sambil terus berharap dalam hati akan ada pertolongan yang datang. Berusaha sekuat tenaga melindungi tubuhnya agar tak dapat dijamah lebih jauh. Gadis itu menjatuhkan dirinya,meringkuk di bawah tatapan buas 3 pemuda mabuk yang menatapnya penuh nafsu.
Bug-akhhh
__ADS_1
brukkkkk
Terdengar suara orang mengerang kesakitan karena menerima serangan yang tiba-tiba. Karena tak ada persiapan sedikitpun mereka tersungkur di tanah. El mencoba membuka matanya untuk melihat apa yang terjadi. Seketika matanya melotot karena melihat 3 preman tadi sudah tersungkur di tanah.
Elsifa melihat sebuah tangan yang terulur ke arahnya,masih sedikit ketakutan ia melihat ke tangan tersebut dan mendongakkan kepala ke arah si pemilik tangan. Belum sempat El menyentuh tangan itu,ia merasakan tubuhnya yang terhuyung karena sudah ditarik oleh Sandy. Rupanya Sandy yang datang menolongnya.
"Sandy...." ucapnya sambil terisak di dada Sandy.
__ADS_1
Tangan Sandy masih enggan terulur membalas pelukan gadis yang merapat di tubuhnya. Bukannya enggan,hanya ada sedikit rasa canggung. Mengingat keduanya yang hanya memiliki hubungan sebatas keluarga atasan dengan bawahan.
Setelah beberapa menit berlalu,Elsifa tak juga melepaskan pelukannya pada Sandy. Rupanya gadis itu masih shock dengan apa yang baru saja ia alami. Bahkan sampai petugas keamanan datang untuk mengamankan ketiga preman tadi,El masih enggan merapatkan tubuhnya mencari perlindungan pada Sandy.