Hanya Istri Di Atas Kertas

Hanya Istri Di Atas Kertas
Diatas Kertas #23


__ADS_3

"Mas ?" Elsifa datang ke ruang kerja Danu dengan membawa beberapa koper besar.


Danu bangun dari singgasananya,berjalan mendekati wanita itu dan melihat ada yang aneh dengan istrinya.


"untuk apa koper-koper besar ini ? apa kau hendak meninggalkanku,dan bagaimana dengan pernikahan kita ?" tanya Danu ingin tahu


Gadis di depannya tak menjawab malah melangkahkan kakinya dan terus saja berjalan tanpa peduli pada Danu yang terus saja berteriak memanggil nama "Elsifa !!!!!!"


"pak ?"


"pak Danu ?" sapa seorang karyawan membangunkannya dari mimpi yang terasa nyata untuknya.


Danu mengusap kasar wajahnya,dia menyadari tadi itu hanya mimpi buruk. Apakah benar yang dikatakan oleh Joseph tentang perasaannya terhadap Elsifa ? Apakah memang dirinya terlalu egois untuk mengakui kalau gadis itu adalah istrinya ?


Bahkan ini masih siang,tapi malah bisa-bisa nya seorang Danu malah sempat tertidur dan sampai bermimpi hal yang menurutnya aneh.


"ada apa ?" tanya Danu pada karyawan yang membangunkannya tadi

__ADS_1


"ada seorang tamu yang ingin bertemu dengan anda,seorang wanita " kata karyawan sesuai dengan apa yang disampaikan resepsionis padanya.


"wanita,siapa ?" tanya Danu heran


"saya kurang tau pak,tapi Siska bilang kalau anda mengenalnya" sambil sedikit menunduk karyawan bernama Rendi tersebut menjelaskan,ia takut kalau atasannya itu akan marah karena menerima seorang tamu yang tidak diketahui identitasnya.


"ya sudah,bilang ke Siska suruh tamu untuk menunggu di ruang tunggu !" perintah Danu langsung dilaksanakan oleh Rendi dengan menghubungi sang resepsionis melalui interkom.


Danu bergegas menemui tamunya di ruang tunggu,ia begitu penasaran. Sambil terus menerka-nerka,entah mengapa lelaki itu tiba-tiba 0teringat mimpinya tadi.


...****************...


"ini udah selesai dimasukin ke koper semua non" ucap bi Saroh sambil mengedarkan pandangannya memeriksa kemungkinan ada yang masih tertinggal.


"makasih ya bi ?" sudut bibir Elsifa tertarik membentuk senyuman.


Bi Saroh menggenggam tangan majikannya,yang membuat Elsifa kembali meneteskan air matanya. Wanita paruh baya itu seakan merasakan sakit yang dialami oleh Elsifa,sang majikan. Menghapus butiran bening yang jatuh dari sudut mata gadis kecil yang kini sudah dewasa itu.

__ADS_1


Tin tin tin tiiiiiin


Bunyi klakson sebuah mobil berhenti di depan pagar rumah milik Elsifa. Bi Saroh melangkahkan kakinya keluar rumah untum melihat siapa yang datang.


"maaf bu,taksi online pesanan atas nama Elsifa Savira,apa benar disini rumahnya ? pria berseragam hijau putih memastikan alamat pemesan sudah benar pada bi Saroh ketika pintu gerbang dibuka.


"saya Elsifa pak" teriak Elsifa dari depan pintunya.


Sopir tersebut memasukkan mobilnya setelah mendapat perintah dari El, membuka bagasi mobilnya dan memasukkan barang-barang sipemesan jasa taksinya ke dalam ruang kosong yang ada di belakang kursi penumpang.


"semua sudah masuk kan ?" tanya El memastikan lagi.


Setelah semuanya siap,El berpamitan pada beberapa ART yang bekerja di rumahnya. Tangisan tak dapat dielakkan,terutama bi Saroh yang sudah menganggap Elsifa sebagai cucu yang sangat ia sayangi.


"non Vira hati-hati ya dijalan,jangan lupain kami walau jauh disana" sambil terisak,ART muda yang baru beberapa hari bekerja disana melepas sang majikan yang sebentar lagi akan pergi meninggalkan rumahnya.


El menatap satu persatu pelayan yang berdiri di dekat mobil yang akan mengantarkannya menuju bandara. Memberi pelukan sebagai salam perpisahan kepada mereka sekaligus ucapan terima kasih karena pengabdian tulus mereka selama ini.

__ADS_1


Lambaian tangan dan isak tangis mengiringi kepergian Elsifa siang itu meninggalkan rumah yang sempat ditinggalinya selama beberapa waktu lalu.


__ADS_2