
Danu menangis sejadi jadinya menyadari akan kesalahannya selama ini terhadap Elsifa. Wanita yang selama ini ia campakkan bagai debu yang tak berarti ternyata menyimpan sebuah harapan kecil untuk diakui layaknya seorang istri. Bertahan selama lebih dari 5 tahun dalam bahtera rumah tangga yang penuh duri dan belati tajam. Berkali kali harus terluka melihat kemesraan yang sengaja ditampilkan ketika bersama Rina terpampang di depan mata. Tak sekalipun menyentuh hatinya,dan baru kali ini Danu bisa sedikit merasakan betapa terlukanya Elsifa sejak ia menerima gadis itu ke dalam kapal rumah tangga yang ia nahkodai. Tapi sebagai nahkoda kapal ia sudah bersikap sangat tidak adil. Karena hanya menempatkan Elsifa di bagian dapur kapal,sedangkan Rina selalu mendapat tempat disamping nahkoda. Sungguh miris.
Rina perlahan melupakan kenangannya saat bersama Danu,kehidupannya kini hanya akan dilalui bersama dengan Valdo sang ayah. Tak hanya itu,dia juga sudah putus hubungan dengan Anton,lelaki yang dipacarinya sekedar untuk memenuhi kepuasan bi***i nya yang tak bisa diperoleh dari suaminya. Memang Rina mempunyai libi** tinggi,sedangkan Danu adalah pria normal yang kadang kewalahan jika harus menuruti na**u mantan istri mudanya. Bersama Anton,Rina bisa mendapat kepuasan di atas ranjang,libi** mereka sama² tinggi.
"sejak kau pulang,waktu ayahmu hanya untukmu saja,ayah lupa ada kami istri dan anak² nya yang lain " keluh Melani,ibu sambung Rina berpura pura cemburu.
"oh,ayolah bu ! jangan seperti bocah kecil. Bukankah ibu tau hanya ayah yang dimiliki oleh kak Rina di dunia ini,hanya tinggal ayah satu² nya yang memiliki hubungan sedarah dengannya. Sudah sepantasnya kalau kak Rina bersikap sedikit manja kepada ayah,dan ayah juga memberikan kasih sayangnya yang mungkin belum pernah dicurahkannya pada kakak " si sulung dari kembar bicara bijak menyikapi sikap cemburu ibu mereka.
__ADS_1
Rina,Valdo dan si bungsu jadi geleng² kepala dibuat oleh sikap si sulung yang terlalu bijak,padahal Melani hanya berpura pura saja.
"hey,kenapa kau serius sekali menanggapinya nak ?, ibu hanya menggoda mereka. ibu tak sungguh cemburu dengan kedekatan juga keakraban mereka. Lagipula ibu juga bahagia kalau kakak kalian memutuskan untuk menetap selamanya disini bersama kita,bukankah begitu sayang" Melani menjelaskan pada semua yang ada disana dan kemudian memberikan pertanyaan tersebut sambil menoleh ke arah sang suami yang berada disamping Rina.
Anggukan kepala Valdo cukup untuk mengiyakan kalimat Melani.
Ardi mengajak makan malam dengan Danu melalui perantara Joseph. Danu merasa senang juga khawatir terhadap papa mertuanya. Ia takut kalau ajakan makan malamnya adalah untuk memintanya memutuskan hubungan dengan Elsifa.
__ADS_1
"tentu saja,kalau perlu kita makan siang bersama untuk melepas kerinduan yang dilakukan dua pria dewasa yang sudah lama tak bertemu"
percakapan singkat dua sahabat itu berlanjut hingga hampir 1 jam lamanya,hingga pesawat yang membawa Ardi terbang di atas nirwana bersama puluhan penumpang lainnya.
Malam hari pun tiba,Danu bersama Joseph datang ke restoran yang sudah dipesan oleh Ardi. Tak butuh waktu lama untuk mereka berdua sampai di restoran,mengingat tempatnya yang berada di tengah kota dan cukup mudah dijangkau. Pelukan dan jabat tangan menjadi kebiasaan saat 2 lelaki itu bertemu. Setelah sedikit gurauan beberapa hidangan datang diantar oleh 2 orang pelayan. Pelayan tersebut pergi setelah memindahkan sajian yang sudah dipesan oleh tamu mereka dari troli ke atas meja.
Mereka pun memakan makanan dengan santai dan terkadang ada candaan terlontar dari keduanya. Berbagai hidangan yang tertata rapi diatas meja habis tak bersisa setelah 30 menit kemudian. Setelahnya Ardi meminta izin pada Joseph untuk mengajak Danu berbincang berdua.
__ADS_1
Kini Danu dan Ardi berada di sebuah ruangan. Danu tampak tegang berada dalam satu ruangan bersama seorang Ardi yang tampaknya akan menginterogasinya layaknya seorang penjahat dalam ruang penyidik.
"kau faham,aku tak suka bertele tele. Sebaiknya cepat putus hubunganmu dengan Elsifa !!" setelah mengucapkan itu Ardi meninggalkan Danu begitu saja dalam ruangan seorang diri.