Hanya Istri Di Atas Kertas

Hanya Istri Di Atas Kertas
Diatas Kertas #50


__ADS_3

Elsifa tertegun sesaat dengan kedatangan Alvaro yang tiba-tiba. Sejenak penampilan Alvaro yang sedikit berantakan dengan rambut yang masih basah itu seolah mengingatkannya pada seseorang sewaktu ia kecil dulu. Sekelebat bayangan saat usia anak-anak dia digendong di pundak oleh seorang pria dewasa berkulit putih bersih,rambut ikal berwarna kecoklatan.


"El,ada apa ?" Alvaro menggoyang-goyangkan tangannya di depan wajah Elsifa.


Elsifa menggeleng lalu pergi begitu saja masuk kembali kedalam kamar. Lalu menutup rapat pintu kamar,setelahnya ia merebahkan tubuhnya ke atas kasur. Memejamkan matanya sejenak sebelum akhirnya suara ketukan pintu dari luar memaksanya untuk bangkit dari tempat tidurnya.


"kenapa kau malah masuk ke kamar ini lagi?" rupanya itu adalah Alvaro yang kini sudah rapi dengan memakai kaos oblong tipis warna hijau dipadu celana model chinos motif kotak-kotak warna senada.


Elsifa masih belum faham maksud dari perkataan kakaknya karena jujur saja dia tadi sedikit bengong.


"maksud kakak apa ? bukannya ini memang kamarku,yang semalam kakak berikan ke aku ?" tanyanya polos.

__ADS_1


Alvaro berlalu meninggalkan Elsifa yang masih tak tau apapun. Tak lama setelahnya datang seorang pelayan yang mengajaknya pergi ke sebuah kamar di lantai 2. Walau awalnya El menolak,tapi akhirnya ia pun nurut setelah pelayan mengatakan kalau semuanya atas perintah tuan Alvaro.


...****************...


Ditempat lain,


Danu baru saja sampai di kantornya,hari ini ada jadwal bertemu dengan perusahaan milik Alvaro. Beberapa hari yang lalu Alvaro memerintahkan pada Sandi untuk datang menemui Danuarta dalam rangka kerjasama bisnis,tapi waktu itu Danuarta sedang tidak bisa masuk kerja.


"maafkan saya sudah membuat anda tidak nyaman dengan menunggu" sesalnya sedikit menunduk untuk meluluhkan kliennya.


"perkenalkan saya Sandi dari ........" Sandi memperkenalkan nama dan identitasnya untuk mengawali pembicaraan bisnisnya kali ini.

__ADS_1


Setelah 2 jam lebih akhirnya rapat tersebut selesai. Jabat tangan antara Sandi,asisten Alvaro dengan Danu disertai senyuman yang terukir dari bibir keduanya menjadi penanda kalau mereka resmi menjalin kerjasama. Siska,sekretaris Danu mengantarkan tamunya hingga ke depan kantor. Kemudian masuk kembali setelah Sandi pergi dengan menggunakan mobilnya.


Didalam kantornya,Danu kembali disibukkan dengan segudang pekerjaannya. Pria itu terlihat fokus di depan layar laptopnya,sesekali menatap bergantian pada tumpukan kertas diatas meja kerjanya. Berkali-kali hp miliknya berdering pun tak ia gubris,hanya sedikit melirik siapa yang coba menghubunginya lalu ia kembali fokus dengan pekerjaannya.


Tak terasa jam makan siang tiba. Danu bermaksud makan siang di cafe tak jauh dari perusahaan yang ia pimpin,tapi resepsionis malah mencegahnya dan memberikan rantang makanan pada atasan mereka. Danu pun urung pergi keluar dan kembali masuk dengan membawa rantang tersebut ke dalam ruangannya.


Dibukanya rantang tersebut dari kaitannya,lalu dijajarkan diatas meja. Semuanya adalah makanan kesukaan pria itu. Mulai dari opor ayam pedas,mie bihun goreng siram kacang dengan saos kacang yang terpisah,lalu tumis kacang panjang dengan udang dan sedikit sambal bawang dalam cup kecil.


"semua makanan ini ?" Danu menatap sejenak makanan didepannya lalu mulai mencicipinya.


Matanya ia pejamkan sejenak menikmati aroma dan rasa dari sesendok makanan yang ia dapat entah dari siapa,karena menurut resepsionisnya makanan tersebut diantar oleh driver ojek online.

__ADS_1


__ADS_2