Hanya Istri Di Atas Kertas

Hanya Istri Di Atas Kertas
Diatas Kertas #70


__ADS_3

Suasana duka menyelimuti kediaman Wiratama. Belum sampai 24 jam dinyatakan membaik,justru istri Joseph itu meninggal dunia. Semua anggota keluarga baik dari Joseph maupun Dahlia sudah berkumpul di rumah duka,hanya Danu yang belum terlihat hadir disana. Rendra sudah berusaha menghubungi ponsel kakaknya,tapi selalu terhubung dengan miss operator yang selalu berkata


"maaf,nomor yang anda tuju sedang berada di luar area,silakan hubungi lagi nanti !"


Hadir juga para sahabat Dahlia yang sengaja datang dari berbagai kota,juga partner kerjasamanya di beberapa bidang kecantikan. Beberapa rekan Joseph juga turut hadir memberi ungkapan bela sungkawa.


...****************...


"El,apa kau sudah mendengar kabar kalau mertuamu meninggal ?" tanya Alvaro ketika adiknya itu baru saja keluar kamar,sontak saja Elsifa langsung menghentikan langkahnya.


"maksudmu siapa ?" Elsifa mendekati Alvaro yang terlihat berkutat dengan laptop miliknya.

__ADS_1


Tak lama terdengar suara handphone yang dipegang Elsifa berdering.


"Halo..."El menjawab panggilan dari Rendra.


"El...." suara Rendra terdengar bergetar karena menahan isakan.


"Aku turut bela sungkawa. Sampaikan juga salam duka ku pada papi. Maaf aku tidak mungkin hadir di sana karena saat ini aku baru saja tiba di luar kota ada urusan pekerjaan" El berbohong,sebenarnya dia tak ingin bertemu dengan Danu.


"ada apa dengan anak itu,bukankah selama ini hubungan mertua dan menantu itu baik-baik saja ?" herannya menyaksikan keanehan adik kembarnya.


Didalam kamar,Elsifa kini mengganti pakaiannya dengan setelan serba hitam,tak lupa kacamata hitam dan masker untuk menutupi bagian wajahnya yang terlihat sedikit bengkak akibat terlalu lama menangis. Tak lama kemudian El keluar dari kamarnya,ia pun turun ke lantai bawah.

__ADS_1


"aku pergi dulu kak " pamitnya pada Alvaro yang sedang menutup laptopnya,dan bersiap pergi ke kantor lagi.


"mau kemana ?" Alvaro memindai penampilan Elsifa dari atas sampai bawah,ia sudah tau kalau adiknya itu akan pergi bertakziah ke kediaman Wiratama,biar bagaimanapun mereka masih berhubungan baik.


Alvaro bertanya sebab saat ini adik kembarnya itu tampil tidak seperti biasanya. Dia memakai pakaian serba hitam,memakai rambut palsu warna hitam yang panjang mengurai sepunggung penuh.


"ni anak mau ke rumah duka atau mau jadi mata-mata sih ?" batin Alvaro tak mau mengungkapkan pendapatnya langsung pada Elsifa.


Tanpa menjawab pertanyaan dari Alvaro,gadis cantik itu pergi meninggalkan rumah. Dia minta tolong pada supir untuk mengantarkannya ke depan komplek perumahan. Baru beberapa detik turun dari mobil,sebuah mobil taksi berhenti tak jauh dari tempatnya. Elsifa langsung saja menaiki taksi tersebut untuk pergi menuju rumah keluarga Wiratama.


Tak mungkin bagi seorang Elsifa datang ke rumah duka dengan mengendarai mobil pribadinya,akan terlalu mencolok bagi orang lain. Terlebih dia datang bukan sebagai Elsifa,melainkan menyamar sebagai Ira,rekan bisnis Dahlia.

__ADS_1


Beberapa tahun yang lalu saat Elsifa berada di luar negeri untuk melanjutkan kuliah,gadis itu membuka sebuah web berisi ajakan kerjasama di bidang kecantikan. Dari logo perusahaannya,Elsifa tau kalau itu adalah perusahaan yang dinaungi oleh Dahlia. Setelah membaca profil kerjasama,Elsifa tanpa ragu mengajukan diri bergabung bersama,tapi dia bergabung bukan memakai nama Elsifa,melainkan memakai nama Ira Ariana.


__ADS_2