Hanya Istri Di Atas Kertas

Hanya Istri Di Atas Kertas
Diatas Kertas #66


__ADS_3

Datanglah ke rumah sebelum pergi ke kantor,ada hal penting yang ingin ku bicarakan.


Sebuah pesan masuk di hp milik Sandy. Sandy yang kebetulan sudah rapi dengan pakaian formalnya segera menyelesaikan sarapannya kemudian mengambil kunci mobil dan bergegas menuju rumah Alvaro,atasannya.


Tak sampai 30 menit Sandy sudah sampai di rumah bergaya clasic Eropa dengan jajaran air mancur yang berderet dari depan pintu gerbang. Rumah yang dikelilingi tembok tinggi dengan penjagaan yang lumayan ketat karena hampir di setiap sudut terdapat security yang berjaga.


Alvaro sudah menunggu kedatangan asistennya di depan pintu ketika gerbang depan rumahnya dibuka oleh penjaga pintu gerbang. Sandy pun segera turun dari mobil lalu membungkuk hormat pada Alvaro setelah memberi salam selamat pagi pada atasannya itu.


"kau sudah sarapan ?,kalau belum kau bisa bergabung bersama dengan kami di meja makan" ajak Alvaro dengan Sandy yang membuntut di belakangnya.


Sandy menolak dengan sopan karena memang dia sudah lebih dulu sarapan sebelum memulai aktifitasnya.


"pagi pak Sandy ?" sapa Diana yang ingin mengajak suaminya ke meja makan.

__ADS_1


"pagi nona Diana" jawabnya ramah dengan sedikit memberi senyuman pada istri atasannya.


Diana meraih lengan suaminya lalu mengatakan kalau sarapan sudah siap dan tak lupa mengajak Sandy untuk ikut sarapan bersama,tapi lelaki itu menolak dengan alasan yang sama saat Alvaro mengajaknya sarapan tadi.


Skip,Alvaro beserta istrinya telah selesai sarapan bersama. Elsifa yang enggan keluar kamar meminta maaf tidak bergabung untuk sarapan bersama dan memilih memakan sarapannya di dalam kamar seorang diri.


Diana mengetuk pintu kamar adik iparnya untuk mengatakan kalau Sandy sudah datang. Tak lama kemudian El keluar dari kamarnya. Segera wanita cantik itu berjalan menuju ruang kerja sang kakak yang berada di lantai bawah.


Tak tak tak ...


Didalam ruang kerja Alvaro.


Dua pria berstatus atasan dan bawahan terlibat dalam perbincangan serius.

__ADS_1


"kemaren ada surat panggilan dari kepolisian meminta anda untuk datang dan memberi kesaksian untuk kasus bu Maria" Sandy menyerahkan sebuah amplop berwarna putih berlambang kepolisian di bagian depan.


Atas perintah Alvaro,Sandy membuka amplop tersebut dan mengetahui isi dari surat yang datang dari kepolisian. Walau pria itu sudah tau pasti kalau pada akhirnya dia sendiri yang justru akan datang ke kantor polisi untuk memenuhi panggilan menggantikan atasannya.


Tok tok tok


Tangan lentik Elsifa mengetuk pintu ruangan milik Alvaro. Gadis itu segera masuk setelah mendapat izin dari pemilik ruangan. Dilihatnya orang yang memang dia tunggu sudah berada di dalam.


"Al,boleh aku bicara berdua saja dengan asistenmu ?" izin Elsifa membuat Sandy sedikit melebarkan pupil matanya. Sedangkan Alvaro yang sudah tau alasannya hanya mengiyakan permintaan adik kembarnya. Dia meninggalkan dua orang tersebut bicara di dalam ruangannya.


Alvaro memilih masuk ke dalam kamarnya dan sedikit bermanja-manja dengan sang istri sebelum pergi bekerja.


"hay sayang,kau sedang apa ?" tanya Alvaro sambil mengelus-elus perut rata Diana. Diana memang sedang mengandung buah hati mereka yang baru berusia 3 minggu.

__ADS_1


Diana tersenyum bahagia dengan perlakuan suaminya yang menjadi lebih manja semenjak kehadiran makhluk kecil di dalam rahimnya.


__ADS_2