
"penampilan anda semakin cantik saja dari hari ke hari,saya tidak yakin kalau sampai hari itu tiba anda masih akan tetap melajang" seloroh Sandy pada Elsifa saat mereka makan siang bersama.
El menganggap itu hanya bualan,karena dia sendiri tak yakin bisa dengan mudah melupakan keterpurukannya. Entah,apakah hatinya masih bisa terbuka untuk seorang lelaki,dan apakah akan ada lelaki yang mau menerima keadaannya yang seperti itu ? Dosen cantik itu hanya menanggapi ucapan Sandy dengan sedikit senyuman dan tetap melanjutkan acara makan siangnya. Sandy pun menyuapkan sendok berisi makanan ke dalam mulutnya sambil melirik ke arah gadis di depannya,ia merasa bersalah sudah berkata demikian.
"pak Sandy,maaf. saya harus kembali ke kampus,kebetulan saya harus menilai tugas mahasiswa saya " El sudah bangkit dari duduknya dan menyandang tas kecil bertali panjang di bahunya. El menolak saat Sandy ingin mengantarkannya sampai ke halaman depan kampus,kebetulan mereka memang janjian makan siang untuk membahas kapan sidang perceraian Elsifa dan Danuarta berlangsung.
El terus saja berjalan di trotoar dengan langkah yang tidak terlalu cepat. Entah mengapa Sandy tiba-tiba merasa khawatir pada Elsifa sehingga memutuskan menyudahi makannya dan meninggalkan beberapa lembar uang ratusan ribu di atas meja,lalu memanggil pelayan cafe dan diam-diam mengikuti Elsifa.
__ADS_1
kringgggggg kringgggggg kringgggggg
"halo,iya pak. Maaf saya ada sedikit keperluan,jadi saya minta izin tidak kembali ke kantor" Sandy mematikan telepon sepihak.
"dasar asisten tidak tau sopan santun" dengus Alvaro kesal.
Sandy memasukkan kembali hp ke dalam saku celananya dan lanjut berjalan mengekori Elsifa dari jarak yang sama sekali tidak dicurigai oleh gadis itu.
__ADS_1
Saat ini Elsifa mulai menapakkan kakinya di atas tangga untuk sampai di jembatan penyeberangan orang yang tingginya sekitar 5 meter dari atas jalan raya. Sebenarnya bisa saja lewat zebracross di jalur bawah tetapi karena lalu lintas yang cukup padat sehingga Elsifa memilih lewat JPO saja walau harus naik turun tangga.
Setelah menuruni tangga,Elsifa mengarahkan kakinya di sebuah gang sempit yang menjadi jalur alternatif lebih cepat menuju kampus. Melewati beberapa mobil yang terparkir di sana yang pemiliknya mungkin saja masih menyantap makan siang mereka. Tapi matanya secara tak sengaja menangkap gerak-gerik yang mencurigakan dari sebuah mobil yang terparkir disana.
Mobil tersebut terlihat bergoyang dengan suara decitan yang khas. Tak ada orang di sekitar mobil tersebut. El memindai sekitarnya,tak terlihat seorang pun disana. El memberanikan diri untuk melihat apa yang terjadi dalam mobil tersebut. El mendekatkan wajahnya di pada mobil yang bergoyang,namun beberapa detik kemudian dia segera memalingkan wajahnya seraya membungkam mulutnya tak percaya dengan apa yang baru ditangkap oleh indera penglihatannya.
Seorang pria dewasa terlihat menikmati saat tubuh polosnya digagahi seorang wanita yang usianya terpaut jauh dibawahnya. Peluh membasahi kedua insan yang dibuai oleh birahi yang sudah meluap sampai tak tahu tempat.
__ADS_1
Sandy sedikit menyembunyikan tubuhnya ketika Elsifa memutar tujuan. Gadis itu berbalik arah kembali ke jalan utama dan menyetop sebuah taksi yang secara kebetulan lewat disana. Tak mau terjadi sesuatu yang tak diinginkan,pria itu segera mengejar dengan menggunakan jasa ojek pangkalan tak jauh dari tempatnya berdiri.