
"ini uang muka untuk kalian berdua,selebihnya aku akan mengurangi hutang kalian padaku,dan nanti akan ada bonus tambahan kalau kalian sudah menuntaskan wanita si***n itu" ucapnya panjang lebar setelah memberikan dua amplop berwarna coklat berisi sejumlah uang.
Pria bernama Gerry dan Lucas itu pun segera pergi dari hadapan Marina setelah mendengar apa yang harus mereka lakukan pada target agar mereka bisa terbebas dari jerat hutang kepada Marina.
"kalau bukan karena terpaksa ,aku ogah melakukan ini " gerutu Lucas sambil memasukkan amplop uang nya ke dalam tas selempang miliknya lalu segera bersiap pergi ke kantor.
"aku juga,biar bejat begini aku juga masih punya hati nurani,apalagi aku juga punya 2 anak gadis dan ibu mereka sudah tiada " tanpa sengaja Gerry malah curhat pada Lucas.
Lucas ber 'oh' ria mendengar pernyataan pria di dekatnya. Ia baru tau kalau ternyata Gerry adalah seorang duda anak 2 yang ditinggal mati istrinya. Padahal pada awalnya dia mengira kalau pria itu masih lajang.
__ADS_1
Dua pria ini pun kemudian naik ke atas motor mereka untuk menuju ke tempat kerja mereka masing-masing. Diketahui Lucas adalah seorang driver ojek online,sedangkan Gerry adalah pegawai di sebuah kantor salah satu notaris ternama di kota itu.
...****************...
Alvaro tengah terhubung melalui sambungan telepon dengan asistennya. Sandy yang masih sangat mengantuk karena baru sekitar 2 jam yang lalu bisa terlelap,terpaksa bangun dan membuka matanya yang masih lekat karena hp miliknya yang terus berdering.
"baik pak,saya akan menjaga nona Elsifa kapanpun dimanapun sesuai perintah anda" sahut Sandy malas tetapi dia berusaha bersikap tegas mengiyakan permintaan atasannya itu.
"sayang,sarapan sudah siap. kamu mau makan di meja makan atau di kamar saja ? " tanya Diana lembut sambil memeluk tubuh atletis suaminya itu.
__ADS_1
Alvaro membalas pelukan istrinya dan mendaratkan ciuman di puncak kepala wanita itu. Diana pun reflek memejamkan matanya menikmati apa yang dilakukan Alvaro padanya. Untuk beberapa saat keduanya masih di posisi saling berpelukan,sampai suara ponsel Diana yang memaksa mereka melepas tautan mereka.
Diana meraih ponsel miliknya,wajahnya yang semula ceria dan sedikit menggemaskan berubah jadi raut sedih sampai hampir menangis. Alvaro yang melihat perubahan istrinya itu pun segera mendekat dan berusaha menghiburnya.
"ada apa sayang ?" tanya Alvaro sambil mengusap kepala Diana perlahan untuk memberi sedikit ketenangan.
Diana menyerahkan ponsel miliknya kepada Alvaro untuk mempersilakan suaminya membaca apa yang baru ia terima,chat dari dokter kandungan yang menyatakan kalau di dalam rahim Diana terdapat semacam virus ganas yang membahayakan nyawa calon bayi mereka. Maka dengan sangat terpaksa dokter tersebut menyarankan tindakan kuretase agar Diana merelakan janin yang kini ada di rahimnya. Bahkan kini tangis wanita yang tengah hamil muda itu pun telah pecah.
Alvaro menghubungi kantor dan memerintahkan untuk membatalkan semua janji temu untuk beberapa hari ke depan. Karena ia ingin mendapat kepastian akan penyakit yang di derita oleh istrinya.
__ADS_1
Dipeluknya kembali tubuh Diana yang mulai lemas karena shock dengan kabar yang barusan ia terima. Alvaro berusaha menenangkan istrinya itu,walau dia sendiri juga merasakan hal yang sama dengan apa yang dirasakan oleh sang istri.