
Elsifa merasa bersalah karena tak bisa menemani kedua orang tuanya pergi makan malam. Ia harus datang ke kediaman Alvaro sang kakak,walaupun sebenarnya gadis itu belum yakin sepenuhnya kalau Alvaro adalah kakak kembarnya.
"duduklah disana, aku selesaikan dulu pekerjaanku " perintah Alvaro ketika sang adik masuk ke dalam ruang kerjanya, Elsifa pun menurut dan menunggu hingga Alvaro menyelesaikan pekerjaannya.
Saat Alvaro sedang sibuk dengan pekerjaannya terdengar suara ruangannya diketuk dari luar. Asisten Sandi datang dengan membawa sebuah kotak bingkisan berukuran cukup besar.
"Selamat malam pak,ini barang yang anda pesan " Sandi hendak membawa kotak tersebut pada Alvaro,tapi Alvaro malah menyuruh untuk memberikan pada Elsifa.
Elsifa pun dengan heran menerimanya.
"apa ini kak ?" tanya gadis itu dengan polosnya.
"buka saja !" ucap Alvaro tanpa mengalihkan pandangan dari layar laptopnya.
Elsifa membuka kotak tersebut,matanya seketika berkaca-kaca melihat isi didalam kotak tersebut.
__ADS_1
"ini untukku ?" tanyanya memandangi sebuah gaun dari dalam kotak pemberian sang kakak.
"tuan,nona Elsifa menangis " bisik Sandi di dekat Alvaro,Alvaro pun langsung menghentikan kegiatannya.
Lelaki itu lantas bangkit dan mendekat ke arah Elsifa,tak disangka Elsifa meletakkan begitu saja gaun tadi dan malah memeluk tubuh atletis sang kakak dengan erat. Sebuah pelukan yang dirasakan sangat tulus dan hangat.
"terima kasih kak,sekarang aku percaya kalau kamu memang kakakku. Walau ingatanku banyak yang hilang,tapi aku ingat betul kalau gaun ini adalah gaun yang pernah di pakai oleh bunda saat terakhir ulang tahun kita dirayakan bersama,dan bando ini adalah buatan kita bersama" Elsifa bicara tanpa melepaskan pelukannya pada sosok pria yang memang adalah kembarannya.
Alvaro membalas pelukan Elsifa lalu memberikan sebuah kecupan hangat pada saudara kembarnya.
Elsifa pun mengangguk. Ia lalu bergegas masuk kamar pribadi sang kakak yang ada dalam ruang kerjanya dan mengganti pakaiannya dengan gaun yang memang sudah disiapkan oleh sang kakak. Alvaro kembali melanjutkan sedikit pekerjaannya,sementara Sandi sudah sejak tadi keluar dari dalam ruangan Alvaro.
Elsifa keluar dari dalam kamar setelah selesai berganti pakaian dan sedikit memberi make-up tipis di wajahnya. Disaat bersamaan Sandi masuk ke dalam ruangan Alvaro,pria yang sudah lama mengabdikan dirinya pada Alvaro itu dibuat terkagum-kagum dengan penampilan adik kembar dari sang bos yang terlihat cantik luar biasa.
"bagaimana penampilanku,kak ?" Elsifa mendekat ke arah sang kakak. Alvaro menatap lekat penampilan sang adik dari atas sampai ke bawah.
__ADS_1
"kamu benar-benar mirip dengan bunda"
batin Alvaro teringat pada sosok sang ibunda.
Singkat kata,mereka kini sudah berada di sebuah restoran mewah yang khusus di sewa oleh Alvaro untuk jamuan makan malam dengan orang tua angkat Elsifa.
"kami benar-benar tak menyangka kalau Elsifa ternyata adalah putri dari pengusaha fenomenal keluarga Haditama " ucap Ardi sedikit sungkan.
Alvaro tersenyum simpul mengelap sisa makanan yang ada di bibirnya.
"saya sangat berterima kasih karena sudah merawat adik saya selama ini dan memberikan kasih sayang kalian dengan tulus pada saudara kembarku"
"sebagai tanda terima kasih aku akan berinvestasi di perusahaan kalian " sambung Alvaro.
"tapi aku masih ada satu permintaan lagi pada kalian" pinta Alvaro
__ADS_1
"permintaan apa ?" tanya Ardi