Hanya Istri Di Atas Kertas

Hanya Istri Di Atas Kertas
Diatas Kertas #72


__ADS_3

Sandy mengemudikan mobilnya membelah jalanan yang sedikit lengang karena sudah lewat jam makan siang. Pria itu izin kepada Alvaro untuk menemui seseorang.


"bagaimana ?" tanya Sandy tanpa basa-basi lagi saat menjumpai orang suruhannya.


Lelaki itu menyodorkan sebuah amplop coklat besar di meja yang menjadi pemisah mereka. Sandy mengambil amplop tersebut dan langsung membukanya.


Beberapa saat kemudian Sandy memasukkan kembali isi dalam amplop. Kecurigaannya selama ini benar. Segera Sandy pun undur diri dari pertemuan siang itu,sebelum pergi tak lupa Sandy memberikan sejumlah uang jasa kepada orang suruhannya. Orang tersebut menyunggingkan senyum usai dirinya mengintip sekilas gebokan uang yang tertutupi oleh sebuah amplop berwarna coklat pemberian Sandy tadi.


Elsifa kini berada dalam ruangannya di kampus tempat dia mengajar. Wanita itu tengah sibuk dengan segudang pekerjaannya sebagai dosen muda cantik yang memiliki banyak penggemar,baik dari sesama dosen maupun dari mahasiswanya.


Tok tok tok,pintu ruangan diketuk. El menghentikan sejenak kegiatannya,beranjak dari kursi dan berjalan membuka pintu untuk mengetahui siapa tamu yang berkunjung. Seorang wanita dewasa dengan dandanan ala wanita sosialita. Rambut bersanggul ada konde besar yang terbuat dari campuran emas,wajah tertutupi bedak setebal debu jalanan,bulu mata palsu membadai sepanjang beberapa senti (author melebai),bibir merah merona bak cabai rawit merah yang baru dipanen. Memakai baju setelan yang bisa diperkirakan harganya lebih dari 10 juta. Sepatu hak tahu warna hitam dengan aksen pita sebagai pemanis,jangan lupa tas yang diapit di tengah ketiak dan lengannya.


Elsifa menatap heran wanita itu.

__ADS_1


"siapa wanita ini,dan ada perlu apa dia menemuiku ?" batin Elsifa memindai wanita yang berdiri di hadapannya saat ini.


"hey,nona. Apa kau mendengarkanku ?" gertak wanita di depannya sontak saja membuat El tersadar dari pikirannya yang sudah kemana-mana.


El meminta maaf atas sikapnya dan menanyakan keperluan wanita itu menemuinya. Masuk lebih dulu kemudian tamunya yang ikut masuk setelah dipersilakan.


"Selamat pagi nona Elsifa,perkenalkan saya Marina Prahes" ucapnya sambil mengulurkan tangan dengan gaya angkuhnya.


"Saya Elsifa Hadinata" sahutnya menyambut uluran tangan Marina.


Elsifa menarik sudut bibirnya,menyunggingkan senyum miring seolah meremehkan.


"sepertinya anda belum tahu siapa saya,Bu Marina Prahes" balas El sedikit melirik ke arah Marina.

__ADS_1


Marina melototkan matanya dan membatin sendiri


"Silakan kalau memang anda mau mengambil Danuarta sebagai menantu anda,tapi apa anda tidak akan menyesal menikahkan anak gadis anda dengan lelaki yang notabene masih keponakan anda sendiri ?" Elsifa mengungkapkan sebuah pernyataan yang membuat Marina terkejut.


"apa maksudnya ?" tanya Marina ingin tahu lebih jauh


Elsifa pun tersenyum,lalu menjelaskan kepada Marina perihal Danu sejauh yang ia tahu. Menurut informasi yang tak sengaja didengarnya bahwa Danu adalah anak biologis Joseph dengan Maria,kakak Marina. Yang tidak lain mereka ada hubungan darah.


"apa nanti kata orang kalau mereka tahu anda seorang Nyonya Marina Prahes yang terhormat menikahkan putri anda dengan keponakan sendiri ?" El menekan kata Nyonya.


"bisa saja mereka akan berfikir kalau putri anda mungkin tidak laku" cibir El menambahkan.


"jaga bicara anda !!" sahutnya dengan bersungut lalu meninggalkan ruangan Elsifa

__ADS_1


Brakk


Marina membanting pintu dan berjalan dengan penuh emosi. Elsifa hanya menatap pintu ruangannya yang kini sudah tertutup dan sedikit terheran dengan sikap tamunya tadi.


__ADS_2