
"PAPA banguuuuuuuuun !!!!"
"antarkan Elda sekolah pa !!!!"
Danu terperanjat dari tidurnya ketika Elda berteriak untuk membangunkannya. Pria itu kemudian mengusap dan mencoba membuka matanya perlahan. Dilihatnya Elda sudah rapi siap berangkat sekolah,kebetulan hari itu akhir minggu. Elda hanya pergi sekolah pada hari Sabtu dan Minggu.
Elda mendekat ke pria dewasa yang dipanggilnya papa,Danu mengangkat gadis kecil itu ke atas pangkuannya. Kemudian menghujani wajahnya dengan ciuman membuat Elda tertawa karena merasakan geli akibat sapuan bulu-bulu di wajah Danu yang bergesekan dengan kulit Elda. Elda berusaha menghentikan papanya itu,tapi tubuhnya yang kecil tak kuat melawan. Setelah puas menciumi wajah anak yang diadopsinya sejak beberapa bulan yang lalu,Danu turun dari tempat tidurnya lalu menurunkan Elda.
"kamu tunggu papa di bawah,papa mau mandi dan bersiap-siap dulu !" perintah Danu pada Elda dengan sangat lembut dengan jawaban anggukan manja dari gadis kecil yang cukup aktif diusianya yang hampir menginjak 5 tahun itu.
__ADS_1
Elda pun menurut,dia keluar dari kamar milik papanya dan menuruni anak tangga dengan dipegangi oleh baby sitternya. Lalu duduk manis di kursi meja makan sambil menunggu papa Danunya selesai mandi dan bersiap-siap.
Di kamar mandi,Danu menatap foto Elsifa yang ia letakkan di pojokan cermin yang ada di wastafel kamar mandi.
"aku begitu merindukanmu,semalam aku fikir kau benar-benar datang kemari dan menemuiku" Danu membelai foto Elsifa dengan lembut.
Sedangkan disisi lain,sebuah rumah sakit. Disebuah ruang perawatan kelas VVIP sedang tergolek lemah seorang gadis cantik. Dialah Elsifa,semalam saat dalam perjalanan akan menemui Danu mobil yang di kemudikannya mengalami ban pecah lalu oleng hingga menabrak bata pembatas antara jalan raya dengan trotoar pejalan kaki. Diwaktu bersamaan melintas Sandy yang baru saja dari mengantarkan Alvaro pulang ke rumah. Tanpa fikir panjang,Sandy segera membuka pintu mobil adik atasannya itu dan memindahkan Elsifa ke dalam mobilnya dengan hati-hati lalu membawanya ke rumah sakit terdekat.
Sandy belum sempat memberitahukan keadaan Elsifa kepada Alvaro,karena tidak ingin merusak suasana hati bossnya yang sedang baik. Dia berniat mengatakan keesokan harinya saat di kantor. Maka masih pagi-pagi sekali pria itu datang ke rumah sakit untuk mengechek keadaan Elsifa.
__ADS_1
"bagaimana keadaannya,dok ?" tanya Sandy pada seorang berpakaian serba putih yang baru saja keluar dari ruang Elsifa dirawat.
Dokter baru saja memeriksa keadaan pasien barunya yang baru datang tadi malam.
"pasien sudah melewati masa kritisnya,tapi belum sadarkan diri. Kita tunggu saja dalam beberapa jam lagi. kalau dalam beberapa jam kedepan pasien belum juga sadar maka kami akan ambil tindakan untuk melakukan pengechekan" dokter menjelaskan.
Setelah menjelaskan panjang lebar pada Sandy,dokter tersebut pun pergi dengan diikuti seorang perawat di belakangnya. Sandy membuka pintu ruang rawat Elsifa dan memasukinya. Dilihatnya adik kembar atasannya itu masih tergolek lemah dengan selang oksigen yang berada di bawah hidungnya dan ada jarum infus yang terhubung di pergelangan tangan kiri gadis itu.
"cepatlah sadar nona El !" tanpa sadar tangannya menggenggam tangan Elsifa
__ADS_1