Hanya Istri Di Atas Kertas

Hanya Istri Di Atas Kertas
Diatas Kertas #100


__ADS_3

Danu melewati hotel tempat berlangsungnya pernikahan rahasia antara Sandy dan Elsifa. Dahinya tampak berkerut melihat penampakan bangunan milik Alvaro tersebut dihiasi pernak-pernik ala wedding.


"siapa yang menikah " batin Danu tak lepas dari apakah Elsifa.


Dia berfikir apa mungkin ada orang yang menyewa hotel tersebut untuk resepsi acara pernikahan mereka,atau mungkin justru pihak dari keluarga Alvaro ada yang sedang melangsungkan pernikahan.


Tin tiiin tiiiin tiiiiiiiiiiiin


suara klakson mengejutkan Danu yang tanpa sadar mengentikan laju mobilnya setelah beberapa meter melewati hotel Alvaro. Pria itu bergegas menyalakan mesin mobilnya dan kembali menjalankan kendaraannya melaju di jalan raya sebelum terkena amukan pengguna jalan yang lain.


Kembali ke hotel.


Setelah lantunan doa dikumandangkan barulah Alvaro menghubungi istrinya yang berjaga di depan kamar Elsifa pura pura disekap oleh anak buah suruhannya. Didalam kamar alat komunikasi walkie talkie para penjaga juga berbunyi. Mereka sigap melepas ikatan tangan dan kaki Elsifa lalu membawa sandera mereka ke sebuah kamar yang sudah dipersiapkan oleh Alvaro dengan bantuan Sandy juga.


"kalian mau bawa aku kemana ?"


"lepasin aku sekarang juga,atau kalian akan tahu akibatnya !"


Elsifa terus berontak,tapi percuma saja. Tak ada orang disana.


Diana mengikuti Elsifa yang digiring menuju lantai bawah tempat kamar pengantinnya dan Sandy melalui sebuah pintu yang tak terlihat dari loby hotel tersebut setelah turun dari lift.


"kami akan melepas ikatan tangan anda,nona silakan masuk tapi jangan coba-coba kabur atau nona akan tahu akibatnya ! " ucap seorang pria membuka ikatan tangan lalu sedikit mendorong tubuhnya masuk ke dalam kamar.


Brakk ceklek


Dalam sekali hentak pintu pun tertutup dan otomatis terkunci dari luar. 2 pria berjaga di depan pintu,sementara Diana sudah bergabung dengan Alvaro di pesta. Diana memberi sedikit kecupan di bibir Alvaro yang langsung dibalas dengan sedikit ******* oleh pria itu. Kemudian Alvaro meraih pinggang ramping Diana dan membawa kedalam dekapannya.


"aku merindukanmu sayang" bisik Alvaro tepat ditelinga Diana, hembusan nafas lelaki itu membuatnya merasakan gelayar aneh yang sedikit terasa geli.


Diana tersenyum,wajahnya kini sudah memerah sedikit menahan malu karena ulah suaminya juga karena masih banyak tamu yang hadir disana.


"kita duduk disana yuk ?!" ajak Diana menunjuk sebuah sofa dekat pintu keluar.


Baru beberapa langkah mereka beranjak terdengar suara seseorang memanggil.

__ADS_1


"pak Alvaro "


Alvaro dan istrinya pun menghentikan langkahnya dan menyambut orang yang memanggilnya. Mereka bersalaman sesaat.


"tuan dan nyonya Mahesa,perkenalkan ini istri saya, Diana Larasati " sapa Alvaro dengan menyunggingkan senyumnya.


Mereka pun berjabat tangan,Alvaro memperkenalkan istrinya pada dua orang tersebut. Tampak nyonya Mahesa sedikit menautkan alisnya seperti mencoba mengingat sesuatu.


"wajahnya seperti tidak asing,benarkan pa ?" pertanyaannya ditujukan untuk lelaki yang digandengnya tapi pandangannya tak lepas dari Diana yang menurutnya mirip dengan seseorang.


Mahesa ikut menyipitkan mata membuka memori di kepalanya,dalam beberapa waktu kemudian pria ini menyebutkan sebuah nama yang membuat Diana terkejut seperti tak yakin.


"sorot matamu yang lembut tapi tajam mengingatkanku pada seseorang, Budi Wijaya "


"tuan, jangan sebutkan nama itu,terlalu berbahaya. Sebaiknya,kita cari tempat lain " Diana melirik ke sekitar seakan-akan takut rahasianya terbongkar.


Dia pun mengajak tuan dan nyonya Mahesa menuju sebuah ruang meeting. Disana dia segera mempersilakan kedua orang tersebut untuk duduk,dia lebih dulu mengunci pintu tak ingin Alvaro ikut masuk. Kemudian Diana ikut duduk setelahnya.


Sementara Alvaro merasa heran kepada Diana.


Tak lama kemudian,pintu kembali dibuka oleh Diana. Dia bergegas mendekati suaminya dan memberikan penjelasan agar suaminya tidak berfikir macam-macam terhadapnya.


"beberapa hari yang lalu kami pernah bertemu di sebuah klinik,nah waktu itu hp saya lowbat jadi gak bisa melakukan payment kan kliniknya juga gak melayani transaksi tunai, secara kebetulan nona ini membantu saya" jelas Santi.


Respon anggukan diberikan oleh Alvaro. Pria itu menautkan kedua alisnya seakan masih tak percaya dengan yang dikatakan oleh istri tuan Mahesa barusan. Dia menatap bergantian Mahesa,Santi lalu Diana.


...****************...


Tak terasa hari semakin larut,semua tamu sudah pulang ke kediaman masing-masing. Kini di sebuah kamar hotel yang harga sewa permalamnya mencapai 3jutaan ada pasutri baru. Keduanya masih sama-sama terdiam sejak beberapa jam lalu.


"apa malam pertama kita akan berlalu begitu saja dengan saling diam seperti ini ?" tanya Sandy yang merasa lelah karena didiamkan terus oleh wanita yang kini sudah berstatus istrinya.


Elsifa diam tak bergeming,dia masih tak percaya kalau saudara kembarnya tega menikahkannya tanpa menanyakan lebih dulu pada yang bersangkutan,walau itu Sandy. Sosok pria yang selama beberapa waktu terakhir selalu menemani dan melindunginya.


Ada sebuah perasaan bahagia dirasakan olehnya,tapi tetap saja. Dia masih merasa kalau semua yang dilakukan padanya terlalu berlebihan. Terlebih Alvaro dan Sandy juga tau kalau dirinya masih menyimpan trauma dalam otaknya terkait pernikahannya dengan Danu dulu. Elsifa tak ingin semuanya terulang lagi.

__ADS_1


Sandy berjalan perlahan mendekati sosok wanita yang baru beberapa jam yang lalu sah menjadi istrinya. Dia duduk ditepi ranjang berjarak kira-kira setengah meter dari tempat duduk Elsifa. Sedikit demi sedikit Sandy menggeser bokongnya lebih mendekati Elsifa agar bisa duduk berdempetan dengan pasangan sahnya.


Dilain tempat,


Terjadi keributan di sebuah tempat perjudian. Semua pengunjung dibuat panik saat tempat tersebut digerebek. Beberapa petugas kepolisian tampak mengawal seorang wanita paruh baya masuk ke mobil patroli setelah beberapa saat yang lalu sempat melakukan perlawanan. Seorang gadis dengan pakaian minimnya hanya bisa menangis meraung melihat wanita itu di giring oleh petugas.


Marina ditangkap polisi karena tuduhan kasus pembunuhan berencana terhadap 2 orang pria yaitu Gery dan Lucas yang mayatnya ditemukan di 2 tempat berbeda. Setelah dilakukan olah TKP maka diperoleh beberapa bukti yang mengarah pada Marina. Petugas menemukan sebuah chip yang tertanam di belakang mayat Gery dan sebuah chip penyadap suara yang ada di cincin yang dikenakan oleh Lucas.


"sayang,bicara jujur padaku !" Ucap Alvaro disertai tatapan mengintimidasi pada Diana.


Awalnya Diana selalu berkelit bahwa yang dikatakan oleh nyonya Mahesa benar adanya,tapi setelah mendapat tatapan Alvaro yang seakan membunuh membuay Diana sedikit takut dan akhirnya mengatakan yang sejujurnya.


"Budi Wijaya adalah nama ayahku sebenarnya. Dia adalah buronan kepolisian sejak puluhan tahun yang lalu karena beberapa kasus pembunuhan sadis. Dengan kata lain ayahku adalah seorang buron,dan selama ini beliau terus bersembunyi dan melakukan penyamaran untuk mengelabuhi petugas" Diana menjelaskan panjang lebar untuk meredam kecurigaan Alvaro padanya.


Sepertinya Alvaro sangat faham perasaan istrinya. Mata indah Diana berkaca-kaca menahan butiran bening yang hendak meluncur lepas dari kelopak matanya. Diraihnya pucuk kepala Diana lalu memberikan kecupan kasih kemudian membawanya ke dalam dekapannya.


Sementara itu di sebuah kamar yang minim pencahayaan terjadi pergulatan panas diatas ranjang antara sepasang manusia yang saling memadu kasih dengan berbagi peluh dan kenikmatan. Satu sama lain saling menyalurkan hasrat masing-masing. Suara erangan penuh nikmat terdengar memenuhi ruangan kamar. Mungkin kalau tak memakai peredam,suara erotis mereka berdua yang meresahkan itu bisa terdengar sampai keluar kamar.


Aku percaya kali ini kisahku berakhir indah,menjadi istri sedungguhnya dari seorang suami yang telah menikahiku. Tak lagi jadi istri Diatas Kertas seperti kisahku terdahulu.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


Kisah ini berakhir sampai disini,semoga pembaca puas dengan cerita yang kusuguhkan ini. Dan semoga kedepannya aku bisa menyuguhkan novel yang lebih berkualitas pada kalian semua. Sampai jumpa di karya-karyaku yang lain.


Bye........😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2