
Danu menepikan rasa penasarannya pada Elsifa yang berada di rumah sakit, ia hendak menanyakan keperluan gadis itu disana namun semua harus dia urungkan karena ada dokter yang masuk ke ruangan untuk jadwal kontrol pagi. Pria itu kembali melangkahkan kakinya menuju ke area kantin dan segera memesan makanan disana karena semalam ia sudah lebih dulu tertidur saat perut masih dalam keadaan kosong.
Di ruang perawatan Elsifa.
"apa semuanya sudah selesai ?" tanya Diana memastikan dijawab dengan senyuman oleh Elsifa.
Alvaro segera menghubungi asistennya untuk menjemput mereka di rumah sakit setelah menjemput Diana dan mengantarkan ke rumah sakit sesuai permintaan Alvaro,pria itu segera pergi ke kantor karena pagi-pagi harus bertemu klien. Kini Elsifa sudah siap pulang ke rumah.
Setelah menunggu selama kurang lebih 30 menit,pintu ruangan diketuk. Sandy dengan sopan membuka pintu dan perlahan masuk sambil membawa sebuah kursi roda untuk Elsifa.
"maaf,saya sedikit terlambat. ada sedikit masalah tadi" ucap Sandy sedikit menundukkan kepalanya.
Pria itu kemudian segera mengangkat barang-barang milik Elsifa dan membawanya menuju ke mobil. Elsifa diminta oleh Alvaro duduk di kursi roda yang dibawa Sandy,awalnya El menolak karena dirasa tak perlu. Tapi pada akhirnya dia pun menurut karena dibujuk oleh Diana.
__ADS_1
"pak Sandy,boleh kita bicara sebentar ?" Elsifa menahan Sandy ketika pria itu sudah akan kembali ke kantor.
Sandy berbalik badan dan menatap wajah Elsifa.
"maaf,tapi saya harus buru-buru karena ada pekerjaan penting di perusahaan yang harus saya selesaikan hari ini" Sandy menolak ajakan Elsifa untuk bicara berdua.
Pria itu kemudian masuk ke dalam mobil setelah lebih dulu pamit pada Elsifa,sedangkan Alvaro juga Diana sudah masuk ke kamar mereka. Elsifa memandangi mobil yang dikendarai Sandy sampai keluar dari halaman rumah Alvaro,gadis itu teringat kata-kata Sandy waktu membawanya ke rumah sakit saat kecelakaan menimpanya.
"suster,tolong ada korban kecelakaan,cepat beri pertolongan !" seru Sandy setelah meletakkan Elsifa yang sudah lemah dengan darah yang mengucur deras dari kepalanya.
Petugas pun dengan sigap segera mendorong brankar menuju ruang gawat darurat agar pasien segera mendapat pertolongan. Sandy menunggu di depan ruangan,beberapa saat kemudian datang seorang perawat menghampirinya.
"maaf,anda keluarga pasien ?" tanya perawat tersebut.
__ADS_1
"i ya,saya...." kalimat Sandy menggantung.
"pasien sedang ditangani oleh dokter,sebaiknya anda selesaikan administrasinya dulu" ucap perawat tersebut sambil mengarahkan tangannya ke meja administrasi menunjukkan pada Sandy.
Sandy mengiyakan,setelah selesai urusan administrasi pria itu segera kembali ke lorong kamar gawat darurat. Tak lama pintu ruangan pun terbuka,keluar dokter dan 2 orang perawat dari dalam ruang gawat darurat.
"dokter,bagaimana keadaannya ?" sergah Sandy pada dokter.
"pasien mengalami trauma kecil karena benturan dikepalanya cukup keras,anda bisa melihatnya nanti setelah pasien dipindahkan ke ruang perawatan" jawab dokter tersebut lalu pergi meninggalkan Sandy yang mengacak rambutnya karena pria itu bingung.
Skip,atas permintaan Sandy, Elsifa kini sudah berada di ruang perawatan VIP. Pria itu mendekati brankar Elsifa lalu memandangi tubuh Elsifa yang penuh luka dengan kepalanya yang berbalut perban.
"kumohon,jangan kenapa-napa. Aku sudah cukup bahagia kau kembali,jadi jangan pergi lagi !" ucap Sandy sambil menggenggam erat tangan Elsifa.
__ADS_1