
Keesokan paginya..
Sebelum berangkat ke perusahaan, Arka mencium Kaira juga baby Fharrel. "Mungkin mas pulang akan lebih cepat, jika pekerjaannya selesai.."
"Hmmm, jangan lupa dimakan bekalnya!.." Ujar Kaira.
Arka menerima bekal dari sang istri. "Of course sayang." Ia kembali mencium gemas sang putra. "Papa kerja dulu ya, see you sayang!.."
"Iya pah.." Jawab Kaira sengaja, ia melambaikan tangan mungil Fharrel kepada Arka.
Lelaki itu tersenyum seraya masuk mobil, menancap gas menuju perusahaan meninggalkan pelataran rumah. Setelah mobil Arka hilang dari pandangan, Kaira kembali masuk ke dalam.
Seperti biasa, Kaira memandikan Fharrel lalu menjemurnya di bawah sinar matahari pagi. Menjadi seorang ibu, dan mengurus anak dengan baik adalah impiannya dari dulu. "Sudah berjemur-nya sayang, kita masuk ke dalam..."
Bayi itu hanya meremas jari lentik Kaira, kedua kakinya menendang-nendang saat sang mama mengecupnya berkali-kali. "Kau menggemaskan sekali..."
Setelah selesai menyusui, Kaira menitipkan Fharrel pada si bibi. Ia memilih mandi membersihkan diri. Setelahnya Kaira berpakaian menghias diri juga melakukan aktivitas gym yang ringan-ringan seperti biasa.
Tok tok tok!
Kaira menoleh saat pintu diketuk. "Ya bi? masuk saja!.."
Pintu dibuka masuklah si bibi ke dalam. "Non ada tamu, sepasang suami istri, katanya mau ketemu non.."
"Sean sama Yuna bukan?.."
"Bukan tuan Sean non beda lagi, bibi juga baru lihat.." Timpal bibi.
Kaira mengerutkan kening, ia berhenti dari aktivitas gym-nya. "Yaudah bibi di sini saja jaga Fharrel, aku turun ke bawah.."
"Iya non..." Patuh bibi.
Kaira keluar kamar ia menuruni anak tangga, melangkah menuju pintu utama, sesampainya di sana, Kaira langsung membuka pintu. Sedikit terkejut dengan siapa yang datang. "Kak Indah!.."
Indah saling tatap dengan Novan, tidak lama Indah kembali menatap lekat Kaira ia mengembangkan senyum manisnya. "Apa kabar Kai?.."
"Baik, silahkan duduk!.." Timpal Kaira.
Mereka bertiga pun duduk, di kursi teras rumah, Kaira sudah menyiapkan beberapa jamuan. "Apa maksud kedatangan kalian kemari?.."
Indah meremas ujung bajunya kuat. "Kai, aku tahu selama ini selalu bersikap jahat kepadamu karena rasa iri. Namun hal itu tidak akan terulang lagi, aku menyesal juga malu benar-benar manusia tak tahu diri!...
__ADS_1
"Kau bisa memakiku sepuasmu, silahkan!. Kedatanganku kemari ingin minta maaf sepenuh hati kepadamu Kaira.." Lirih Indah dengan tatapan penuh penyesalan.
Tidak ada jawaban dari Kaira, cukup lama ia terdiam. "Aku memaafkanmu kak, namun jika kejadian yang lalu terulang lagi, maka tidak ada kata maaf di sana!!..."
Indah tersenyum. "Terimakasih Kai, ucapanmu akan terus ku ingat.."
"Hmmm.." Lirih Kaira.
"Dimana Arka dan putramu?.." Tanya Indah.
"Arka di perusahaan, Fharrel baru saja tidur.."
"Baiklah tak apa.." Jawab Indah, ia mengeluarkan sebuah kotak memberikannya kepada Kaira. "Ini untuk Fharrel, pakaian bayi dariku semoga ukurannya pas.."
"Padahal tak usah repot-repot!.."
"Gak, ini dari kita untuk Fharrel. Maaf tidak banyak Kai.." Potong Indah.
"Baiklah terimakasih..."
Mereka bertiga ngobrol, memulai kembali jalinan hubungan yang baik. Hingga sampailah mereka harus pulang. "Sampaikan permintaan maafku juga untuk Arka.."
"Baiklah see you next time.."
"Hmm, tentu.." Balas Kaira, mengantar kepergian mereka hingga hilang dari pandangan.
~
Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 3 sore, Kaira turun dari lantai atas saat suara klakson mobil bunyi.
Ia membuka pintu, betapa terkejutnya Kaira melihat siapa yang datang. Bukan cuma Arka saja, mama Luna dan Rangga dari Jakarta datang, begitu pun dengan mama Veena, Ditama juga Melany dari rumah utama ada di sana.
"Kenapa tidak mengabari dulu??.." Ujar Kaira, ia langsung memberi salam kepada mereka semua.
"Kejutan sayang! sekalian mumpung ada waktu kita makan bersama dengan keluarga besar.." Timpal Arka.
Mama Veena dan Luna memperlihatkan belanjaan daging juga sayuran. "Kita bakar-bakar, bagaimana??..."
"Oke!.." Timpal Kaira..
Tanpa pikir panjang, para bibi pembantu menyiapkan alat panggang juga meja makan di halaman rumah. Mama Luna, Melany dan Veena serta Arka sibuk memanggang.
__ADS_1
Sementara Ditama menghampiri Kaira yang menggendong bayi tampan itu, Rangga dari kejauhan melihat interaksi anak juga besannya.
"Boleh papa menggendong Fharrel Kai??.." Ujar Ditama.
"Ah tentu saja pah.." Kaira langsung memberikan putranya.
Dengan perlahan penuh kasih sayang, Ditama menggendong Fharrel. "Kai...."
"Iya pah?.." Kaira menoleh.
"Maaf selama ini sikap papa sangat menyakitimu, papa juga berterima kasih karena kehadiranmu trauma papa bisa hilang, jika kau tak datang dalam hidup papa mungkin trauma itu akan terus bersarang selamanya.."
"Berbahagialah papa merestui pernikahan kalian berdua, sekali lagi maaf papa benar-benar br*ngsek selama ini kepadamu..." Lanjut Ditama penuh penyesalan.
Kaira tersenyum. "Aku dari dulu sudah memaafkanmu pah, terimakasih juga sudah mau menerima Kaira sebagai mantu.."
"Sama-sama nak..."
Rangga mengembangkan senyum, rasanya bahagia sekali melihat mereka akur.
"Dagingnya sudah masak, mari kita mulai pesta ini!!.." Ujar Arka menghidangkan daging panggang di meja makan.
Semua yang ada di sana tertawa, duduk di kursi makan masing-masing. Dengan diiringi candaan ria, semuanya menyantap banyaknya hidangan dengan perasaan bahagia.
Arka mengedipkan kode pada si bibi, si bibi mengangguk ia masuk ke dalam untuk mengambil sesuatu.
Mereka menikmati suasana bahagia itu hingga selesai. "Bukankah sangat bagus jika kita mengabadikan momen langka ini?.." Ujar papa Rangga saat melihat si bibi membawa Camera.
"Itu maksudku pah!.." Timpal Arka.
Semua yang ada di sana terkekeh, mereka merubah posisi untuk pengambilan gambar. Arka dan Kaira menggendong baby Fharrel di tengah, sementara yang lain mengelilinginya dengan senyum bahagia.
Jprett!! jprett! jprett!.. Si bibi mengabadikan momen itu.
Arka dan Kaira tersenyum menyeringai, mereka berdua berharap kebahagiaan ini tak pernah sirna. Jika pun nanti ada masalah datang, harus selalu ada cara untuk memecahkannya.
"I love you Kaira Sharena!.."
"I love you more my husband!..."
...-TAMAT-...
__ADS_1