Hasrat Kakak Ipar

Hasrat Kakak Ipar
Episode 60


__ADS_3

"Itu tidak mungkin!..." Lirih Yuna.


Sean sontak membuka pintu mobil. "Baiklah kalau begitu aku pergi..."


Yuna gelisah di sini hanya ada Sean selain Kaira, jika ia ikut sedikit ragu, tapi jika tidak ikut pun itu lebih menakutkan. "T-tunggu!!..."


Sean menoleh. "Ada apa??.."


"Apa kau akan menjamin keselamatan ku saat berada di apartemenmu itu?.." Tegas Yuna serius.


"Kau hanya numpang tidak lebih dari itu, apalagi sampai ku bunuh nona!.." Timpal Sean.


"Maksudku bukan begitu..."


Sean peka akan pikiran Yuna. "Jangan takut, aku orang yang menjunjung tinggi nilai harga diri manusia.."


"Oke baiklah untuk sementara waktu aku numpang di apartemenmu dulu.." Yuna masuk mobil Sean, jika hal yang tak diinginkan terjadi pun ia cukup jago dalam bela diri jadi tak perlu khawatir. "Ayo jalan..."


Sean melirik Yuna sekilas setelahnya ia melajukan mobilnya untuk pulang.


Selama di perjalanan handphone Sean terus berbunyi ada beberapa pesan masuk.


"Aku bisa menyetir gantikan dirimu itung-itung sebagai balas budi memberi tumpangan di apartemen. Itu pasti pesan penting bukalah!..." Ujar Yuna menawarkan diri.


"Tak usah sebentar lagi sampai..." Jawab Sean.


Yuna terdiam. "Oke baiklah..."


Sesampainya di apartemen.


Yuna membuntut di belakang Sean, lelaki itu memasuki apartemen diikuti Yuna.

__ADS_1


"Apa kekasihmu tak marah jika aku numpang di sini? kasih tahu dulu saja agar tak salah paham.." Ujar Yuna.


Sean menghentikan langkah seraya menatap Yuna. "Kekasih? aku tidak ada waktu untuk memilikinya, lebih baik langsung menikah saja jika saling mencintai. Itu akan lebih nikmat juga leluasa!..."


Glek!...


Pikiran Yuna sudah terbang kemana-mana akan jawaban Sean, lelaki tampan itu memang terlihat jarang bicara tapi kenapa perkataannya kadang terdengar vulgar? membuat si pendengarnya traveling.


"Di sana kamarmu..." Tunjuk Sean, setelahnya ia berlalu pergi memasuki kamar lain.


"Terimakasih..." Ucap Yuna namun tidak ada jawaban dari lelaki itu. "Haisshh!...."


...***...


Kaira sedikit terkejut saat membaca pesan dari sahabatnya. "Yuna tinggal di apartemen Sean!!..."


Arka yang sedang minum teh tersedak, ia sontak menatap istrinya. "Apa katamu Kai?..."


"Ini katanya Yuna tinggal sementara di apartemen Sean, ada apa kenapa terkejut seperti itu?.."


"Benarkah??.." Kaira tak menduga. Apa mungkin Yuna dan Sean memiliki hubungan?.


"Emmm boleh bertanya? kira-kira Sean tidak akan macam-macam kan?..." Ujar Kaira.


Arka tersenyum menyeringai seraya mengangkat kedua bahunya. "Mana ku tahu sayang, tergantung orangnya. Namun Sean tak pernah melakukan sesuatu jika hanya untuk bersenang-senang, kecuali jika sudah ada tujuan di dalamnya.."


"Ah terserah kenapa aku mengkhawatirkan mereka? keduanya sudah dewasa..."


"Kita dulu juga seperti itu, kau liar sekali saat mengambil perhatianku Kai..." Sengaja Arka, ia perlahan membuka paha mulus Kaira dan tidur di antara sel*ngk*ngan wanita itu menikmati pemandangan sunset di sana.


Kaira mengalihkan pandangan, ia merona dengan posisi mereka saat ini. "Apa bisa pindah? tidak tiduran di sana.."

__ADS_1


Tanya Kaira, soalnya jika wajah Arka berbalik beda lagi ceritanya.


Arka tersenyum menyeringai, lengannya mengelus lembut paha mulus itu. "Kita sudah menikah Kai..."


"Aku menginginkan sesuatu darimu, boleh?.." Lanjut Arka.


"Apa?.."


"Melanjutkan penyatuan saat tadi di kantor..." Timpal Arka seraya merubah posisi membalikkan wajahnya menghadap milik Kaira.


Kaira sedikit terkejut ia hendak menutup rapat sel*ngk*ngannya, namun tangan Arka sudah duluan menahan.


"Pinggang dan kakiku masih terasa pegal..." Ucap Kaira dengan pipi merona. "Apa kau tidak puas?.."


"Aku puas namun hal seperti ini tidak ada batas puasnya sayang..." Jawab Arka sambil mengecup paha mulus itu. "Salahkan diri sendiri saja, salah siapa selalu menggoda hingga membuatku kecanduan.."


"Aku ingin segera memiliki seorang anak dari rahimmu Kai, mungkin papa akan merestui dengan kehadirannya.." Lanjut Arka menindih tubuh Kaira.


"T-tunggu ini di balkon jangan bilang!...."


"Tidak ada yang melihat ini pulau pribadiku, bukan apa-apa hanya ingin bermanja saja..." Potong Arka dengan tatapan beratnya.


"Maksudmu?.."


Arka menarik tali tanktop istrinya memperlihatkan gundukan kencang itu tanpa penutup sehelai benang pun, Kaira dibuat semakin merona.


Arka meletakkan wajahnya di antara aset berharga Kaira, tangan yang satu tak diam me*emas penuh agresif membiarkan lenguhan lembut keluar dari bibir Kaira.


Sementara bibir lembut Arka mencium, me*umat, mengh*sap yang satunya lagi layaknya bayi kehausan. Kaira menggeliat hawa tubuhnya mulai terasa panas, bahkan miliknya terasa berdenyut akan rangsangan Arka.


"A-Arkaaahh!...." Erang Kaira sambil meremas kuat rambut lelaki itu.

__ADS_1


Arka tersenyum sinis seraya menatap wajah cantik istrinya yang terengah-engah. "Bagaimana aku bisa tahan coba Kai? jika dirimu saja seperti ini.."


Bersambung....


__ADS_2