Hasrat Kakak Ipar

Hasrat Kakak Ipar
Episode 74


__ADS_3

Sean menarik paksa lengan Yuna, membawa wanita itu ke ruangannya tanpa mempedulikan orang-orang sekitar yang menatap.


"Lepas!..." Pekik Yuna menepis cengkraman Sean.


Setelah mengunci rapat pintu, Sean mendekati istrinya dengan tatapan tajam. "Apa-apaan tadi berpelukan erat dengan karyawan itu, hah!.."


"Hanya pengen saja, lagian Ben juga senior yang baik saat di kampus..." Timpal Yuna.


"Kau sudah memiliki suami, Yuna Anindrya!..."


"Ya kau juga sudah memiliki seorang istri, Sean Candra!.." Jawab enteng Yuna. "Bisa-bisanya marah kepadaku, saat kau sendiri bergandengan tangan dengan mantanmu itu!.."


Sean tersadar. "Kau mengetahuinya??..."


Yuna mengalihkan pandangan tak berani adu tatap, dengan emosi yang membara pada diri masing-masing. "Silahkan temui kembali wanita yang bernama Alia itu, aku mau presentasi..."


"Hey!!..." Lengan kekar Sean menahan Yuna yang hendak pergi.


"Apa?..."


"Alia memang mantanku, maaf aku belum membicarakannya kepadamu karena belum sempat Anindrya..." Lirih Sean.


Yuna menatap lekat wajah tampan suaminya. "Apa harus dengan membohongiku? menemui Arka yang aku tahu sendiri sedang tidak ada di perusahaan!..."


"Aku tidak mungkin membicarakan Alia lewat handphone, itu rasanya kurang tepat..."


"Terserah, aku tidak mau adu mulut semuanya sudah jelas..." Timpal Yuna mencoba melepas genggaman erat Sean.


Lengan kekar itu menarik pinggang ramping Yuna, melemparkannya hingga terjatuh di atas kasur. "Mau kemana? hah! aku belum selesai bicara..."


"Berani sekali mau pergi setelah berpelukan erat dengan Ben!..." Lirih Sean merobek paksa kemeja putih Yuna, hingga kemeja itu tak layak pakai lagi.


"Sean!..."


Dengan raut wajah masih diselimuti rasa emosi, Sean menahan kedua lengan Yuna mengikatnya dengan dasi. "Kau bahkan belum memeluk suamimu se-erat itu Anindrya!..."


"S-Sean stop, kendalikan amarahmu ini di perusahaan!..." Pekik Yuna.


Sean tersenyum sinis, melepas kancing kemejanya satu persatu sehingga tubuh kekarnya terekspos. "Tidak semudah itu!..."


Sean menindih tubuh Yuna, mencengkram kuat dagunya. Bibir lelaki itu meraup bibir ranum sang istri, menj*lat dan menyesapnya penuh agresif.

__ADS_1


"Mmmhh!!..." Yuna sedikit berontak.


"Kau bahkan tidak memberi alasan, mengapa memeluk Ben dengan erat!...." Ujar Sean dengan tatapan beratnya, ia membuka paha Yuna melepas celana panjangnya hanya tinggal menyisakan penutup aset berharga itu.


Wajah cantik Yuna seketika merah merona. "Apa kita akan membahas masalah dengan seperti ini!..."


"Of course!! apa kau masih tidak mau mengatakan alasannya?..." Bisik Sean dengan rasa emosinya yang masih menguasai diri, ia sengaja menggesekkan miliknya pada milik Yuna.


Yuna terdiam ia terkejut. "Lepaskan aku dulu!..."


Sean menggeleng, ia mer*mas dua gundukan kencang yang masih terbungkus itu dengan agresif. "Apa kau menyukai senior kampus itu, hmm?..."


Yuna menggigit bibir bawahnya, berusaha menahan d*sahan agar tak lolos akan ulah Sean. "A-aku memeluk Ben sengaja, melampiaskan rasa kesal saat melihatmu dan wanita itu!!. Sekarang sudah ku jawab, l-lepaskann.. aahhh!..."


Sean terdiam akan jawaban Yuna, lelaki itu tak lama mengembangkan senyum manisnya. "Kau sudah menerima perasaanku Anindrya, mana mungkin ku lepaskan.."


Yuna terkejut karena tanpa sadar ia keceplosan. "M-maksudku..."


Belum selesai Yuna bicara, Sean sudah meraup bibirnya. Mencium, me*umat, menyesapnya dengan dalam. Yuna dapat merasakan kini ciuman Sean terasa lembut tak seperti tadi sedikit kasar karena amarah.


Wanita itu memejamkan mata membalas cumbuan suaminya. Di sela ciuman, Sean tersenyum tipis akan reaksi Yuna.


Hawa tubuh keduanya terasa panas, tanpa melepas cumbuan, lengan kekar Sean mengelus lembut perut ramping istrinya, semakin turun ke bawah hingga menyelinap masuk di antara sel*ngk*ngan Yuna.


D*sahan yang keluar dari bibir Yuna membuat gairah Sean semakin membara. Ia melepas kaitan penutup dua gundukan nyembul itu membiarkannya bebas leluasa.


Dengan penuh agresif juga hasrat yang bergejolak, Sean mencium, me*umat, menghisap, juga mere*as dua gundukan itu.


"S-Seannn... mmmhh!..."


"Yes, dear??..."


Tubuh indah Yuna semakin menegang saat jari Sean mempercepat ritmenya di bawah sana. "A-ah!!.. aahh!..."


Tidak lama, miliknya terasa berdenyut juga basah akan pelepasan. Yuna terengah-engah akan hal itu, ia tak menyangka debat dengan Sean akan berakhir seperti ini.


"Bagaimana apa kau menyukainya sayang?..." Lirih lembut Sean beralih meraup bibir ranum istrinya.


Yuna dibuat tak karuan, disela cumbuan panas mereka, Sean menggesekkan miliknya pada milik Yuna berkali-kali. "Aku menginginkannya sekarang, Anindrya...."


Wajah cantik Yuna mengangguk dengan perlahan. "Baiklah, namun lepaskan ikatan dasimu aku tak akan pergi.."

__ADS_1


Sean tersenyum menyeringai seraya melepas ikatan, ia kembali menggerayangi tubuh sexy istrinya. Dengan perlahan celana d*lam yang dikenakan Yuna Sean lepaskan,


Wanita itu tampak merona, saat Sean tersenyum menatap tubuh polosnya yang indah.


"Aku menyukainya Anindrya.." Ujar Sean, dengan gairah yang sudah menguasai diri ia membuka sel*ngk*ngan Yuna. Menyentuh miliknya sekilas, lalu menciumnya. Semakin ke sini kecupan berubah menjadi lum*tan penuh nafsu.


Yuna meremas kuat sprei, saat lidah Sean bermain leluasa pada miliknya. Bukan hanya sekali miliknya berdenyut namun berkali-kali. "Aaahh!!... ssah!... S-sean aaahhhh!!!..."


Tidak lama milik Yuna kembali basah, ia terengah-engah akan pelepasan.


Wanita itu merona saat Sean melepas celananya, memperlihatkan sesuatu yang sudah tegak berdiri. "Tahan Anindrya, mungkin ini akan sakit. Namun kau akan merasakan kenikmatan setelahnya..."


"Hmmm..."


Dengan perlahan Sean mengarahkan miliknya, terlihat Yuna menggigit bibir menahan sakit. Lelaki itu mencium bibir istrinya mengurangi rasa sakit di bawah sana, dengan satu hentakan Sean berhasil membobol pertahanan.


"Aaahhhh!!..." Rintih Yuna seraya menggigit bibir Sean. "Ini s-sakit.."


Bercak darah keluar dari sana, milik Yuna terasa penuh oleh milik Sean. Selang beberapa menit, Sean memaju mundurkan pinggulnya dengan perlahan, bibir dan lengan kekar itu tak diam menggerayangi tubuh sexy Yuna penuh gairah.


Benar saja, rasa sakit itu sekarang berubah menjadi kenikmatan yang belum Yuna rasakan sebelumnya. Sean tersenyum menyeringai, ia mempercepat ritmenya.


"Mmh!.. ahh!.. aaahhh..." D*sah Yuna yang tak bisa tertahan lagi.


"Sssshh... aaahhh!... Anindrya mulai dari sekarang kau benar-benar milikku!.." Lirih Sean seraya mer*mas dua gundukan nyembul yang ikut naik turun akan penyatuan panas mereka.


Yuna meremas rambut Sean, wanita itu dibuat tak karuan. Setiap hentakan yang dilakukan suaminya, kenikmatan itu terus ia rasakan. "A-aku mau keluar!...."


"Mee to baby..." Timpal Sean, ia semakin mempercepat ritmenya dan...


"Aaaaaakkkh!!....." Erang keduanya bersamaan akan klim*ks.


Yuna dapat merasakan rahimnya hangat, miliknya juga terasa berdenyut. "Sean...."


Lelaki itu tersenyum seraya mencium bibir ranum istrinya. "I love you...."


"Hmm, love you too.."


"Ku harap jawabanmu tidak bohong Anindrya.." Lirih Sean, yang belum mencabut miliknya di bawah sana.


"Tidak.."

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2