
Pukul 06:45 dini hari..
Kaira mencoba buka mata karena tubuhnya terasa berat ditindih sesuatu, ia sedikit terkejut dengan posisi Arka yang tidur di atasnya sambil me*emas juga menghisap dua gunung kencang itu layaknya bayi kehausan..
"A-Arkaaahh..."
"Sudah bangun Kai?..." Tanya Arka tersenyum.
"Hmmm, a-apa yang kau lakukan ini m-masih pagi??.." Ujar Kaira berusaha untuk tetap tenang akan permainan lidah Arka yang membuat tubuhnya bereaksi lebih, Kaira terus menggeliat karena geli diiringi hawa panas terasa bersamaan.
"Aku hanya bermanja-manja dengan istriku..." Jawab Arka seraya naik ke atas beralih mencium bibir Kaira memejamkan mata me*umatnya dengan lembut namun terkesan agresif.
Kaira membalas ciuman itu membuat Arka tersenyum menyeringai, tanpa melepas pagutan tangan Arka tak diam terus me*emas mochi favoritnya membuat Kaira menggeliat kembali.
Setelah puas berciuman, bibir Arka terus menyusuri tubuh sexy itu dari leher turun ke dada lalu turun ke perut semakin turun lagi ke bawah.
Arka membuka sel*ngk*ngan Kaira menatap aset itu dengan tatapan berat.
Kaira seketika meremas kuat sprei, saat Arka mencium lembut miliknya diiringi dengan jil*tan. "Arkaaaa... aaakkhh!!!..."
Lidah itu bermain dengan lihainya membuat tubuh Kaira bergetar, permainan Arka benar-benar membuatnya hilang kendali. "Aaaaaahhhh... A-Arkaaaaa!!..."
Arka mempercepat gerakan lidahnya pada area sensitif itu, semakin membuat Kaira meng*rang tak karuan.. "Aaaahhhh!!!..."
Kaira menegang mencapai klim*ks akan ulah Arka, miliknya terasa berdenyut diiringi keluar sesuatu yang basah.
Itu bukan hanya sekali namun Arka melakukannya berkali-kali.
Arka tersenyum menyeringai melihat Kaira terengah-engah. "Bagaimana sayang?.."
__ADS_1
"Kau benar-benar membuatku gila Arka!..."
"Benarkah? kau lebih membuatku gila Kaira Sharena..." Jawab Arka ia seraya mengarahkan miliknya pada milik Kaira.
"Aku masih lelah dengan semalam..."
"Hanya sekali Kai aku akan pelan-pelan." Timpal Arka.
Kaira mengangguk. "Baiklah..."
Arka kembali memaju mundurkan aksinya dengan lembut, mencumbu rakus bibir Kaira juga me*emas mochi besar itu penuh agresif.
Gerakan yang pelan semakin ke sini semakin cepat, Kaira menyesuaikan gerakannya untuk membuat suami dan dirinya puas.
Arka menggigit bibir bawahnya saat hendak mencapai puncak, ia semakin mempercepat gerakan itu membuat seisi kamar penuh dengan d*sahan mereka berdua.
"Aaaakkkhhhh!..." Erang Kaira dan Arka bersamaan saat mencapai puncaknya.
"Boleh sekali lagi? setelah ini aku berhenti..." Ujar Arka dengan tatapan beratnya..
Kaira terdiam bagaimana pun juga melayani suami sudah kewajibannya, daripada lari ke wanita lain. "Hmmm baiklah..."
Arka tersenyum, ia membawa Kaira ke dinding mengangkat sebelah kaki jenjang itu dan melanjutkan kembali penyaluran hasrat membaranya.
D*sahan kenikmatan lolos dari bibir keduanya, Arka meraup gunung kencang yang naik turun bebas itu sambil mempercepat aksinya.
Hingga sampailah mereka kembali mencapai pelepasan, Arka mencium lembut kening Kaira. "Terimakasih sayang, sekarang ayo kita mandi bersama, ada sesuatu yang ingin ku tunjukkan kepadamu.."
"Oke..."
__ADS_1
Saat Kaira berjalan miliknya masih tersisa rasa sakit karena ulah Arka, Arka yang peka akan hal itu ia mengangkat tubuh polos istrinya membawa ke kamar mandi.
Keduanya mandi bersama setelah selesai Arka dan Kaira memakai baju.
"Kita akan kemana?.."
"Pulau pribadi dan menikmati laut di sana.."
Kaira tersenyum senang, sebelum pergi ia membawa baju bersantai yang cocok untuk dikenakan.
Memakan waktu 45 menit akhirnya mereka sampai di pulau. Setelah mampir ke penginapan, Arka dan Kaira menaiki kapal di sana.
"Aku menyukai pemandangan laut ini.." Lirih Kaira.
Arka hanya menatap lekat istrinya itu.
"Ah lihat burung-burung di sana!.." Pekik Kaira senang sontak pindah tempat.
"Oh s*it! untung nahkoda kapalnya perempuan..." Lirih Arka yang tak tahan dengan penampilan istrinya itu. "Kai apa kau sengaja berpakaian seperti itu???."
"Tidak, ini baju yang cocok untuk bersantai di laut bukan?."
"Cocok katamu sayang!!.."
"Ya.."
__ADS_1
Bersambung.....