
DEG!!
Mendengar penuturan Ditama seketika senyum manis wanita itu memudar, antara terkejut dan bingung campur aduk dalam benak Kaira. "M-maksudnya apa ya om?..."
Kaira menyadari perubahan Ditama setelah hubungannya dengan Arka terungkap, pria paruh baya itu terlihat serius dan dingin bukan ramah lagi sekarang.
"Kamu akhiri hubungan itu lalu pindah dari rumah utama! ini uang sebagai gantinya dan kau masih bisa bekerja di perusahaanku..." Ujar Ditama.
Kaira menatap lekat Ditama. "Om maaf aku tidak mengerti, apa alasannya sehingga aku harus berpisah dengan Arka? jika om tak setuju seharusnya bilang saja di depannya tadi..."
Terlihat Ditama menepuk-nepuk dadanya berkali-kali, melihat hal itu Kaira dibuat semakin kebingungan.
"Maaf Kaira aku tidak bisa mengatakan alasannya, ambillah uang ini juga akhiri hubunganmu dengan Arka. Malam ini juga pindahlah dari rumahku, aku tidak merestui hubungan kalian!!!..." Tegas Ditama penuh penekanan.
Kaira meremas ujung bajunya kuat, menahan rasa sesak di dada. "Jika om ingin hubunganku dengan Arka berakhir, baiklah.. Tapi uang ini aku tak akan menerimanya karena cintaku terhadap Arka sangat tulus, malam ini juga aku akan pindah..."
Ditama terdiam matanya enggan menatap Kaira.
"Tapi berikan aku alasan yang jelas mengapa hubungan ini tak direstui?? apa karena aku mantan adik iparnya?.." Tanya Kaira memberanikan diri.
"Ya itu salah satunya Kaira!!..." Pekik Ditama, nafas lelaki itu ngos-ngosan tangannya kembali menepuk-nepuk dada berkali-kali.
Kaira seketika panik ia sontak berdiri menghampiri Ditama. "Om kenapa!!.."
Ditama menepis tangan Kaira. "Bukan apa-apa! mari akhiri ini!!.."
Pria paruh baya itu sontak meninggalkan Kaira yang mematung, dengan uang 1 miliar ditinggalkan di atas meja. "Aaaaaarrrggh apa yang harus aku lakukan sekarang???..." Pekik Kaira frustasi ditambah rasa sesak dalam dadanya.
"Uang ini aku tak bisa terima..." Lirih Kaira seraya memasukkan ke dalam tas tidak mungkin juga ia tinggalkan di sana.
"Masa iya hanya karena aku mantan adik ipar Arka om Ditama sampai seperti ini?, pasti ada alasan lain!..." Lirih Kaira berusaha menahan air matanya agar tak keluar.
Ia sontak keluar dari cafe itu, masuk mobil dan melajukannya menuju rumah utama Ditama.
Sementara itu...
Veena terkejut dengan kedatangan suaminya yang menepuk dada berkali-kali dengan keras diiringi tangisan yang memilukan. "Pah!!!!..."
"Biarkan aku menenangkan diri dulu!!..." Pekik Ditama seraya memasuki kamar lain tanpa mempedulikan istrinya.
Deg!! seketika Veena tersadar sesuatu. "Tidak mungkin! apa traumanya kambuh lagi???..."
Ini hal yang Veena khawatirkan dari dulu, rupanya Ditama mengalaminya kembali, ia sontak menghampiri kamar itu namun Ditama menguncinya dari dalam. "Baiklah tenangkan dulu dirimu...."
Veena memijit pusing keningnya sambil mondar-mandir khawatir dengan John Ditama, dalam waktu bersamaan terdengar suara ketukan pintu.
Veena langsung melangkah dan membukanya, ia dibuat terkejut melihat Kaira dengan dua koper di tangan. "Mau kemana Kai??? ada apa dengan matamu!.."
Mata indah Kaira sangat jelas terlihat sehabis menangis.
Kaira menyodorkan amplop berisi uang itu. "Tan aku tidak bisa menerima uang ini katakan saja kepada om John, aku akan pindah dari sini sesuai permintaannya, tentang hubunganku dengan Arka aku akan berusaha untuk mengakhirinya.."
__ADS_1
Mata Veena melotot. "Apa Ditama sudah mengetahuinya Kai???.."
"Iya...."
Barulah Veena sadar ternyata trauma yang dialami suaminya kambuh karena hubungan Arka dan Kaira.
"A-aku tidak tahu kenapa om seperti itu, alasannya kurang aku terima.."
Veena menggenggam tangan Kaira ia membawanya ke tempat lain. "Ada sesuatu yang harus kamu ketahui Kai, mungkin ini juga alasan sebenarnya Ditama menentang hubungan kalian.."
Kaira mengerutkan keningnya. "Apa itu..."
"Makanya kemarin tante bilang kepada kalian untuk merahasiakan hubungan dulu karena takut ketahuan Ditama, namun hal ini terjadi, rupanya benar.." Lirih Veena.
"Kai Ditama sangat membenci hubungan antar saudara, dulu ia hampir mati karena hal itu.."
Kaira terkejut mendengarnya.
"Saat usia Ditama remaja, suami dari tantenya yang sudah meninggal, menikahi ibu Ditama secara diam-diam. Tentunya om tak terima dia sebagai anak satu-satunya merasa tak dihargai..."
"Ada kabar juga meninggalnya ayah kandung Ditama dibunuh oleh ayah tirinya sendiri, setelah pernikahan itu ibu Ditama berubah dari penyayang menjadi penyiksa, bukan hanya sekali bahkan John Ditama pernah dijual ayah tirinya untuk dijadikan gigolo di negara New York..."
"Dia selalu berhasil kabur dengan tubuh penuh luka sayatan, hingga sampailah tante bertemu dengannya di jembatan gantung saat Ditama hendak bunuh diri.." Jelas Veena menceritakan masa lalu kelam suaminya.
Mendengar itu Kaira terkejut.
"Mungkin itulah sebabnya om menentang hubungan ini, karena sepertinya jika melihat hubungan kalian berdua mengingatkannya pada masa lalu kelam itu.."
Veena menatap kasihan wajah cantik itu. "Maaf Kai tante akan bicara kepada Ditama, memang sebaiknya akhiri dulu hubungan itu.."
Kaira mengangguk sambil menyeka air mata langkanya. "Baiklah aku pergi tan..."
Veena memeluk Kaira, setelahnya menatap kepergian wanita itu hingga hilang dari pandangan.
Setelah sekian lama mencari akhirnya Kaira mendapat hotel untuk ditempatinya sementara waktu, ia merebahkan tubuhnya di atas kasur perasaannya benar-benar berkecamuk..
Sementara itu...
Arka kembali menghubungi Kaira untuk kesekian kalinya, wanita itu juga sudah tak ada di ruangan kerja. Namun handphone Kaira tak aktif. "Ck!!!.."
Tring! sebuah pesan masuk, Arka sontak melihatnya rupanya itu bukan dari Kaira melainkan papanya.
"Pulang ke rumah ada sesuatu yang ingin papa katakan!!!..." Isi pesan.
Arka sontak menancap gasnya menuju rumah utama, ia datang ke sana sengaja untuk menemui Kaira juga yang pulang tanpa pamit.
Sesampainya...
Veena terkejut dengan kedatangan Arka. "Arka???..."
"Ma apa Kaira sudah pulang?.." Tanya Arka celingak-celinguk melihat sekitar.
__ADS_1
Wajah Veena terlihat berubah.. "Kaira pindah dari sini.."
"Pindah!!!...."
"Iya.."
"Kenapa tiba-tiba? handphone dia juga tak aktif!..." Timpal Arka.
Veena menceritakan semua kejadian yang dialami Kaira dari awal sampai akhir begitupun dengan trauma papanya.
"Kenapa tidak memberi tahuku! Kaira pindah kemana sekarang!.." Pekik Arka.
"Mama sendiri tidak tahu Arka.."
"Dimana papa!!.."
"Dia sudah menunggumu di kamar.."
Arka tanpa pikir panjang sontak menemui Ditama.
"Akhirnya kau datang juga.." Lirih Ditama. "Besok berangkatlah ke New York kelola saham papa yang ada di sana biarkan perusahaan di sini papa yang pegang kembali."
Arka menatap tajam ayahnya. "Kau egois pah!!!..."
Hanya itu kata-kata yang keluar dari Arka ia sontak pergi meninggalkan rumah utama tanpa menghiraukan teriakan Ditama ataupun mamanya..
Di dalam mobil Arka mengotak-ngatik kedua layar komputernya mencari keberadaan sang kekasih. "Jangan pernah berpikir bisa mengakhiri hubungan ini Kaira!..."
...~...
Waktu menunjukkan pukul 20:00 malam, Kaira keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk sepaha. Suasana hatinya sedikit tenang setelah berendam.. "Lupakan masalah ayo istirahat Kai..."
Ting tong!.. Bel pintu bunyi.
Kaira sedikit terkejut pasalnya ia tak pesan makanan, namun wanita itu melangkah untuk melihat siapa yang datang.
Cklek!
Deg!!!... Kaira hendak menutup pintu hotel kembali saat melihat siapa yang datang, namun Arka mendorong pintu itu hingga tubuhnya masuk ke dalam.
"B-bagaimana kau bisa tahu aku di sini!..." Tanya Kaira panik, dengan langkah mundur.
Arka menatap tajam wajah cantik Kaira yang hanya mengenakan handuk, tubuh wanita itu sudah mentok di dinding akan ulah dirinya. Paha kekar Arka sengaja ia letakkan di antara sel*ngk*ngan Kaira mengunci pergerakan wanita itu.
"A-Arka!!!..." Pekik Kaira yang merasakan sensasi lain saat paha kekar kekasihnya berada di antara sel*ngk*ngan.
"Mau mengakhiri hubungan denganku? hmm??..." Tanya lembut Arka namun penuh penekanan, lelaki tampan itu menjilat dua jarinya di hadapan Kaira setelah itu mengarahkannya ke bawah paha jenjang nan mulus wanita itu.
"No Arka!!!!!....."
Bersambung...
__ADS_1