
Kaira terdiam mendengar ucapan Arka. "Ini dingin!.." Lirihnya seraya mengalihkan pandangan, tangan Kaira menutup perlahan dadanya yang sudah polos di atas guyuran shower itu.
Arka tersenyum menyeringai ia menggigit bibir bawahnya sambil mengelus bibir ranum Kaira. "Suasananya sebentar lagi akan memanas..."
"Benarkah??.." Sengaja Kaira.
"Hmmm.."
Bibir Kaira sedikit terbuka akan ulah tangan Arka, lelaki itu sontak menyatukan bibir keduanya meraup bibir Kaira dengan lembut namun bernafsu. Kaira sedikit terkejut tetapi perlahan matanya ikut terpejam juga membalas ciuman panas yang sedang mereka lakukan.
Arka me*umat juga menyesap setiap inci bibir sexy Kaira penuh agresif, sangat terasa sekali hawa tubuh keduanya mulai memanas akan suasana.
Tanpa melepas ciuman, Arka menghentikan shower yang mengguyur mereka.
Lengan kekar Arka menarik tangan Kaira yang menutupi bagian benda kencang tampak nyembul menggairahkan itu. "Mmmmhh!!..." Satu erangan lolos dari bibir sexy Kaira saat Arka mer*mas juga memainkan sesuatu berwarna pink di sana penuh kelembutan namun menghasilkan reaksi tegang pada tubuh..
Kaira semakin dibuat tak karuan saat Arka memainkan pu*ingnya dengan lum*tan. "A-Arka... hhhh...!!"
Bahkan seisi kamar mandi nyaring akan suara kecapan bibir itu.
Lengan kekar Arka perlahan memasuki celana d*l*m Kaira, menyentuh tempat favoritnya memainkan dengan ritme cepat membuat Kaira menegang bahkan meremas rambutnya. "A-Arka!!... sshhhh!!..."
Erangan yang keluar dari bibir manis Kaira membuat Arka tersenyum, ia ingin Kaira merasa puas dengan permainannya sebelum ia dipuaskan. "Jangan ditahan sayang..."
Arka kembali meraup kedua benda kenyal yang nyembul itu dengan rakus, permainan tangan pada daerah sensitif Kaira semakin ia percepat ritmenya.
Erangan Kaira lolos kembali tubuhnya bergetar saat pelepasan, ia dapat merasakan miliknya terasa basah akan ulah Arka.
Arka tersenyum menyeringai ia menatap lekat wajah cantik Kaira yang masih terengah-engah. "Kau menyukainya??..."
Seketika Kaira mengalihkan pandangan karena malu.
__ADS_1
Di hadapan Kaira, Arka melepas pakaiannya memperlihatkan bentuk tubuh yang kekar itu tanpa sehelai benang pun.
Pipi wanita itu terlihat merah saat melihat benda pusaka milik Arka pertama kali. "Aku menyukai ukurannya.." Batin Kaira malu-malu.
Tatapan mata Arka dan Kaira saling bertemu seolah mengisyaratkan hasrat masing-masing, Arka kembali mencium bibir Kaira kali ini begitu agresif juga liar, indra perasa keduanya menyatu.
Saat tubuh keduanya bertemu tanpa sehelai benang, rasanya bagai tersengat aliran listrik. Lengan kekar Arka tak diam, disela ciuman panas itu tangannya meremas bagian belakang Kaira.
Kaira melenguh panjang saat Arka menggesekkan miliknya pada area sensitif yang masih terbungkus itu, terasa mengganjal namun benar-benar membuat Kaira hilang kendali.
"Kita pindah Kai..." Lirih Arka mengelus tubuh keduanya dengan handuk hingga kering.
Lelaki tampan itu mengangkat tubuh Kaira membaringkannya di atas kasur, Arka mencium leher jenjang Kaira turun ke dada lalu turun ke perut bawah semakin turun hingga sampailah di area favoritnya.
Tanpa pikir panjang Arka sontak merobek penutup itu, terlihat indah berwarna pink tanpa ada celah sedikitpun. "Aku sangat menyukainya!..."
Pipi Kaira tampak merona...
Untuk kedua kalinya Kaira melakukan pelepasan, Arka menatap milik Kaira dengan tatapan yang tak bisa diartikan, ia menjilat kedua jarinya mengelus sang adik yang sudah berdiri tegak. "Ini akan sakit namun hanya sementara sayang, tahanlah nanti rasanya akan berbeda..."
Kaira mengangguk, perlahan jantungnya berdebar kencang. "Iya..."
"Aa-aaaakkkh!..." Kaira meremas sprei kuat saat Arka melakukan penyatuan pertama. "Ss-sakithhh!..."
Arka sontak mencium agresif bibir ranum Kaira untuk meringankan rasa perihnya, dengan satu hentakan diiringi rintihan akhirnya berhasil menyeruak masuk. Terlihat noda merah keluar pada sprei.
Arka sengaja menghentikan aksinya membiarkan rasa sakit Kaira reda. Perlahan ia memaju mundurkan dengan tangan juga bibir tak diam akan gairah yang membara.
Benar rasa sakit itu seketika hilang berubah menjadi kenikmatan dunia yang belum Kaira rasakan. "A-Arka... aaahhh!!..." Lirih Kaira tak karuan ia sontak menutup mulutnya disela penyatuan panas itu.
Arka sontak menarik tangan Kaira. "Jangan ditahan sayang aku menyukainya..."
__ADS_1
Rintihan lembut yang keluar dari bibir sexy Kaira membuat Arka tersenyum menyeringai, gairah bercintanya semakin menggebu.
Kedua pasangan itu saling memagut ciuman, Arka men*ilat dua benda kenyal milik istrinya dengan leluasa. Lelaki itu semakin mempercepat ritmenya dannn.. "Ahhh... Kaira!!!..."
Tubuh keduanya menegang saat mencapai kl*maks, sesuatu yang hangat dapat Kaira rasakan masuk ke dalam rahimnya. Nafas wanita cantik itu ngos-ngosan akan permainan panas Arka.
Dengan tatapan berkabut gairah, Arka kembali menggerayangi tubuh sexy itu mencumbui dan merabanya di sana sini. Suara kecapan menggema ke seluruh ruangan. "Kemari Kai..."
Arka menarik pinggang Kaira posisi keduanya berubah menjadi duduk, wajah tampan itu ia celupkan diantara benda kencang yang naik turun bebas akan penyatuan panas lagi. "Arkaaaaahh.. ahh!!.."
Kuku Kaira meninggalkan bekas pada punggung suaminya, gerakan itu semakin cepat, Arka dan Kaira menengadah ke atas meloloskan suara kenikmatan masing-masing.
Tidak berselang lama tubuh keduanya kembali bergetar akan pelepasan, Arka dan Kaira saling tatap satu sama lain. Lelaki itu tersenyum sambil mengelus wajah cantik istrinya yang masih terengah-engah tanpa melepas miliknya. "Aku mencintaimu Kaira..."
"Aku juga......"
Arka kembali meraup bibir ranum itu atas dan bawah bergantian, Kaira membuka bibirnya sedikit agar lebih leluasa.
Keduanya kembali melakukan penyatuan panas dengan berbagai gaya, keringat sudah membasahi tubuh polos itu. Bukan hanya sekali tetapi berkali-kali di tempat yang berbeda.
"Aku lelah Arka..." Lirih Kaira setelah 1 jam lebih bercinta melayani hasrat suaminya.
Arka sontak mengangkat tubuh Kaira dari sofa membaringkannya di atas kasur menutupnya dengan selimut, lelaki itu mencium kening Kaira turun ke pipi menetap lama di bibir dengan tangan tak diam me*emas benda kenyal milik Kaira. "Baiklah sekarang kita istirahat..."
"Berhentilah menciumku bibirku sudah bengkak.."
Arka tersenyum menyeringai. "Sorry honey, aku hanya candu.."
"Hmmm.."
Arka ikut masuk ke dalam selimut memeluk tubuh polos Kaira dari samping, keduanya memejamkan mata karena lelah menuju alam mimpi, namun lengan kekar Arka tak lepas dari dua gunung kencang favoritnya. "Good night sweetie..."
__ADS_1
Bersambung.....