Hasrat Kakak Ipar

Hasrat Kakak Ipar
Episode 86


__ADS_3

Indra perasa Arka dan Kaira bertemu, menyesap dalam setiap inci bibir masing-masing. Lengan kekar itu perlahan menarik pinggang ramping istrinya untuk duduk di pangkuan.


Namun tiba-tiba, Kaira mendorong dada bidang Arka yang seketika menjauh dari lelaki itu.


Arka tentunya terkejut dengan perasaan kecewa, namun ia bisa apa saat hasratnya membara tetapi tidak bisa disalurkan. "Apa mual lagi Kai?.."


Kaira menepuk-nepuk dadanya, ia mengangguk. "Iya..."


Langsung saja Arka berlari menuju dapur, mengambil minum juga buah-buahan yang sering Kaira makan akhir-akhir ini. "Ini minum dulu!..."


"Terimakasih..." Lirih Kaira yang meminumnya.


"Your welcome.."


Selang beberapa menit..


"Apa mual-nya mendingan?.." Tanya Arka.


"Iya..." Jawab Kaira, ia menatap lekat wajah tampan suaminya yang duduk sedikit jauh di sana. "Maaf...."


"Maaf untuk apa sayang??..." Tanya ulang Arka, sambil makan buah-buahan yang dihidangkan.


"Aku tidak bisa melayani kebutuhan biologismu..."


"Kau sedang mengandung, jangan memikirkan hal itu. Kita bisa melakukannya nanti saat kondisimu membaik.." Ucap Arka.


Pipi Kaira tampak merona. "Aku merasa tak enak..."


"Shuuuuutt!..." Potong Arka, ia tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. "Aku tak masalah Kai, lupakan!.."

__ADS_1


"Baiklah..."


Cukup lama keduanya menikmati waktu sambil nonton televisi di ruang tengah..


Pukul 21:00 malam...


"Ayo! sudah malam, kita istirahat..." Ajak Arka.


Kaira berdiri dari duduknya, ia menerima uluran tangan Arka. Mereka berdua masuk kamar.


Setelah selesai cuci muka, Kaira berbaring di atas kasur menutup tubuhnya dengan selimut. "Good night!..."


Arka berjalan menghampiri istrinya, tubuh kekarnya jongkok mencium lembut kening, hidung, mata, pipi, dagu juga bibir Kaira. Cup! cup cup cup cup cup!!.


"Hmmm, good night..."


Kaira perlahan memejamkan matanya, Arka menghela nafas panjang setiap melihat guling yang berjajar di atas kasur, Kaira sengaja melakukannya membuat batas, di sana ada 4 guling layaknya pagar tersusun rapi.


Terlihat lucu namun menyedihkan, melihat itu Arka hanya tersenyum sekilas. Ia ikut berbaring di atas kasur...


Waktu berlalu, bulan pun berganti...


Kini usia kandungan Kaira memasuki 5 bulan, perut ratanya sudah membentuk akan perkembangan sang buah hati di dalam.


Selama masa kehamilan itu, Arka menjaga dan merawatnya dengan teliti juga penuh kasih sayang. Benar kata orang, aura seorang istri saat mengandung semakin memancar begitu pun dengan Kaira yang semakin cantik saja.


Karena sekarang ia jarang mual-mual lagi, Arka tak membiarkannya lolos. Mereka sering melakukannya namun dengan hati-hati penuh kelembutan.


Saat ini mereka berdua tengah siap-siap untuk mendatangi rumah utama, Ditama 2 hari yang lalu kembali dari masa rehabilitasinya, Arka sempat terpukul, penyakit depresi sang ayah belum sembuh total, kini penyakit jantungnya mulai bersarang pada tubuh yang tak lagi muda itu.

__ADS_1


Sesampainya di sana...


Arka memegang erat tangan Kaira, sebelum ke ruang rawat papanya. "Aku di sampingmu..."


"Hmmm..." Lirih Kaira.


Mama Veena menyambut mereka berdua, lengannya tak henti-henti mengelus perut bunting Kaira. "Gak kerasa ya..."


Kaira tersenyum.


Ditama melirik dari kejauhan, tidak ada reaksi apapun. Wajahnya tampak datar saat melihat Arka dan Kaira. Sepasang suami istri itu mendekatinya yang tengah berbaring.


"Pah, aku dan istriku datang..." Ujar Arka memberi salam, begitu pun dengan Kaira.


"Hmmm..." Singkat Ditama.


"Aku membawakan makan siang yang sehat untuk papa, jangan lupa dimakan..." Ujar Kaira meletakkannya di nakas.


Tidak ada jawaban dari Ditama, tatapan matanya tertuju pada perut buncit itu "Berapa usia kandunganmu sekarang?..."


"Memasuki 5 bulan pah..." Jawab Kaira.


"Walaupun aku sama sekali belum menerimamu sebagai mantu, ingat di dalam sana ada cucuku. Kau harus menjaganya dengan baik!!..." Tegas Ditama penuh penekanan.


"Pah!..." Potong mama Veena, ia ingin ucapan suaminya bisa dikontrol, Kaira sedang mengandung tentunya sangat sensitif, apalagi dengan perkataan seperti itu.


Tetap saja Ditama acuh seolah tak peduli.


Arka memutar mata malas ia membuang nafas berat, emosi menguasai dirinya namun ia bisa apa.

__ADS_1


Kaira berusaha agar tak goyah, namun tetap saja hatinya sakit sekali. "Iya pah aku pasti menjaganya, karena ini juga anakku!..."


__ADS_2