Hasrat Kakak Ipar

Hasrat Kakak Ipar
Episode 67


__ADS_3

Suasana pagi yang dingin berubah dengan penyatuan mengairahkan itu menjadi panas, hanya istirahat sekitar 5 menit Arka dan Kaira melanjutkan kembali aksinya menyalurkan hasrat masing-masing tanpa mempedulikan dimana keberadaan mereka berdua.


Ya memang begitu saat kenikmatan menguasai diri, masalah yang sedang terjadi atau di mana pun tempatnya pasti akan terlupakan.


Sean mengerjapkan mata, samar-samar ia mendengar lenguhan kenikmatan Arka dan Kaira dari kamar sebelah. Lelaki itu melihat jam dinding. "Padahal ini masih jam 07:12 pagi..."


Tentunya terbesit rasa malu juga mengundang birahi dalam diri jika mendengar hal seperti itu, begitu pun dengan Sean. Ia melirik Yuna di atas kasur yang masih terlelap. "Nyenyak sekali..."


Sean sekilas tersenyum, ia berdiri dari tidurnya mengambil dua headset dari meja kerja, lalu mengenakannya agar erangan kenikmatan itu tak terdengar lagi.


Dengan perlahan headset yang satu Sean kenakan pada telinga Yuna, sama sepertinya jika mendengar erangan itu Yuna juga pasti akan malu ditambah dengan mereka berduaan di kamar yang sama.


"Emmmmm!..." Lirih Yuna terbangun saat merasakan sesuatu pada telinga. Ia membulatkan mata ketika melihat Sean di atasnya dengan jarak yang begitu dekat.


"Shuuuuutt!..." Jari telunjuk Sean menempel pada bibir Yuna.


Yuna tentunya kebingungan, ia sontak melepas headset yang dikenakan Sean. Terjawablah sudah Yuna mendengar d*sahan kenikmatan bercinta dari kamar sebelah, ia sontak menutup mulutnya. "Mereka???..."


"Hmmm olahraga pagi..."


Pipi Yuna seketika merona, antara malu juga canggung terasa bersamaan. "Aihh Kai kau membuat perasaan orang tak menentu!.." Batin Yuna.


"Pakai saja headset-nya tidurlah kembali ini masih pagi, aku juga masih ngantuk..."Ucap Sean seraya turun dari atas kasur.


Yuna seketika tersadar. "Tunggu! kenapa aku jadi di sini?.."


"Aku yang memindahkan mu Anindrya..."


"Padahal tak usah biar ak....."


"Shuuuuutt!!!...." Potong Sean, telunjuknya kembali menempel pada bibir Yuna. "Patuhlah! atau aku akan melakukan sesuatu terhadap dirimu!..."


Glek!...


"Ah o-oke..." Terbata Yuna, ia kembali berbaring memejamkan mata dengan headset di telinga.


Sean tersenyum tipis, ia juga membaringkan tubuhnya di bawah, mencoba tidur kembali siapa tahu jika terbangun nanti ritual olahraga pagi Arka dan Kaira selesai.


Sementara itu...


Tubuh Kaira dan Arka sudah berkeringat, Arka mengangkat kaki jenjang Kaira ke atas dan kembali memaju mundurkan miliknya...


"Aaahhhh... aaahhh!!..."

__ADS_1


Tubuh Kaira terguncang akan permainan panas itu, Arka benar-benar membuatnya terbang melayang akan kenikmatan.


...~...


Seorang lelaki paruh baya berjas abu-abu berjalan menuju apartemen putranya, ia adalah Anthony Candra papa Sean. Berkali-kali ditelpon namun dari Sean tidak ada jawaban. "Ck kemana anak ini? padahal hari libur, apa masih tidur??..."


Thony mengotak-ngatik sandi pintu apartemen Sean, tidak lama pintu itu terbuka ternyata putranya tidak mengubah sandi. Ia perlahan masuk ke dalam berjalan melihat sekeliling apartemen.


"Sean??..." Panggilnya.


Hingga sampailah Thony di depan dua kamar yang bersebelahan, saat ia hendak mengetuk salah satunya, Thony dibuat terkejut dengan d*sahan seorang wanita dari dalam.


Deg!...


"Wanita???..."


D*sahan itu saling bertautan dengan suara lelaki yang mirip sekali dengan Sean.


Anthony terdiam mematung orang tua mana yang tak terkejut jika mendatangi kediaman sang anak seperti ini?, jika ia mendobraknya tidak mungkin, bercinta adalah privasi bagi orang itu sendiri.


"Ah Sean kau benar-benar!!! wanita mana itu??..." Lirih Thony yang mondar-mandir di sana.


Ada rasa lega dalam diri Thony saat putranya membawa wanita, mungkin ia sudah melupakan masa lalunya yang menjijikkan. Thony sudah sejak lama menginginkan hadirnya seorang cucu, tapi apa harus dengan bersetubuh di luar nikah seperti ini??..


Karena Sean selalu sibuk dan terus berada di perusahaan besar Ditama. Thony menancap gasnya menuju perusahaan itu, siapa tahu dia menemukan sosok wanita yang sedang bercinta dengan anaknya lewat cctv perusahaan.


Sesampainya di sana, orang yang bertugas menjaga cctv terkejut saat marketing manager perusahaan datang. "Tuan Anthon ada apa? apa ada yang bisa kami bantu?.."


"Cek setiap tempat yang dilewati anak saya!.."


"Tuan Sean?.."


"Ya..."


Tangan penjaga mengotak-ngatik keyboard, 10 layar memperlihatkan tempat yang sering Sean kunjungi. Saat tayangan di parkiran Anthony mengerutkan kening. "Perbesar yang itu!!.."


"Baik..."


Terlihat Sean membawa seorang wanita cantik masuk ke dalam mobilnya, Anthony sedikit terkejut pasalnya ia berteman dengan ayah gadis tersebut yang 2 hari lalu bekerjasama dengan perusahaan Ditama. "Bukankah itu Yuna Anindrya putri Yoga!!..."


"Iya tuan yang dari Jakarta..."


"Terimakasih!..." Ujar Thony, ia sontak meninggalkan ruangan itu seraya menghubungi Yoga. "Tak akan ku biarkan!!.."

__ADS_1


...~...


Kaira dan Arka pamitan untuk pulang, di sini Yuna dan Kaira berencana besok mau cari hotel terdekat untuk ditinggali, namun karena hari ini tidak bisa jadi ditunda, untuk satu hari lagi Yuna masih numpang di apartemen Sean.


"Yaudah see you..."


"Iya Kai hati-hati..."


Sebelum pergi Arka berbisik pada telinga saudaranya itu. "Tahan ya, butuh waktu..."


"Ck stop!..."


Arka terkekeh setelahnya mereka berlalu pergi meninggalkan apartemen. Di sana hanya tinggal Yuna dan Sean berdua duduk hadap-hadapan di ruang tamu.


"Terimakasih, maaf aku numpang di sini satu hari lagi.." Lirih Yuna.


"Hmmm, no problem."


Tidak lama selang 15 menit setelah kepergian Arka, Yuna dan Sean dikejutkan saat pintu apartemen terbuka.


"Sean!!..." Pekik Anthony.


"Papa???..."


Anthony mendekati keduanya menatap tajam wajah Sean juga Yuna bergantian.


Yuna sontak membungkuk hormat walaupun perasaannya mulai tak enak. "Hallo om..."


"Santai sekali wajah kalian berdua setelah membuat diriku naik pitam!.." Ujar Anthony dengan nada tinggi.


Yuna dan Sean saling tatap.


"Maksud papa apa ya??.."


"Tidak perlu bertele-tele jawab jujur saja pertanyaan papa!! apa kalian tidur bersama dalam satu kamar? jawab!!..."


Yuna menelan salivanya ia sudah tak bisa berpikir jernih, mungkin hal buruk akan terjadi.


"Iya pah kami tidur bersama tap!....." Jawab Sean namun dipotong Thony.


"Maka dari itu kalian harus menikah!!! papamu Yoga sudah setuju Anindrya! tidak ada bantahan..." Timpal Anthony.


"HAHH?????...." Yuna menganga ia tercengang.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2