
"Jangan hanya ucapan, mari kita datangi mereka! aku tidak mau hidup tak tentram..." Timpal Renal.
Alia menundukkan kepala ia terdiam. "Baiklah jika itu mau mu..."
"Oke ikut aku!..." Renal berjalan duluan menuju tempat dimana mobilnya berada.
Alia meremas ujung bajunya kuat, perasaannya tak menentu. "Ini bukan pilihanku, tapi juga hanya ini satu satunya cara agar hidupku tenang. Aaarrrgh! aku bisa saja meninggalkan Sean, tapi minta maaf kepada si pengganti itu membuatku tak sudi!!..."
"Apa lagi yang kau tunggu??..." Tanya Renal yang sudah membuka pintu mobil.
"I-iya!!..." Alia berjalan menghampiri suaminya, ia langsung masuk ke dalam mobil disusul Renal.
Tidak ada percakapan, Renal melajukan mobilnya.. "Ini pasti tak mudah, aku sendiri juga malu. Tapi tegaskan hatimu, jika benar-benar mau merubah diri karena ini resikonya Alia..."
"Aku enggan minta maaf kepada Yuna!..."
Renal menatap tajam Alia, Alia seketika menunduk. "Apa katamu! kau lebih banyak menyakitinya..."
"Dia sering menyakiti tubuhku! seharusnya yang minta maaf dia bukan aku!. Aku istrimu bukan dia Renal, kau ini kenapa??..." Timpal Alia.
Renal menggertakan rahangnya, ia mengerem mobil mendadak. "Aakkh! kau ini kenapa? kepalaku hampir kejedot!..."
"Tidak dengarkan aku Alia! bukan aku membela Yuna ingat itu, namun di sini kau yang salah! dimana-mana salah tetaplah salah!..." Renal bicara dengan nada tinggi, ia benar-benar emosi dengan sikap istrinya yang keras kepala.
"Jika kau tak sanggup, lebih baik pulang dan kita langsungkan perceraian di pengadilan! aku tak mau datang ke apartemen Sean kau bertindak lain, jadi ayo pulang saja!!.." Dingin Renal ia kembali menyalakan mobilnya.
"Tidak!..." Pekik Alia menggenggam tangan sang suami. "Jangan pulang! baiklah aku sudah yakin akan minta maaf juga kepada Yuna, aku mohon..."
__ADS_1
Tidak ada jawaban dari Renal, ia diam sejenak dan kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, menuju apartemen Sean. "Baiklah ku genggam kata-katamu!..."
"Hmmm..." Alia sekarang hanya bisa pasrah jika ingin aman.
...***...
Cklek!..
Pintu kamar mandi dibuka Sean, ia dan Yuna keluar bersamaan dengan rambut sama-sama basah. Jalan Yuna sedikit ngangkang, hal itu membuat Sean tersenyum menyeringai. "Kemari ku keringkan rambutmu!..."
Yuna hanya patuh saja saat rambutnya diacak-acak. "Padahal ada hair dryer, aku bisa sendiri..."
"Aku maunya seperti ini!..." Timpal Sean, ia tanpa pikir panjang meraup bibir ranum Yuna penuh agresif. Yuna sendiri terkejut, namun ia perlahan membalas permainan lidah Sean.
"Tadi juga sudah, mari kita kenakan baju..." Ujar Yuna kehabisan nafas, ia sengaja melepas ciuman.
"Oke, apa milikmu masih sakit sayang?.." Tanya Sean seraya menatap area sel*ngk*ngan istrinya.
Sean tersenyum menyeringai ia menggigit bibir bawahnya. "Sorry honey..."
"No problem..."
Mereka berdua kembali mengenakan pakaian, saling mengeringkan rambut masing-masing. Menikmati hari libur sebelum kembali sibuk pada pekerjaan.
Ting tong ting tong!...
Sean dan Yuna yang sedang bersantai di ruang tamu, menoleh ke arah pintu. "Apa kau pesan paket?.."
__ADS_1
"Tidak.." Jawab Yuna.
Sean berdiri, ia melangkah menghampiri pintu lalu membukanya. Saat melihat siapa yang datang, Sean tidak mengatakan apapun hanya menatapnya dengan tatapan datar. "Ada perlu apa kalian berdua??.."
Alia hanya menunduk, ia saat ini menahan malu yang luar biasa.
"Biarkan kami berdua masuk ke dalam, kurang baik jika bicara diambang pintu seperti ini..." Mohon Renal.
"Aku tidak mau menerima tamu, jika pembahasannya tak penting!.." Timpal Sean.
"Aku mau minta maaf kepada kalian berdua!!..." Ujar Alia menimpali.
Renal menatap istrinya kemudian beralih menatap Sean.
"Ikuti aku!.." Suruh Sean.
Alia dan Renal masuk mengikuti langkah Sean, Yuna yang sedang asyik-asyiknya menonton film, terdiam melihat kedatangan mereka berdua. "Ada apa ini??.." Tanyanya kepada Sean.
"Lihat saja Anindrya..."
Sean duduk di samping istrinya berhadapan dengan Alia dan Renal.
"Maaf jika mengganggu waktu kalian berdua, kami datang untuk minta maaf.." Mulai Renal.
Sean dan Yuna hanya diam, menatap mereka bergantian.
"Yuna, Sean, maaf selama ini aku sering mengganggu rumah tangga kalian. Namun mulai detik ini hal itu tak akan terulang lagi, silahkan saja kalian mau memakiku seburuk apapun juga terserah, tapi aku benar-benar minta maaf dengan tulus kepada kalian..." Lirih Alia mengutarakan maksudnya.
__ADS_1
"Apa karena tinjuku??..." Sengaja Yuna dengan tatapan sinis.
"Tidak, ini karena penyesalanku sendiri!.." Timpal Alia yakin.