Hasrat Kakak Ipar

Hasrat Kakak Ipar
Episode 69


__ADS_3

...~...


"SAH!!!..."


Kata-kata itu masing terngiang-ngiang dalam benak Yuna, dimana saat ijab kabul dilangsungkan secara mendadak tadi. Kini ia sudah resmi menjadi istri dari Sean, si lelaki tampan yang dingin itu.


Anthony, Yoga, dan Rosa serta penghulu berpamitan, kedua orang tua itu kini menjadi besan, berpesan kepada mereka untuk saling menyayangi dan menjaga sampai kapanpun.


"Baiklah kami pulang, sampai jumpa..."


"Iya hati-hati.."


Sepulangnya mereka, Sean dan Yuna kembali duduk di kursi ruang tengah.


Lucu sekali memang mengingat pernikahan mereka, dimana Yuna dan Sean hanya mengenakan celana training juga kaos oblong bukan baju pengantin saat ijab kabul.


Sean melirik Yuna yang dari tadi menatapnya. "Kenapa??.."


"Emmm tidak, masih tak menyangka saja jika kita menikah.."


"Apa mahar 300 juta kurang? karena pernikahan ini dadakan aku tak mempersiapkannya.." Ujar Sean.


"Haha tidak kok, itu sudah lebih dari cukup.." Timpal Yuna, jika di pikir-pikir suasananya sekarang canggung juga ya? pikirnya.


"Kau tahu kan status kita sekarang apa? jadi batalkan mencari hotel dan tetap tinggal di sini bersamaku!.." Ucap Sean menatap lekat Yuna.


"Oke baiklah..."


"Hmmm..."


"Boleh bertanya??.." Lirih Yuna memberanikan diri.

__ADS_1


"Apa??.."


"Apa kau tidak akan menyesal menikah denganku? bisa dibilang aku gadis yang sedikit bar-bar kau juga pasti merasakannya, pakaianku saja anti feminim tak seperti wanita lain..."


Sean terdiam sejenak. "Di dalam pakaianmu sudah pasti terdapat sesuatu yang berharga yang selama ini ditutupi bukan? aku lebih menyukai wanita tertutup, keindahan tubuhnya tak dinikmati banyak orang!..."


Yuna seketika mengembangkan senyum kikuknya. "Kenapa pembahasannya jadi ke arah yang vulgar ya?.." Batin Yuna.


"Ah begitu..."


"Kamu sudah tahu kan tugas seorang istri apa??..." Sengaja Sean.


"Hmmm, melayani suami..."


"Seluruh tubuhmu sekarang milikku, begitu pun tubuhku kau yang memilikinya. Tidak ada rahasia lagi!..." Tegas Sean.


Yuna sontak mengalihkan pandangan, perkataan Sean membuatnya sedikit malu. Entah karena pernikahan ini dadakan atau apa, Yuna masih merasakan jika Sean sahabatnya bukan suami, ia sadar memang butuh waktu untuk hal ini.


"Jika iya bagaimana???..." Balas Sean seraya mendekatkan wajahnya.


Glek!...


Tangan Yuna menahan dada bidang Sean, ia bingung harus apa, jika menolak ini ajakan suami tapi jika setuju ia belum siap.


Sean tersenyum tipis peka akan perasaan Yuna. "Tenanglah, aku akan melakukannya jika kau sudah siap. Namun jika aku tak tahan, maka tubuhmu tak bisa lepas lagi Anindrya..."


Blus!..


Pipi Yuna bak kepiting rebus merah merona, melihat itu Sean tersenyum menyeringai ia menggigit bibir bawahnya karena gemas.


Jantung Yuna berdebar kencang, mungkinkah dia sudah menyukai suami dadakannya itu?

__ADS_1


Sean menarik dagu Yuna agar tatapannya tertuju padanya, tanpa izin Sean sontak memiringkan wajah mencium bibir Yuna, membuat wanita itu sedikit terkejut. "Mmmhh??..."


Sean me*umatnya sekilas, memberikan sedikit gigitan di sana. Karena hal itu Yuna meringis. "Awwwhh!!..."


Setelah puas Sean tersenyum, ia berjalan meninggalkan Yuna menuju tempat gym di ruangan khusus. Sementara itu, Yuna hanya melihat sambil menyentuh bibir bekas gigitan Sean. "Bibirnya lembut sekali..."


"Aargh, kenapa malah memikirkannya!..." Pekik Yuna.


Terlihat Sean membuka kaos memperlihatkan bentuk tubuh kekar atletis, lelaki itu memulai aktivitas nge-gym setiap hari libur.


Yuna yang melihat, merasa terpanggil untuk melakukannya juga, dimana dia sendiri kalau ada waktu luang selalu menyempatkan diri ke gym. "Apa aku boleh ikut?.."


"Hmmm of course..." Jawab Sean.


Yuna masuk kamar, ia berganti pakaian dengan yang sering ia kenakan saat nge-gym. "Ya ini saja!..."


Setelah selesai, Yuna menghampiri tempat latihan dimana Sean berada.


Alat gym yang diangkat Sean seketika terjatuh, lelaki itu tertegun saat melihat penampilan Yuna pertama kalinya terbuka, lekuk tubuh indahnya kini bahkan terekspos.



"Apa yang kau lakukan dengan pakaian seperti itu?.." Lirih Sean.


Yuna menatap kembali tubuhnya. "Apa ada yang salah? ini pakaian yang sering aku gunakan saat nge-gym bersama Kaira.."


"Oh ****!!..." Gumam Sean. "Apa kau sengaja?.."


Yuna menggeleng. "Tidak, kau bahkan hanya mengenakan celana..."


Sean mendekati istrinya itu, lengan kekarnya meraih pinggang ramping Yuna. "Kalau sudah seperti ini, apa kau siap jika aku tak tahan! hmmm?..."

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2