
Rangga dan Luna mengerutkan kening saat mendengar ucapan yang dilontarkan oleh besannya Veena. "Apa maksudnya Arka berkata seperti itu? apa kami tak salah dengar? bukankah sudah jelas jika wanitanya adalah Indah..." Tanya Rangga merasa ada keanehan.
Ditama juga istrinya menatap lekat wajah Arka. "Kau mungkin akan terkejut mendengar hal ini Rangga.." Lirih Ditama.
"Aku dan Indah sudah bercerai seminggu yang lalu.." Ucap Arka tanpa basa-basi.
Tentunya kedua orang tua itu terkejut mendengar penuturan yang tak disangka-sangka oleh mantunya. "B-bercerai???..."
"Hubungan kami tak bisa dilanjutkan lagi, aku dan Indah sudah sepakat untuk mengakhirinya."
"Tidak, bukankah kalian sangat terlihat bahagia di depan kami?." Tanya mama Luna.
"Hanya tak enak saja ma.."
"Ah ya ampun ini mendadak sekali, aku syok mendengarnya.." Lirih Luna sangat tak menyangka.
Ditama, Kaira dan Veena hanya diam membiarkan Arka menyelesaikan apa yang harus diselesaikan.
Terlihat Rangga menghela nafas berat. "Papa masih tak enak dengan sikap Indah saat menjadi istrimu Arka.."
"Semuanya sudah berlalu pah lupakan.."
"Tapi diantara dua keluarga ini harus tetap menjadi sahabat.." Lirih Rangga dengan nafas berat.
"Baiklah, walaupun pernikahan kedua anak kita gagal!." Timpal Ditama menyetujui keinginan sahabatnya itu.
"Sekarang mari kita makan malam bersama, aku sudah menyiapkannya.." Ajak Veena.
__ADS_1
Mereka menganggukinya lalu melangkah menuju meja makan..
Para orang tua berjalan duluan sementara Arka dan Kaira berjalan di belakang, lelaki itu sontak mendekatkan wajahnya pada telinga sang kekasih. "Setelah makan malam nanti temui aku kembali di tepi kolam!.."
"Bagaimana jika mereka mengetahui dan curiga?.." Timpal Kaira dengan suara pelan.
"Jika kau tak menyetujuinya maka akan ku beritahu hubungan kita berdua yang sebenarnya kepada mereka sekarang!.." Lirih Arka sengaja.
Langkah Kaira seketika terhenti ia hendak bicara namun Arka malah nyelonong berjalan mendahuluinya. "Haish!..."
Dua keluarga itu mulai makan malam dengan khidmat, terlihat sekali jika wajah Kaira tak bersemangat pikirannya berkecamuk akan rencana perjodohan. Bagaimana jika Rangga kukuh tetap menjodohkannya dengan Bastian? sedangkan dirinya sudah memiliki kekasih yaitu mantan kakak ipar sendiri Arka Bryanditama.
...***...
Indah memasuki hotel dimana orang yang dimaksud berada, terlihat Novan berdiri yang dari tadi menunggu kedatangannya.
"Aku akan segera kembali ke Singapura, ini uang untukmu juga untuk pemeriksaan anak kita setiap bulannya ke Dokter.." Ujar Novan menyodorkan sebuah amplop berisi uang.
"Kalau begitu lakukan saran dariku untuk menggugurkan anak itu jika kau ingin bebas..." Timpal Novan.
PLAK!.. Sebuah tamparan keras berhasil mendarat di pipi Novan, pertama kalinya Indah melakukan hal itu. "Aku masih punya hati akan anak yang tak berdosa ini, tidak seperti dirimu ayahnya!!.."
"Indah maaf... Sudah ku bilang beri aku waktu untuk menikahimu." Lirih Novan memeluk tubuh kekasihnya. "Aku akan sering ke sini untuk menengok keadaan kalian."
Tidak ada jawaban dari Indah, ia masih tak sanggup membayangkan masalah yang akan datang jika ketahuan hamil dari Novan.
Sebelum pergi Novan memeluk juga meraih tengkuk Indah, ia mencium bibir wanita itu dengan dalam.
__ADS_1
~
Kaira celingak-celinguk melihat sekitar, takut ketahuan saat sampai di tepi kolam dimana Arka berada. "Waktu kita tidak lama, ada apa?.."
"Kau tidak pernah membicarakan orang yang bernama Bastian itu kepadaku.."
Terlihat Kaira menghela nafas pelan. "Dia tidak ada hubungannya dengan kita, Bastian hanya sahabat kecil yang kebetulan tumbuh besar bersama denganku.."
Lengan kekar Arka meraih pinggang ramping sang kekasih. "Kau akan dijodohkan dengannya Kai.."
Seketika Kaira menggeleng, jari lentik wanita itu mengelus wajah tampan Arka. "Tidak, hanya kamu Arka yang aku cintai. Maaf untuk sementara kita rahasiakan dulu hubungan ini walaupun terasa berat.."
Tidak ada jawaban dari Arka ia hanya mengangguk sekilas, direngkuhnya tubuh ramping Kaira sambil mengecup lembut bibir sexy wanita itu tiga kali.
"Nyaman sekali..." Batin Kaira akan pelukan hangat sang kekasih.
Sementara itu..
Saat asyik mengobrol, Veena melihat gorden rumah sebelah kiri belum tertutup padahal ini sudah malam. Wanita itu melangkah untuk menutupinya.
SRET!... Gorden ditutup Veena, namun terlihat Veena terdiam beberapa detik entah apa yang dipikirkannya. Wanita itu sontak kembali membuka gorden menatap dengan seksama pemandangan luar.
Deg!..
Veena terdiam mematung saat menyadari pemandangan dari luar jendela, dimana terlihat Arka dan Kaira berpelukan terlihat mesra sekali layaknya sepasang kekasih.
"Arka, Kaira...." Lirihnya dengan suara gemetar.
__ADS_1
Bersambung...
Tinggalkan jejaknya sebagai dukungan, kasih saran juga kritiknya di kolom komentar!..🤗