
Pukul 06:55 pagi...
Yuna mengerjapkan mata, saat sinar matahari masuk dari celah jendela kamar. Ia melihat ke samping, bantal sebelah rupanya sudah kosong. "Apa dia sudah berangkat?.." Gumamnya masih mengumpulkan nyawa.
Wanita itu terkejut, saat menyadari tubuh bagian atasnya masih polos akan ulah Sean semalam. Yuna seketika menutupi dua gundukan kencangnya, yang bebas leluasa penuh tanda merah. "Tanktop dimana!..."
Saat penutup ditemukan, ia kembali mengenakannya. Yuna memilih mencuci muka menghilangkan muka bantalnya itu.
Setelah selesai, Yuna keluar kamar memasuki kamar suaminya. "Sean??..."
Kosong dan hening tidak ada siapa-siapa, kamar mandi pun tak bersuara. Melihat itu Yuna terdiam, ia memasuki kamarnya lalu melihat handphone.
Sebuh pesan masuk dari Sean. "Sudah bangun? maaf aku harus pagi-pagi ke kantor, jadwal presentasi mu hari ini sekitar jam 2 siang, di lantai 5..." Isi pesan.
Yuna mengirim balasan, namun Sean sudah tak aktif.
"Apa ada sesuatu yang penting? sehingga dia lupa untuk ziarah ke makam mama hari ini?.." Pikir Yuna. Namun ia tak mempermasalahkan itu, mungkin nanti dibicarakan lagi. Sean orang yang benar-benar sibuk.
Yuna memilih membersihkan diri, setelah selesai ia menatap tubuh telanjangnya di depan cermin besar. Bekas merah yang ditinggalkan Sean sangat jelas sekali.
Ya jantungnya sekarang selalu berdebar saat memikirkan nama Sean. "Mungkinkah aku sudah mencintainya?..." Gumam Yuna, wanita itu sekilas tersenyum.
Setelah mengenakan pakaian kembali, Yuna memilih menghubungi Kaira, ia berencana ke kantor nanti jam 1 siang.
Tidak lama panggilan terhubung. "Hai Yun?.."
"Hai!, Kai lo kayak lagi di kantor ya?.."
"Iya, hari ini jadwal perancangan lumayan padat, ada apa? mau ke kantor gak?..." Tanya Kaira sesekali, sambil melanjutkan pekerjaan.
"Sebenarnya nanti jadwal pekerjaan gue jam 1 siang, karena di apartemen gak ada siapa-siapa, gue berangkat ke sana sekarang aja sambil main ke ruangan lo Kai.." Timpal Yuna.
"Hmmm oke, kirain berangkat bareng sama Sean, soalnya tadi gue kira cewek yang jalan sama Sean itu lo Yun.."
Yuna terdiam. "Cewek??..."
"Ya, mending ke sini aja pastiin langsung..." Balas Kaira, yang ingin mengetahuinya juga.
"Yaudah, eh mau tanya Kai. Apa ada acara atau kegiatan penting di kantor, lo pasti tahu dari Arka kan?.." Tanya Yuna.
Raut wajah cantik Kaira berubah seketika, pikirannya kembali lara akan hal itu. "Sebenarnya Arka dari kemarin belum pulang Yun, dia hanya mengabari kabarnya baik-baik saja di sana yang entah dimana..."
__ADS_1
Yuna terkejut. "Hah! belum pulang?..."
"Iya..."
"Yaudah gue ke perusahaan sekarang, kita lanjut bicara di sana..." Timpal Yuna seraya mengambil tas dan kunci mobilnya.
"Oke gue tunggu..."
Kaira mengakhiri panggilan, ia menatap nanar ke arah luar jendela perusahaan. "Perasaanku kenapa tidak enak begini?..."
Sudah dua kali Kaira mendatangi ruangan CEO utama, namun benar, Arka tidak ada di sana. Bahkan keberadaannya pun tak ia beri tahu kepada istrinya itu.
Dalam waktu bersamaan sebuah pesan masuk dari Arka, tanpa pikir panjang Kaira melihatnya dengan perasaan senang tentunya.
"Kabarmu baik kan sayang? jangan khawatir, nanti sore aku mampir ke perusahaan sekaligus menjemputmu..." Isi pesan Arka.
Senyum Kaira seketika mengembang, perasaan khawatir itu menghilang dari benaknya. "Syukurlah...."
Sambil menunggu kedatangan Yuna, Kaira kembali melanjutkan pekerjaan, merancang fashion penuh dengan ketelitian.
...~...
"Apa itu wanita yang dimaksud Kaira??..." Gumam Yuna menyembunyikan wajahnya agar tak ketahuan.
Beberapa karyawan terdengar bisik-bisik. "Bukankah wanita itu mantan tuan Sean? kenapa bisa bersamanya ya?..."
Yuna terdiam mematung saat mendengarnya, ia beralih menatap Sean di sana yang sedang bicara dengan wanita itu.
"Mantannya ya?..." Gumam Yuna tanpa ekspresi, ada rasa kesal dalam hati wanita itu.
Yuna meraih handphone coba menghubungi Sean, terlihat Sean dari kejauhan menerima panggilan.
"Apa kegiatanmu sekarang di perusahaan!..." Tanya Yuna tanpa basa-basi.
"Menemui Arka ke ruangannya, ada apa Anindrya?..."
Tanpa menjawab, Yuna langsung mengakhiri panggilan itu dengan rasa kesal menguasai diri. "Kau pikir aku tak tahu Arka dimana!..."
Sean mengerutkan kening saat panggilannya di akhiri.
"Tunggu apa lagi ayo Sean!..." Lirih Alia menggandeng lengan kekar mantannya.
__ADS_1
"Jangan menggandeng tanganku lagi, jika kau masih ingin hidup!!..." Datar Sean seraya kembali melangkah, diikuti Alia dengan wajah ketusnya.
Yuna yang melihat itu menatap malas. "Harusnya jujur saja!..."
Saat Yuna ingin pergi ke tempat kerja Kaira, sebuah lengan menahannya.
"Yuna Anindrya???..." Tanya seseorang.
"Ben??..." Balas Yuna yang terkejut saat senior kampus yang menyukainya dulu ada di perusahaan itu.
"Apa kabar Yuna??..." Lirih Ben merentangkan kedua tangannya.
Sean samar-samar mendengar nama istrinya disebut, ia menghentikan langkah melihat ke arah sumber suara.
Yuna yang menyadari tatapan Sean, ia seketika berhambur ke pelukan Ben. "Aku baik-baik saja, bagaimana kabarmu?.."
Ben tersenyum. "Aku baik..."
Mata Sean hampir keluar. "Pemandangan apa itu!..."
Alia mengikuti pandangan Sean. "Sepertinya sepasang kekasih yang sedang mabuk cinta, ayo hiraukan saja! anakku menunggumu..."
Mendengar kata anak, Yuna semakin terkejut ia mengeratkan pelukannya pada Ben. "Anak? apa pendengaran ku rusak!.." Batin Yuna.
"Yun, kau merindukanku sampai segitunya. Aku bahkan susah bernafas dengan pelukan ini..." Timpal Ben.
Sean menggertakan rahangnya, lengan kekar itu sudah mengepal kuat. Tanpa pikir panjang Sean menepis tangan Alia, ia bergegas menuju istrinya dan Ben yang sedang berpelukan.
"Akh!!!..." Pekik Yuna saat pinggang rampingnya ditarik Sean.
"Berani sekali, sekarang juga akan ku beri hukuman kau Anindrya!...."
Sean menarik paksa lengan Yuna, membawa wanita itu ke ruangannya tanpa mempedulikan orang-orang sekitar yang menatap.
Bersambung....
Hai semuanya pada sehat kan?, othor cuma mau bilang maaf tidak bisa up dua kali sehari ya. Menyempatkannya susah karena kesibukan di realife, ini juga nunggu waktu malam untuk di up pagi. Apalagi nyusun ide yang lumayan WOAW susahnya, hehe...
Yang nunggu pengantin baru ekhem-ekhem, haha ekhem-ekhem gak tuh? tunggu di part selanjutnya!..
Note: Love you all...❤️
__ADS_1